Xie Yining, pendiri dan ketua surat kabar berbahasa Mandarin yang berbasis di AS, China Press, tewas ditembak di kantor penerbitan di Alhambra, California, menurut laporan surat kabar lokal San Gabriel Valley Tribune.

Setelah menerima panggilan telepon pada 16 November dari seorang pria yang mengatakan dia telah ditembak, polisi setempat menemukan Xie, 58 tahun, di kantor surat kabarnya, di mana dia telah dinyatakan meninggal. Polisi menemukan pistol di tempat kejadian dan menangkap seorang karyawan yang diidentifikasi sebagai Zhong Qi Chen, 56 tahun, karena dicurigai yang melakukan pembunuhan.

Zhong saat ini ditahan dengan jaminan US$1juta. Polisi tidak menunjukkan motif penembakannya.

LATAR BELAKANG SURAT KABAR

China Press, yang lebih dikenal sebagai Qiao Bao dalam bahasa Mandarin, adalah surat kabar berbahasa Mandarin yang sudah lama dikenal di komunitas imigran AS karena pandangannya yang pro-Beijing dan kecenderungan untuk mengulang propaganda Beijing dalam isu-isu skala luas.

Selama sengketa perdagangan saat ini antara Tiongkok dan Amerika Serikat, misalnya, China Press telah menerbitkan artikel yang memajukan propaganda Beijing, seperti tentang sengketa perdagangan sedang ditekan oleh Presiden Donald Trump untuk memenangkan suara Republik pada pemilihan paruh waktu bulan November.

Sejak Beijing meluncurkan penganiayaan nasional terhadap kelompok spiritual Falun Gong pada tahun 1999, China Press telah berada di antara sejumlah surat kabar Tiongkok di luar negeri yang mengulangi propaganda di media pemerintah Tiongkok, mencemarkan ajaran meditasi tersebut beserta para praktisinya. Sementara itu, media Tiongkok sering mem-posting ulang artikel-artikel China Press, seperti yang berjudul, “Overseas Chinese in Seattle support China’s sovereignty in the South China Sea” (Tionghoa Luas Negeri di Seattle Mendukung Kedaulatan Tiongkok di Laut China Selatan), pada bulan Juli 2016.

Banyak yang menduga bahwa koran tersebut sebenarnya dijalankan oleh rezim Tiongkok.

Di atas kertas, surat kabar tersebut berada di bawah payung Rhythm Media Group, sebuah perusahaan yang terdaftar di California yang didirikan pada tahun 2003 dengan beberapa outlet berita berbahasa Mandarin, sebuah perusahaan produksi film, dan sebuah pusat budaya di profilnya. Karena latar belakang Xie dan melihat sejarah perusahaan tersebut menunjukkan bahwa hal itu, pada kenyataannya, memiliki hubungan dekat dengan Beijing.

Pada 18 November, China Press menerbitkan obituari (berita kematian) yang tersebar tentang kematian Xie, memberikan kronologi singkat dalam biografinya. Setelah lulus dari universitas pada tahun 1982, Xie menjadi reporter untuk China News Service yang dikelola pemerintah. Pada tahun 1987, Xie menjadi koresponden Gedung Putih untuk layanan berita. Pada tahun 1992, ia meninggalkan posisinya untuk mendirikan China Press di San Francisco; surat kabar tersebut juga memiliki edisi-edisi di Los Angeles dan New York.

Secara khususnya, obituari China Press telah menyertakan pernyataan belasungkawa dari kantor konsulat Tiongkok di Los Angeles.

“Di bawah kepemimpinan Mr. Xie, China Press memberi kontribusi besar … untuk melayani orang-orang Tionghoa di luar negeri di Amerika,” kata pernyataan tersebut.

Xie telah menghadiri acara-acara yang diadakan oleh Kantor Urusan Luar Negeri rezim komunis Tiongkok beberapa kali selama bertahun-tahun. Pada bulan April 2016, situs web resmi kantor tersebut mem-posting ulang artikel-artikel media yang menyebutkan partisipasi Xie dalam tur pers untuk inkubator teknologi di Provinsi Jiangsu yang diselenggarakan untuk outlet-outlet media luar negeri.

KONEKSI KE KANTOR URUSAN LUAR NEGERI TIONGKOK

Pada tahun 2001, lembaga think tank AS, Jamestown Foundation, mencantumkan China Press sebagai surat kabar Tiongkok di luar negeri “yang dikendalikan langsung oleh pemerintah Tiongkok.” Namun tidak jelas organ mana dari Partai Komunis Tiongkok yang mengarahkannya.

Pada tahun 2006, China Press berada di antara daftar beberapa gerai luar negeri yang bermarkas di AS yang menandatangani perjanjian kemitraan dengan China News Service, di bawah konsorsium media yang disebut Korporasi Media Budaya Amerika-Asia (U.S.-Asia Culture Media Corporation).

“Korporasi media” ini dijalankan oleh Kantor Urusan Luar Negeri Tiongkok, sebagaimana diklaim dalam laporan pengungkapan publik tahun 2011 yang ditulis oleh mantan pembawa acara televisi untuk Sinovision, perusahaan media AS lainnya di dalam korporasi tersebut. Wang Aibing menulis pengaduan tersebut untuk mengungkap korupsi di tempat kerjanya sebelumnya, dan mencatat bahwa Kantor Urusan Luar Negeri Tiongkok menjalankan “korporasi media” tersebut sebagai sebuah operasi di luar negeri. Wang mengajukan pengaduannya kepada direktur kantor tersebut, mencari ganti rugi atas ketidakadilannya.

Sementara China Press sekarang dimiliki oleh perusahaan swasta AS, “sifatnya masih sama,” kata analis Tiongkok, Heng He. Heng telah mengamati lanskap media-media luar negeri Tiongkok selama lebih dari satu dekade.

Dia mencatat, misalnya, bagaimana China Press meliput serangkaian insiden di New York City pada tahun 2008 yang melibatkan praktisi Falun Gong setempat, yang diserang secara fisik dan dilecehkan oleh para penyerang di Flushing, Queens.

Penggambaran-penggambaran tentang para praktisi Falun Gong yang bersifat memfitnah yang dituduhkan oleh China Press “telah dicetak ulang oleh Xinhua [media yang dikelola negara], CCTV [penyiaran negara], dan Kaiwind,” kata Heng, mengacu pada situs web yang dijalankan oleh Kantor 610, sebuah pasukan polisi rahasia yang dibuat tahun 1999 untuk melaksanakan penganiayaan terhadap Falun Gong.

Maret ini, pihak berwenang pusat meluncurkan restrukturisasi internal yang telah menggabungkan Kantor Urusan Luar Negeri Tiongkok, awalnya sebuah kantor di dalam Dewan Negara yang mirip kabinet Tiongkok, di bawah Departemen Pekerjaan Front Persatuan, sebuah organ Partai Komunis yang melakukan operasi-operasi di luar negeri untuk memenuhi agenda Beijing.

Perubahan ini berarti “Partai tersebut sekarang mengendalikan semua kantor yang berhubungan dengan propaganda,” Heng mencatat. Kantor Urusan Luar Negeri Tiongkok tidak lagi memiliki koneksi tingkat atas untuk urusan negara Tiongkok. (ran)

Ikuti Annie di Twitter: @annieeenyc

Rekomendasi video:

Siaran TV dan Radio Dibatasi, Buku Sekolah Diperiksa Rezim Tiongkok

Share

Video Popular