Erabaru.net. Suatu hari, hiduplah seorang pemuda bernama Kili yang bekerja menjadi seorang kurir di toko perhiasan. Dia tinggal berdua bersama Ibunya yang sudah tua, dia bekerja sangat jujur dan rajin dan itu membuat bosnya terkesan, jadi dalam satu tahun Kili sudah mendapat kenaikan gaji sebanyak 2 kali.

Pada suatu hari, teman masa kecilnya, Toda, datang berkunjung ke rumahnya dan tinggal beberapa hari disana. Ketika Kili bekerja, Toda akan membantu Ibunda Kili untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga di rumahnya.

Ilustrasi. Kredit: fortune.com

Suatu kali saat Kili sedang dalam perjalanan mengantarkan beberapa perhiasan yang sangat mahal kepada konsumen, tiba-tiba Toda menelepon.

Di telepon, Toda berkata, “Kili, Ibumu sakit, dan dia terus menerus muntah… Cepatlah kamu pulang!”

Kili merasa khawatir namun dia juga sadar bahwa dia harus bertanggung jawab atas pekerjaannya, dia menjawab. “Apakah keadaannya sangat parah? Saya sedang dalam perjalanan melakukan tugas, akan perlu waktu bagi saya untuk tiba di rumah, saya akan sangat berterima kasih jika kamu mau mengantarkan Ibu saya ke rumah sakit.”

Toda menjawab, “Tapi dia terus memanggil-manggil namamu, sebaiknya kamu segera pulang ke rumah, kali ini biar saya menggantikan pekerjaanmu mengantar perhiasan, jangan khawatir, saya akan mengantarkan perhiasan tersebut dengan selamat sampai tujuan.”

Kili berpikir bahwa mereka adalah teman sejak masa kecil dan dia juga tidak punya pilihan lain, jadi Kili setuju, memberi tahu lokasinya sekarang kepada Toda dan segera berjalan menuju rumahnya.

Toda juga berjalan cepat menuju lokasi yang dikatakan Kili, mereka bertemu di pertengahan jalan, Kili segera memberikan paket yang harus dia antarkan beserta alamat penerima kepada Toda, lalu Kili berjalan menuju rumahnya.

Ilustrasi. Kredit: rockler.com

Toda mendapatkan paket tersebut. Sebelumnya dia sudah tahu bahwa Kili bekerja sebagai pengantar perhiasan, jadi bukannya mengantarkan paket tersebut ke alamat penerima, dia justru mencari tempat tersembunyi dan membuka paket tersebut. Benar saja ternyata isinya adalah beberapa perhiasan emas dan berlian yang sangat mahal.

Dia sangat takjub melihat perhiasan-perhiasan tersebut, dan tanpa berpikir panjang dia langsung menuju ke stasiun kereta.

Akhirnya kereta yang ditunggu-tunggu tiba, namun tepat ketika dia akan naik ke kereta, polisi datang dan langsung menangkapnya.

Kemudian, ketika diadili di persidangan, Toda mengaku bahwa dia iri kepada temannya Kili, dia ingin mendapatkan uang yang banyak seperti Kili sekaligus juga ingin menghancurkan karirnya.

Ketika Toda kemudian bertemu Kili di pengadilan, dia bertanya, “Bagaimana kamu bisa tahu kalau saat itu saya ada di stasiun kereta?”

Kili menjawab, “Saya percaya bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati, jadi saya selalu memasang transmiter dan pelacak GPS di setiap kotak yang harus saya antarkan.

Ilustrasi. Kredit: indiamart.com

Transmiter itu akan mengirimkan sinyal lokasi secara real-time ke telepon saya. Jadi ketika saya melihat bahwa paket itu tidak bergerak ke arah alamat tujuan, dan malah bergerak ke stasiun kereta, saya sadar ada sesuatu yang tidak beres dan segera melapor ke polisi.”

Seseorang tidak seharusnya merasa iri kepada orang lain.

Seseorang juga tidak seharusnya berbuat curang terhadap orang lain, karena seberapapun Anda merasa bahwa Anda pintar dan bisa menutupi kecurangan dengan sangat baik, cepat atau lambat, kebenaran akan muncul dan kecurangan Anda akan terungkap. (tcn/jul)

Sumber: pencerahansejati.com

VIDEO REKOMENDASI

Era Baru

Share

Video Popular