Erabaru.net. Meskipun kehidupan semakin modern, perjalanan manusia menjadi semakin nyaman, namun masih ada keluarga miskin yang hanya menggunakan sarana paling primitif seperti sepeda, bahkan kaki setiap harinya. Seperti yang harus dilakukan oleh satu keluarga di desa Trung Hoa, komunitas Thuy Thuong, distrik Gia Nghia, Taiwan ini.

Dari awal tahun sekolah 2017 hingga 2018, orang-orang di desa Trung Hoa menyaksikan adegan yang menyedihkan tetapi juga mengagumkan. Setelah jam sekolah TK usai, orang-orang akan melihat seorang gadis kecil berlari di samping sepeda ibunya. Di dalam sepeda, terlihat ada dua anak lainnya, semua orang bisa menebak, gadis kecil itu berlari untuk memberi tempat bagi kedua adiknya.

 

Gadis kecil itu akan berlari dengan penuh semangat di jalanan, banyak orang akan merasa dia adalah gadis muda yang kuat dan tangguh. Menurut Appledaily, “gadis kecil” itu berlari di samping sepeda Ibunya setiap hari, menempuh jarak sejauh 2 km dari taman kanak-kanak ke rumah. Dia biasanya menyelesaikan rute ini dalam 20 menit.

Setiap hari, Wu Wu akan pulang ke rumah di samping sepeda ibunya. (Foto: Appledaily)

Menurut Appledaily, gadis ini adalah Wu Wu, berusia 5 tahun. Keluarganya terdiri atas 5 orang. Wu Wu adalah anak tertua, dia memiliki dua adik, yang berusia 3 dan 1 tahun. Setiap pagi, Ayahnya, seorang tukang ledeng akan membawanya ke sekolah dengan satu-satunya sepeda motor di rumah, sementara Ibunya, akan membawa dua adiknya ke sekolah dengan sepeda.

Dia biasanya membutuhkan waktu 20 menit untuk menyelesaikan jarak 2 km. (Foto: Appledaily)

Di siang hari, Ayahnya tidak bisa menjemput Wu Wu, jadi dia akan pulang bersama Ibunya. Meskipun tiga saudara kandung itu bersekolah di taman kanak-kanak yang sama, namun Ibu mereka tidak dapat membawa ketiganya di atas satu sepeda. Itu sebabnya Wu Wu sebagai anak tertua akan mengalah dan tidak ikut di atas sepeda, jadi dia akan pulang dengan cara berlari di samping sepeda Ibunya.

Wu Wu akan mengalah dan membiarkan kedua adiknya yang menaiki sepeda. (Foto: Appledaily)

Dalam wawancara dengan Wu Wu, yang wajahnya memerah setelah perjalanan. Tapi wajah merahnya itu bukannya marah, Wu Wu sangat senang, dan menawarkan diri untuk pulang dengan joging.

Wu Wu sama sekali tidak marah dan justru merasa senang, mengalah untuk adik-adiknya, dan tidak merepotkan orangtuanya. (Foto: Appledaily)

Selain itu, Ibunda dari Wu Wu juga sangat memperhatikan keselamatan bayinya, dia memasang tali pengikat bayinya dengan pasti, menjalankan sepeda dengan kecepatan yang tepat sehingga Wu Wu tidak akan tertinggal. Dia akan memastikan bahwa Wu Wu akan berlari di sebelah dalam jalan, untuk memastikan dia cukup jauh dari mobil-mobil yang lewat.

Ibunya selalu memastikan bahwa dia akan aman. (Foto: Appledaily)

Ketika menyaksikan Wu Wu dan Ibunya berjalan berdampingan, banyak netizen menyatakan kekaguman mereka terhadap energi gadis muda itu. Banyak orang mengucapkan selamat dan mendorong anak-anak mereka untuk menjadi lebih kuat juga. Ada juga banyak orang tua yang ingin memberi mereka sepeda kecil agar Wu Wu lebih aman ketika menempuh perjalanan pulang di jalan.

Sebagian warganet sangat menyayangkan dan prihatin atas apa yang harus dijalani gadis sekecil itu setiap hari. Sebagian lain berpendapat bahwa jika cerita kecil ini dilihat dari perspektif pendidikan anak, ini adalah contoh refleksi tentang peran orang tua dalam mendidik anak-anak agar siap menghadapi kesulitan hidup yang mutlak akan dialami setiap orang, ” Sebuah pendidikan yang bagus agar anak itu siap menghadapi kesulitan dan tantangan yang jauh lebih besar lagi di masa depan.”

Bagaimana menurut Anda? (htk/jul)

Mari saksikan videonya:

Sumber: DKN.tv

Share

Video Popular