Erabaru.net. Tim arkeolog gabungan Indonesia-Australia mengungkap lukisan gua berumur 40.000 tahun di pegunungan Semenanjung Sangkulirang-Mangkalihat, Kalimantan Timur.

Hasil riset ini bisa dilihat dalam jurnal Nature edisi 7 November 2018. Penelitian berjudul “Palaeolithic cave art in Borneo.”

Tim peneliti berasal dari Griffith Centre for Social and Cultural Research, Griffith University, Gold Coast, Queensland, Australia yakni M. Aubert, J. Huntley & P. S. C. Taçon. Peneliti dari Australian Research Centre for Human Evolution, Environmental Futures Research Institute, Griffith University, Brisbane, Queensland, Australia yakni M. Aubert & A. Brumm.

Peneliti lainnya berasal dari Fakultas Seni visual and Design, ITB yakni P. Setiawan. Peneliti dari Indonesia lainnya berasal dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Arkenas), Balitbang Kemendikbud, yakni A. A. Oktaviana, P. H. Sulistyarto & E. W. Saptomo. Balai Pelestarian Cagar Budaya Kalimantan Timur yakni B. Istiawan, T. A. Ma’rifat, V. N. Wahyuono & F. T. Atmoko

Tim Australia lainnya dari School of Earth and Environmental Sciences, University of Queensland, Brisbane, Queensland, Australia J.-X. Zhao serta Australian Synchrotron, Clayton, Victoria, Australia yakni D. L. Howard & H. E. A. Brand.

Satu penelitinya, Maxime Aubert, seorang akademisi dari Griffith University, Australia kepada BBC mengatakan diperkirakan usia lukisan gua ini sekitar 40.000 tahun.

Dia menambahkan, pada saat ini sebagai karya seni figuratif paling tua yang sudah diketahui.

Batu Cadas tertua yang ditemukan di Kalimantan Timur – Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Arkenas)

Laporan serupa lukisan gua berusia 40.000 tahun juga diungkap oleh Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Arkenas), Balitbang Kemendikbud.

Hasil temuan ini menegaskan bahwa gambar cadas tak hanya di Eropa saja, seperti yang diyakini oleh selama ini.

Adapun keberadaan gua-gua ini sudah diketahui sejak tahun 1990-an yang menyimpan serangkaian gambar purba termasuk ribuan penggambaran tangan manusia, hewan, simbol-simbool abstrak dan motif-motif yang saling berhubungan.

Melansir dari situs arkenas.kemdikbud.go.id, menyebutkan tim penelitan gabungan ini melaporkan serangkaian penanggalan dengan metode uranium-series dilakukan terhadap sampel kalsium karbonat yang dikumpulkan dri gambar cadas di Kalimantan, menyajikan perkiraan usia pembuatan gambar cadas yang dapat dipercaya.

Gambar cadas tertua terungkap adalah gambar seekor hewan yang tidak teridentifikasi (kemungkinan merupakan spesies banteng liar yang hingga kini masih ditemukan di kedalaman hutan Kalimantan).

Batu Cadas tertua yang ditemukan di Kalimantan Timur Pusat – Penelitian Arkeologi Nasional (Arkenas)

“Gambar tapak tangan di Kalimantan kelihatannya menunjukkan usia yang sama,” ungkap  spesialis gambar cadas dari Arkenas, Adhi Agus Oktaviana.

Namun demikan, siapa yang melukis gambar-gambar ini? hingga kini peneliti masih belum berhasil mengungkap seniman di balik gambar batu cadas berusia puluhan ribu tahun ini.

“Siapa seniman pada zaman Es di Kalimantan dan apa yang telah terjadi pada mereka merupakan sebuah misteri,” ujar Co-Leader penelitian, Pindi Setiawan selaku spesialis gambar cadas dan dosen ITB.

Artikel di Nature pada tahun 2014 yang dipublikasikan oleh ARKENAS bersama Aubert dan Brumm mengungkapkan bahwa gambar cadas yang serupa muncul di Sulawesi pada 40.000 tahun silam. Sulawesi terletak di tepi Eurasia dan merupakan “Batu Loncatan” yang sangat penting antara Asia dan Australia. (asr)

Sumber : BBC, Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Arkenas)

Share

Video Popular