Erabaru.net. Pada zaman dahulu, ada seorang pria yang sangat terkenal karena telah menghabiskan seluruh hidupnya dengan berbuat baik.

Ketika dia sekarat dan akan meninggal, di usia 100 tahun, anak-anaknya berlutut di hadapannya dan berkata, “Ayah akan meninggalkan kami, pada saat terakhir tolong tinggalkan beberapa nasehat untuk kami …”

Pria tua itu menjawab, “Kalian hanya perlu ingat ini: Semua berkat tidak terpisah dari hati.”

Hidup itu seperti permainan catur yang sangat besar, Anda ada di dalamnya, bolak-balik, ada kalanya berada dalam situasi menguntungkan, ada kalanya juga tidak.

Setiap langkah yang Anda ambil, pasti akan menentukan apa yang akan terjadi selanjutnya, situasi dimana Anda berada saat ini, adalah hasil dari langkah yang Anda ambil sebelumnya.

Dalam hidup, segala keberuntungan maupun kesedihan yang kita alami adalah hasil dari perbuatan kita di masa lalu.

Apa yang akan kita peroleh di masa depan adalah hasil dari perbuatan kita sekarang.

Berkat berasal dari kejujuran

Walter Salles adalah seorang sutradara film Brasil yang terkenal. Dalam masa-masa persiapan untuk film barunya, Walter pergi ke pinggiran kota.

Disitu, dia berdiri sejenak di alun-alun, di depan stasiun, saat itu ada seorang anak kecil, seorang penyemir sepatu yang berusia 10 tahun, menghampirinya.

Direktur Walter Salles: Foto oleh mediaoutlaw.com
Credit: Patricia Williams For the Times

Anak laki-laki itu bertanya, “Pak, apakah sepatu Bapak mau disemir?”

Walter melihat sepatu kulitnya yang bersih dan mengkilap di kakinya, kemudian dia menggelengkan kepalanya. Diapun berbalik dan mulai berjalan.

Anak itu tiba-tiba memanggilnya dari belakang. Wajah anak laki-laki itu memerah, tatapannya seperti memohon: “Pak, saya belum makan apa-apa hari ini, dapatkah Bapak meminjamkan saya uang? Mulai besok saya akan menyemir lebih banyak sepatu, saya jamin setelah seminggu saya akan membayar Anda kembali!”

Walter merasa kasihan, dia mengeluarkan beberapa koin uang dan menaruhnya ke tangan anak laki-laki itu. Anak kecil itu mengucapkan terima kasih dan pergi berlari.

Walter menggelengkan kepalanya, sekilas dia berpikir bahwa dia telah bertemu begitu banyak anak yang masih kecil namun juga picik, mencari uang dengan cara tipuan seperti itu, namun akhirnya dia tidak ambil peduli dan tidak pernah memikirkannya lagi.

Kemudian dia begitu sibuk dengan persiapan film barunya jadi dia juga lupa soal anak kecil yang meminjam uangnya itu.

Setelah cukup lama, akhirnya dia kebetulan datang ke stasiun di pinggiran kota lagi.

Saat keluar dari stasiun, tiba-tiba seorang anak kurus dan kecil melambai kepadanya dari kejauhan sambil berteriak: “Pak, tunggu sebentar!”

Anak laki-laki yang berkeringat itu bergegas mendekatinya dan memberinya beberapa koin, Walter baru ingat dan sadar bahwa itu adalah anak laki-laki penyemir sepatu yang dulu pernah meminjam uang padanya.

Anak laki-laki itu berkata: “Pak, saya sudah lama menunggu Bapak di sini setiap hari, akhirnya hari ini bisa bertemu Bapak lagi, saya ingin mengembalikan uang yang saya pinjam dulu!”

Walter memegang koin yang diberikan anak itu, tiba-tiba suatu hal terlintas di dalam pikirannnya.

Dia meletakkan koin-koin tersebut di tangan anak laki-laki itu, tersenyum dan berkata kepadanya, “Besok, kamu pergi ke kantor perfilman di pusat kota untuk bertemu saya, saya akan memberimu kejutan.”

Keesokan harinya, seorang karyawan perusahaan film mengatakan kepada Walter bahwa ada beberapa anak dengan baju lusuh di depan pintu yang menunggu.

Walter keluar melihatnya, ketika anak laki-laki penyemir sepatu itu melihat Walter, dengan ceria dia berkata: “Pak, mereka juga adalah anak-anak yatim piatu seperti saya, mereka juga berharap bisa mendapat kegembiraan dari kejutan!”

Walter tidak bisa membayangkan bahwa anak tunawisma yang malang itu akan sangat jujur.

Jadi dia memutuskan untuk memilih anak laki-laki penyemir sepatu itu sebagai aktor utama dalam film barunya.

Anak itu bahkan tidak perlu melalui proses casting. Dia menjelaskan mengapa anak itu tidak perlu menjalani proses casting: “Atas nama kejujuran, anak itu tidak perlu menjalani proses casting!”

Belas kasih untuk orang lain juga baik untuk diri Anda sendiri

Seorang pengusaha diam-diam mengirim uang untuk mendukung siswa-siswa yang kurang beruntung.

Namun, dia tidak pernah muncul, selalu meminta orang lain untuk menyampaikan bantuannya, karena dia tidak ingin mereka tahu perihal dirinya.

Beberapa orang tidak mengerti mengapa, dia menjawab: “Yang pertama adalah menjaga harga diri anak-anak tersebut.

Kedua, supaya mereka tidak memiliki beban dalam pikiran, dengan memikirkan bagaimana cara membalas bantuan kepada saya.”

Orang itu masih belum mengerti, dan bertanya, “Apa yang Anda harapkan?”

Dia berkata: “Jika saya hanya menginginkan balasan ataupun nama yang dikenal, saya mungkin tidak akan melakukannya.

Selama bertahun-tahun, perusahaan saya telah beroperasi dengan sangat baik, tumbuh dari perusahaan kecil sampai menjadi perusahaan besar, dari perusahaan yang lemah sampai menjadi sebuah perusahaan yang kuat.

Saya selalu bertanya-tanya, apakah semua ini, karena berkah yang Tuhan berikan kepada saya? Oleh karena itu, saya melakukan hal yang baik bukan karena saya ingin terkenal, tapi hanya untuk membuat saya merasa bahwa saya layak mendapatkan semua ini.”

Belas kasih untuk orang lain juga baik untuk diri sendiri. Ilustrasi. Kredit: DKN.tv

Sebenarnya, apa yang Anda lakukan untuk orang lain adalah apa yang Anda lakukan untuk diri sendiri.

Berikan cinta, Anda akan menuai cinta; Beri harapan, Anda akan mendapat harapan.

Jadi, jika Anda ingin dicintai, pertama cintai dululah yang lain, jika Anda ingin orang lain memperlakukan Anda dengan baik, perlakukanlah terlebih dahulu orang lain dengan baik.

Hidup itu seperti pantulan suara gema, Anda memberikan kebaikan pada orang lain, akhirnya kebaikan akan kembali pada Anda.

Tidak peduli seberapa baik Anda memperlakukan orang lain, jika dilihat secara mendalam, sebenarnya itu adalah kebaikan untuk diri Anda sendiri.

Saat itu, jika Anda melihat bunga-bunga maupun pepohonan, semua itu seolah tersenyum kepada Anda, saat Anda bertemu dengan orang-orang yang tidak Anda kenal sekalipun, semuanya akan ramah kepada Anda.

Anda akan menemukan bahwa semuanya berjalan dengan baik; Bila Anda menemukan orang-orang di sekitar memberi kebaikan kepada Anda, itu adalah gema dari kebaikan yang Anda sebarkan keluar.

Sesepuh aliran Zen ke-6, Huineng, pernah berkata: ” Semua berkat tidak terpisah dari hati “.

Ya, jika kita menanam benih kebaikan di hati kita, suatu hari nanti mereka akan menghasilkan buah kebaikan juga.

Bila Anda memberi yang baik, Anda mungkin tidak menerima kebaikan dengan segera; Tapi di lain waktu, dalam situasi lain, mungkin saat Anda juga tidak menduga, kebaikan akan datang dengan caranya sendiri. (sc/jul)

Sumber : DKN.tv

VIDEO REKOMENDASI

Era Baru

Share

Video Popular