Erabaru.net. Sebuah kota di Alaska mengalami fenomena yang dikenal sebagai Malam Kutub, di mana Matahari tidak akan muncul sekitar dua bulan pada mingggu-minggu ini. Menurut CNN, sebanyak 4.000 orang di daerah itu sekarang berada dalam kegelapan selama 65 hari.

(Foto: University of Alaska, Fairbanks)

Judson Jones, seorang ahli meteorologi CNN mengatakan, Malam Kutub adalah istilah yang biasa digunakan di daerah-daerah yang tidak menerima sinar Matahari atau situasi di mana Matahari tidak terbit dalam waktu 24 jam.

“Itu adalah yang biasa bagi Anda yang tinggal di Lingkaran Arktik. Akan ada hari di mana Matahari akan terbenam sepanjang musim dingin. Itu terjadi setiap tahun, “jelasnya.

Namun Matahari akan muncul tak lama setelah musim panas dan dia tidak akan terbenam selama beberapa hari pada musim tersebut.

Utqiagvik bukan satu-satunya kota di Alaska yang mengalami situasi seperti itu, tetapi ia pertama kali melanda kota tersebut karena posisinya jauh di bagian Utara.

Utara Alaska terletak di atas Lingkaran Arktik, yaitu lingkaran garis lintang yang mengelilingi wilayah kutub Arktik yang dingin.

Matahari terakhir yang akan terbenam berlangsung antara akhir November hingga awal Desember. Ia akan terbenam pada jam pada 1,43 pm Minggu di Utqiagvik, menghilang selama 65 hari sebelum muncul kembali pada 23 Januari 2019.

Bagi mereka yang lebih aktif di malam hari, mungkin akan mempertimbangkan menghabiskan musim dingin di Utara Alaska.

Sumber: 7News, Astro Awani, Erabaru.com.my

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds