oleh Tiffany La Forge

Banyak bukti menunjukkan bahwa minum kopi dapat meningkatkan metabolisme tubuh, secara signifikan mengurangi risiko penyakit Alzheimer yang baik bagi kesehatan. Namun, apa yang terjadi pada tubuh Anda ketika Anda berhenti mengonsumsi kafein ? Dan tubuh yang bagaimana yang seharusnya tidak menerima asupan kafein ?

Meninggalkan kebiasaan mengkonsumsi kopi kental akan membawa 10 faedah bagi kesehatan Anda —- tentunya selain menghebat banyak uang.

10 perubahan setelah tubuh tidak lagi mengasup kafein adalah :

1. Rasa cemas berkurang

Akhir-akhir ini saya merasa makin cemas, hal mana mungkin akibat asupan kafein yang berlebihan.

Kebanyakan orang minum kopi karena ingin menyegarkan pikiran mereka. Kopi memang dapat langsung meningkatkan energi, tetapi energi ini juga merangsang hormon “pertempuran atau pelarian” kita yang mana dapat memperburuk serangan kecemasan, ketegangan, jantung berdebar dan bahkan kepanikan.

Orang-orang yang rentan terhadap stres dan kecemasan dapat merasakan bahwa kafein memperburuk gejala mereka. Selain itu, peningkatan risiko depresi pada remaja juga berkaitan dengan banyaknya asupan kafein.

2. Memperbaiki kualitas tidur

Kebiasaan minum kopi mungkin berpengaruh pada kualitas tidur. Penelitian menemukan bahwa minum kopi setiap hari dapat mengubah siklus tidur seseorang, sehingga malam tidak dapat tidur dengan baik, dan situasi kantuk di siang harinya. Jika tubuh Anda mengasup kafein dalam waktu enam jam sebelum tidur, maka dampaknya akan lebih kentara.

Bagi mereka yang tidak mengasup kafein, sering dapat tidur dengan cepat dan lebih nyenyak, jarang terbangun di malam hari.

3. Penyerapan nutrisi lebih efisien

Jika Anda tidak sering mengonsumsi minuman berkafein, tubuh Anda dapat menyerap beberapa nutrisi dengan lebih baik. Senyawa Tanin yang terdapat dalam kafein cenderung menghambat penyerapan kalsium, zat besi dan vitamin B.

Kondisi penyerapan nutrisi tertentu yang lemah ini lebih terasa bagi mereka yang sering mengkonsumsi kafein dalam jumlah besar, orang-orang yang dietnya tidak seimbang, atau berusia tua. Namun, setelah mereka berhenti dari mengkonsumsi kafein, tubuh lebih mungkin untuk sepenuhnya menyerap semua nutrisi yang terkandung dalam makanan.

4, Gigi lebih putih dan sehat

Argumen bahwa kopi dan teh akan menodai gigi tidak perlu dipertanyakan lagi, karena tingginya jumlah senyawa Tanin yang terkandung dalam minuman kafein secara bertahap menumpuk pada lapisan email gigi dan membentuk noda gigi. Minuman berkafein seperti kopi dan soda bersifat asam dan juga dapat merusak lapisan email.

5. Mengembalikan keseimbangan hormon wanita

Minuman yang bebas kafein sangat baik untuk wanita. Minuman berkafein seperti kopi, teh, air soda dapat mengubah tingkat estrogen dalam tubuh. Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2012 menemukan bahwa mengkonsumsi minuman yang mengandung lebih dari 200 mg kafein per hari (sekitar 2 cangkir kopi) dapat meningkatkan kadar estrogen dalam tubuh wanita Asia.

Bagi wanita yang memiliki risiko tinggi terhadap endometriosis, kanker payudara dan kanker ovarium harus lebih memperhatikan perubahan kadar estrogen dalam tubuh. Meskipun kafein tidak berkaitan langsung dengan penyakit ini, tetapi kadar estrogen yang tinggi berkaitan langsung dengan penyakit ini.

Studi juga menemukan bahwa kafein dapat memperburuk beberapa gejala menopause.

6. Tekanan darah menurun

Menyingkirkan kafein memberikan manfaat bagi tekanan darah. Karena kafein dapat merangsang sistem saraf, jadi dapat menaikan tekanan darah.

Asupan kafein yang cukup besar (3 hingga 5 cangkir kopi sehari) juga dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular.

7. Reaksi kimia dalam otak lebih seimbang

Banyak orang tahu bahwa kafein mempengaruhi suasana hati. Slogan-slogan seperti ‘Jangan bicara dengan aku sebelum aku minum kopi’ yang tercetak di gelas kopi itu jelas beralasan.

Kafein dapat mengubah reaksi kimia dalam otak, dan peneliti percaya bahwa kafein memang memiliki beberapa sifat yang mirip dengan ketergantungan pada obat.

Bagi mereka yang tidak mengkonsumsi kafein tidak perlu khawatir tentang kecanduan, tetapi bagi mereka yang memutuskan untuk berhenti mengkonsumsi kafein mungkin memiliki gejala ketagihan atau perubahan emosi yang bersifat sementara. Jika tubuh Anda tergantung pada kafein, gejala ketagihan Anda mungkin akan muncul dalam waktu 12 hingga 24 jam. Berapa lama gejala tersebut bertahan ? Itu sangat tergantung pada asupan kafein Anda sebelumnya, biasanya berlangsung selama 2 hingga 9 hari dengan gejala memuncak antara 21 hingga 50 jam.

8. Mengurangi sakit kepala

Fenomena ketagihan kafein sewaktu memutuskan untuk menghentikan asupan kafein sering muncul berupa gejala sakit kepala, itu memang menjengkelkan dan umumnya tidak terjadi hanya dalam beberapa hari.

Pernahkah Anda memperhatikan bahwa ketika Anda lupa minum kopi pagi karena terlalu sibuk, bagaimana sakit kepala datang menyerang ? Ini hanyalah salah satu gejala penghentian asupan kafein. Gejala lain termasuk kabut otak, kelelahan, daya konsentrasi menurun dan mudah marah.

Bahkan bagi mereka yang tidak mengalami fenomena ketagihan setelah stop kafein, sebuah studi tahun 2004 menemukan bahwa asupan kafein merupakan faktor risiko tinggi yang memicu sakit kepala kronis yang menyerang setiap hari.

9. Meningkatkan fungsi pencernaan

Asupan kafein dapat menyebabkan banyak masalah pencernaan yang mengganggu. Minum kopi menghasilkan efek merangsang fungsi usus, membantu gerakan pada usus sehingga lancar dalam buang air besar. Namun minum kopi berlebihan dapat menyebabkan diare atau mencret.

Selain itu, minuman yang berkafein dapat meningkatkan risiko penyakit Refluks Gastro-Esofagus (refluks asam lambung).

10. Terlihat lebih awet muda

Jika Anda khawatir dengan penuaan wajah dan kulit, mungkin Anda lebih baik untuk tidak mengkonsumsi kafein. Karena kafein dapat mengurangi sintesa kolagen pada kulit. Kolagen memiliki dampak langsung pada elastisitas dan pelembaban kulit, tubuh dan kuku. Tinggalkan secangkir kopi yang biasa diminum pagi hari, mungkin kerutan pada wajah Anda akan berkurang.

4 orang berikut harus menghindari minuman yang berkafein

Jika Anda tergolong salah satu dari jenis orang berikut, maka Anda sebaiknya berhenti mengkonsumsi minuman berkafein :

  • Wanita yang sedang hamil atau dalam usaha untuk hamil

Kita tahu bahwa wanita yang sedang hamil atau sedang menyusui seharusnya menghindari asupan kafein, tetapi wanita yang ingin hamil juga harus mempertimbangkan untuk berhenti mengkonsumsi minuman berkafein. Kafein berkaitan langsung dengan peningkatan kemungkinan keguguran dan penurunan kesuburan wanita.

  • Orang yang mudah merasa cemas

Orang yang rentan terhadap kecemasan atau depresi mungkin menemukan bahwa kafein dapat memperburuk keadaan. Kafein telah terbukti memperburuk penyakit mental tertentu. Ia dapat meningkatkan iritabilitas atau kepekaan terhadap rangsangan, memunculkan rasa permusuhan dan perilaku kecemasan.

  • Bagi mereka yang mengalami gangguan pencernaan seperti refluks asam lambung, asam urat atau diabetes

Jika Anda memiliki masalah dengan sistem pencernaan, kafein dapat memperparah gejala Anda. Hal ini terutama berlaku bagi orang yang mengalami gangguan refluks asam lambung, asam urat, diabetes atau kram usus.

  • Bagi mereka yang mengonsumsi obat-obatan tertentu

Jika Anda dalam masa minum obat, pastikan untuk memeriksa apakah obat resep Anda akan bereaksi dengan kafein. Orang yang mengkonsumsi antibiotik, antidepresan (terutama MAOI) atau obat asma disarankan untuk tidak minum kopi.

Meskipun sangat sulit untuk berhenti mengkonsumsi minuman berkafein, terutama untuk berhenti minum kopi, cobalah untuk mengkonsumsi minuman alternatif, seperti teh atau matcha (teh hijau) untuk membantu Anda melewati tahapan tersebut.

Walau demikian, kopi masih ada gunanya. Setelah Anda tidak lagi meminum kopi di pagi hari, kemudian Anda menemukan bahwa hidup juga tidak berubah lebih baik karenanya, maka Anda tidak perlu sepenuhnya berhenti minum kopi. Sama seperti semua makanan dan hal-hal baik dalam hidup ini. Hal yang perlu diingat adalah sebesar apa keinginan Anda untuk mengontrolnya. (Sin/asr)

Share
Tag: Kategori: NEWS SEHAT

Video Popular