Erabaru.net. Di sebuah kota, hiduplah seorang lelaki yang tinggal sendirian di rumah. Dia sangat suka binatang dan ingin memelihara seekor hewan untuk dijadikan hewan peliharaannya sendiri.

Suatu hari saat berjalan ke hutan, dia melihat seekor anak harimau berkeliaran sendirian. Dia sangat menyukainya, lalu dia memutuskan untuk membawanya dan menjadikannya sebagai hewan peliharaannya.

Ilustrasi. Kredit: irishexaminer.com

Ketika dia membawanya pulang, dia akan membiarkan harimau itu berkeliaran bebas di dalam rumahnya. Untuk keselamatan, dia membuat kandang jeruji untuk mengurungnya. Kapanpun dia harus meninggalkan rumah, dia akan menaruh harimau itu di dalam kandang jeruji.

Dia menamakannya Tigo dan sangat menyukai hewan peliharaannya sehingga semua teman dan kerabatnya bahkan menyebut dirinya sebagai Ayahnya Tigo.

Tidak lama, seorang pendeta mendengar tentang hal tersebut. Dia bertanya kepada pria itu. “Apakah benar, Anda memelihara seekor harimau sebagai hewan kesayangan?”

Ilustrasi. Kredit: moralstories26.com

Pria itu menjawab, “Ya, .. Saya mencintainya seperti anak saya sendiri ..”

Pendeta itu berkata lagi, “Tidak aman tinggal dengan seekor binatang buas. Sebaiknya Anda melepasnya demi keselamatan diri Anda sendiri.”

Dia terlalu menyukai harimau tersebut, jadi dia menjawab, “Tigo sudah seperti anak saya sendiri .. Saya tahu dia tidak akan menggigit dan memangsa saya, tidak mungkin saya melepaskannya…!”

Sebelum pergi, pendeta itu memperingatkannya lagi tentang bahaya hidup dengan binatang buas dan tentang sifat bawaan seekor harimau.

Suatu waktu, pria ini harus pergi ke gunung untuk mencari suatu tanaman di atas gunung, jadi dia pergi dan meninggalkan harimau kesayangannya di dalam kurungan.

Saat akan pulang, ternyata terjadi longsor, jalan pulang tertutup oleh tanah longsoran. Akibatnya dia tidak bisa pulang dan harus tinggal di gunung selama beberapa hari.

Akhirnya setelah akses jalan diperbaiki diapun bisa kembali pulang. Setelah pulang ke rumah, dia menyadari bahwa Tigo tidak makan sepanjang waktu ketika dia pergi ke gunung.

Dia segera menyiapkan makanannya, dan membuka kandangnya, karena harimau itu telah lapar begitu lama, maka begitu kandang dibuka, harimau itu langsung menerkam dan memangsanya.

Ilustrasi. Kredit: smithsonianmag.com

Kebiasaan buruk, sekecil apapun, tidak boleh kita biarkan, karena kebiasaan buruk akan selamanya buruk, dan jika kita biarkan, lama-lama kita akan tidak sadar dan terbiasa. Hingga pada waktunya, kita akan mengalami kerugian akibat kebiasaan buruk yang kita pelihara. (sc/jul)

Sumber: pencerahansejati.com

VIDEO REKOMENDASI

Era Baru

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds