Praha – Partai oposisi Ceko menyerukan agar Perdana Menteri Andrej Babis mengundurkan diri, pada 13 November 2018. Oposisi juga mendorong mosi tidak percaya terhadap pemerintah yang berkuasa, setelah sebuah laporan berita mengatakan bahwa putranya dikirim ke luar negeri untuk menghalangi penyelidikan kasus penipuan.

Babis yang juga miliarder dengan bisnis pertanian, bahan kimia, dan media, telah lama melawan tuduhan polisi bahwa dia memanipulasi kepemilikan salah satu perusahaannya satu dekade lalu. Sehingga manipulasi itu akan menghasilkan kondisi dimana perusahaannya memenuhi syarat untuk menerima 2 juta euro bantuan pembangunan Uni Eropa.

Dia telah membantah melakukan kesalahan dalam apa yang dikenal sebagai skandal ‘Stork Nest’.

Enam partai oposisi mengatakan kasus itu tidak dapat diselidiki dengan baik jika Babis masih menjadi perdana menteri.

“(Kami) meminta Andrej Babis untuk mengundurkan diri sebagai perdana menteri sampai kasus Stork Nest diselidiki. Ini adalah satu-satunya cara untuk memastikan penyelidikan yang adil,” kata para pihak dalam sebuah pernyataan.

Partai-partai oposisi kekurangan 101 suara di parlemen. Sebab dibutuhkan 200-kursi untuk melengserkan pemerintah yang berkuasa.

Babis mengatakan kepada parlemen pada Maret 2016 bahwa perusahaan yang dimaksud, sebuah hotel dan pusat konferensi di pinggiran Praha, dimiliki oleh anak-anaknya yang dewasa, dan saudara rekannya pada saat subsidi disetujui. Dua anaknya yang sudah dewasa dan terduga yang lain telah dituntut dalam kasus ini.

Situs web berita Seznam Zpravy melacak putra Babis, Andrej berada di Swiss. Dia dia tinggal bersama ibunya, mantan istri Babis.

Dalam apa yang tampak sebagai wawancara kamera tersembunyi di depan pintu apartemen mereka, Andrej Babis junior mengatakan dia dibawa ke Krimea sehingga dia tidak akan dipanggil sebagai saksi penyelidikan.

Dia mengatakan bahwa orang yang membawanya ke Krimea adalah suami seorang psikiater yang memeriksanya dan yang pernah bekerja sebagai penasihat senior Babis di masa lalu, ketika dia menjadi menteri keuangan.

Babis junior, yang telah menerima perawatan psikiatri, mengatakan dia tidak percaya kalau pengirimannya ke Krimea adalah ide ayahnya.

“Dia (pria yang membawa saya ke sana) mengambil keuntungan dari ayah saya, menginginkan saya menghilang. Karena skandal Stork Nest,” kata Babis junior kepada para wartawan, menurut rekaman yang dipublikasikan.

“Polisi telah memeriksa kasus itu dan memutuskan bahwa tidak ada kejahatan yang terjadi,” kata seorang juru bicara polisi.

Babis senior menyebut laporan itu manipulasi.

“Untuk memfilmkan orang yang sakit mental, secara diam-diam dan dengan cara ini, itu keji dan memuakkan. Seluruh kampanye ini hanya bertujuan untuk menekan para penyelidik dalam kasus Stork Nest, ini juga digunakan oleh oposisi,” kata Babis dalam sebuah pernyataan dari Sisilia, di mana dia menghadiri konferensi di Libya. (Reuters/The Epoch Times/waa)

Video Rekomendasi :

Video Pilihan :

Share

Video Popular