SHANGHAI — Bisnis dan politik terkait erat di Tiongkok yang komunis. Jack Ma, kepala raksasa e-commerce Alibaba Group Holding Ltd dan kapitalis Tiongkok yang paling terkenal, adalah anggota Partai Komunis, kata surat kabar resmi Partai pada 26 November.

People’s Daily mengungkapkan keanggotaan Partai Ma dalam daftar 100 orang yang dikatakan telah membantu mendorong proses “reformasi dan terbukanya” negara tersebut. Ma adalah orang terkaya di Tiongkok dengan kekayaan $35,8 miliar, menurut Forbes.

Tidak jelas mengapa koran tersebut memilih untuk menyebutkan keanggotaan Ma sekarang bagaimanapun itu datang di tengah desakan Beijing untuk membawa perusahaan-perusahaan swasta negara tersebut lebih sejalan dengan nilai-nilai Partai, terutama di sektor teknologi yang telah berkembang pesat, yang telah didorong oleh keberhasilan perusahaan-perusahaan swasta.

Ma, yang telah mengumumkan pada bulan September bahwa ia akan mengundurkan diri sebagai kepala Alibaba tahun depan, adalah pemimpin bisnis paling terkenal di Tiongkok. Dia telah bertindak sebagai penasihat para pemimpin politik di Asia dan Eropa dan telah memupuk ambisi besar di Amerika Serikat.

Dia telah mendorong Alibaba menjadi raksasa $390 miliar, yang mendominasi pasar ritel online Tiongkok, membentang dari logistik sampai media sosial, dan telah melahirkan kerajaan fintech (teknologi keuangan) terpisah membuat platform pembayaran populer Alipay.

Keanggotaan politik Ma datang sebagai kejutan bagi banyak orang.

Hasil dari mesin pencarian domestik Baidu Inc, ketika ditanya “adalah Jack Ma anggota Partai Komunis,” sebagian besar juga mengatakan bahwa dia bukan anggota.

Alibaba menolak berkomentar tentang keanggotaan Partai Ma.

Daftar dari People’s Daily tersebut juga memasukkan kepala Baidu Robin Li dan kepala Tencent Holding Ltd Pony Ma, meskipun tidak menyebutkan salah satu dari mereka sebagai anggota Partai. Baidu, Alibaba, dan Tencent bersama-sama membentuk trio “BAT” untuk perusahaan teknologi top Tiongkok.

Surat kabar tersebut tidak menyebutkan kapan Ma menjadi anggota Partai.

Memiliki keanggotaan Partai dan hubungan persahabatan dengan elit Partai dapat membantu para pengusaha mendapatkan proyek-proyek dan investasi papan atas di lingkungan bisnis Tiongkok yang sangat kompetitif.

Pada gilirannya, Partai mengikutsertakan para pengusaha ini ke dalam pertemuan dan acara-acara politik mereka untuk memberikan kesan kebersamaan. Misalnya, Jack Ma adalah bagian dari kelompok pengusaha Tiongkok yang menemani pemimpin Partai Xi Jinping pada kunjungan kenegaraan resmi pertamanya ke Amerika Serikat.

Sebuah artikel pada bulan Juli 2014 oleh New York Times menemukan bahwa empat perusahaan Tiongkok yang berinvestasi di Alibaba dipimpin oleh putra atau cucu-cucu dari mantan para pejabat Partai tingkat tinggi.

Alibaba, bagaimanapun, pernah dihukum oleh pemerintah Tiongkok pada Januari 2015 karena menjual barang-barang palsu dan pelanggaran-pelanggaran lainnya. Serangan terhadap perusahaan Ma tersebut dipandang di beberapa tempat sebagai luapan efek dari perjuangan faksi Partai yang ganas. Alvin Jiang Zhicheng, cucu mantan pemimpin Tiongkok Jiang Zemin, memiliki 5,6 persen saham di Alibaba. Jiang, keluarganya, dan kroni-kroninya adalah target utama dalam kampanye anti korupsi pimpinan Partai Xi Jinping saat ini. (ran)

Rekomendasi video:

Kuatnya Intervensi Tiongkok pada Dunia Bisnis, Membuat Jack Ma Ingin Pensiun

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds