WASHINGTON – Tiongkok telah menyampaikan tanggapan tertulis tentang tuntutan-tuntutan AS untuk reformasi perdagangan yang luas, tiga sumber pemerintah AS mengatakan pada 14 November, sebuah langkah yang dapat memicu lebih banyak negosiasi formal untuk menyelesaikan perang perdagangan yang meremukkan antara ekonomi teratas dunia tersebut.

Presiden AS Donald Trump telah memberlakukan tarif pada $250 miliar impor Tiongkok untuk memaksa konsesi dari Beijing pada daftar tuntutan yang akan mengubah persyaratan perdagangan antara kedua negara. Tiongkok telah menanggapi dengan tarif impor pada barang-barang AS.

Trump diperkirakan akan bertemu pemimpin Tiongkok Xi Jinping di sela-sela KTT G20 di Argentina pada akhir November dan awal Desember.

Presiden AS telah berulang kali mencela Beijing atas pencurian kekayaan intelektual, subsidi industri, hambatan masuk ke Tiongkok untuk bisnis-bisnis Amerika dan defisit perdagangan AS dengan Tiongkok.

Tiga sumber pemerintah AS mengatakan kepada Reuters pada hari Rabu bahwa Tiongkok telah mengirim tanggapan atas tuntutan-tuntutan AS terhadapnya dan masalah-masalah lainnya, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang isinya. Tidak jelas apakah tanggapan tersebut mengandung konsesi yang akan memenuhi tuntutan Trump untuk perubahan.

Sementara dua sumber industri yang akrab dengan isi dari tanggapan tersebut mengatakan sebagian besar merupakan pernyataan ulang dari komitmen Tiongkok sebelumnya, itu dipandang sebagai titik awal yang diperlukan untuk negosiasi lanjutan.

Kedua belah pihak telah berjauhan selama perselisihan tarif mereka selama berbulan-bulan.

Salah satu sumber yang menjelaskan tanggapan Tiongkok tersebut mengatakan ia menegaskan kembali janji yang telah dibuat Xi dalam pidato baru-baru ini, dan menuntut agar Amerika Serikat mencabut tarif-tarif, termasuk tarif yang ditetapkan oleh investigasi Bagian 232 untuk impor baja dan aluminium.

“Mereka tidak tertutup untuk kesepakatan perdagangan yang menguntungkan. Tidak di dalam alam semesta yang sama,” kata sumber yang berbasis di Washington.

Tim AS yang dipimpin oleh pejabat senior Treasury Under Secretary David Malpass telah membahas masalah perdagangan dengan tim Tiongkok melalui konferensi video pada hari Selasa, kata juru bicara Departemen Keuangan AS pada hari Rabu.

PEMICU TARIF JANUARI

Amerika Serikat mengatakan tidak akan memulai negosiasi formal tentang perdagangan sampai melihat usulan konkrit dari Tiongkok untuk mengatasi kekhawatirannya.

Awal bulan ini, setelah percakapan telepon dengan Xi, Trump mengatakan dia berpikir Amerika Serikat akan membuat kesepakatan dengan Tiongkok pada perdagangan tetapi siap untuk memungut tarif lebih pada barang-barang Tiongkok jika tidak ada kemajuan yang dibuat.

Juru bicara Kementrian Perdagangan Tiongkok Gao Feng, pada hari Kamis telah meminta tanggapan Tiongkok, mengatakan bahwa kontak “tingkat tinggi” telah dilanjutkan sejak Trump dan Xi berbicara melalui telepon.

“Tim-tim yang bekerja sedang menjaga hubungan dekat untuk sungguh-sungguh melaksanakan konsensus yang telah dicapai oleh kedua pemimpin melalui telepon tersebut,” katanya kepada briefing mingguan reguler.

Tingkat tarif $200 miliar barang-barang Tiongkok akan meningkat menjadi 25 persen dari 10 persen pada 1 Januari. Trump juga mengancam akan memberlakukan tarif pada semua impor Tiongkok yang tersisa, senilai $267 miliar, jika Beijing gagal memenuhi tuntutan AS.

Pembicaraan perdagangan di masa depan dapat bergantung pada apakah tarif naik pada 1 Januari atau tidak.

Satu skenario yang disarankan oleh para analis adalah bahwa Trump dan Xi dapat menyetujui penghentian pertempuran sementara saat di Argentina yang akan mencegah tarif lebih lanjut mulai berlaku sementara negosiasi berlanjut.

Presiden Dewan Bisnis AS-Tiongkok Craig Allen mengatakan kepada Reuters pekan lalu bahwa ia berpikir kemungkinan Tiongkok akan menarik diri dari setiap proses apa pun yang ditetapkan di G20 jika pemerintahan Trump maju dengan menaikkan tingkat tarif.

Kedua negara melanjutkan pembicaraan setelah seruan antara kedua pemimpin tersebut, mengakhiri kekosongan tiga bulan yang terlihat hubungan memburuk ketika Amerika Serikat menuduh Tiongkok mencampuri politik domestik AS dan berusaha menghancurkan Trump.

Wakil Presiden AS Mike Pence mengatakan pada hari Selasa bahwa Beijing perlu mengubah perilakunya untuk menghindari perang dingin yang baru dengan Amerika Serikat.

Tiongkok harus menawarkan konsesi atas pencurian kekayaan intelektual, transfer teknologi paksa, akses penghalang ke pasar Tiongkok dan menghormati aturan dan norma internasional, di antara isu-isu lain, katanya.

Dalam komentar yang dibuat sebelum tanggapan Tiongkok tersebut, Wu Baiyi, direktur Lembaga Studi Amerika di Akademi Ilmu Sosial Tiongkok yang dikelola negara, mengatakan bahwa kenaikan tarif 1 Januari akan membahayakan upaya-upaya untuk membalikkan ketegangan-ketegangan perdagangan.

“Ini adalah salah satu tujuan utama yang mereka (para pejabat Tiongkok) sedang bekerja keras, untuk mencegah tarif tersebut mulai berlaku awal tahun depan. Tapi itu akan tergantung pada kedua belah pihak.” (ran)

Rekomendasi video:

Akibat Perang Dagang, Tiongkok Turunkan Standar Pengendalian Polusi

Share

Video Popular