Florida — Pesawat ruang angkasa NASA akhirnya tiba di asteroid kuno Bennu, pada 3 Desember 2018. Pesawat NASA menjadi pengunjung pertama asteroid berusia miliaran tahun itu.

Penjelajah robotik Osiris-Rex mengintai dalam jarak 12 mil (19 kilometer) dari batu angkasa berbentuk berlian. Osiris-Rex akan semakin dekat pada beberapa hari ke depan. Rex akan pergi menuju orbit di sekitar Bennu pada 31 Desember 2018. Belum ada pesawat ruang angkasa yang pernah mengorbit seperti tubuh kosmik kecil.

Ini adalah upaya pertama Amerika Serikat untuk mengumpulkan sampel asteroid dan membawanya ke Bumi. Misi yang baru dicapai satu negara, Jepang, sejauh ini.

Para petugas pengendali penerbangan bertepuk tangan dan bersorak riuh ketika kabar konfirmasi datang dari Osiris-Rex. Robot itu berhasil sampai ke Bennu, tepat satu minggu setelah NASA mendaratkan pesawat luar angkasa di Mars.

“Lega, bangga, dan ingin mulai menjelajah!” Kicau ilmuwan utama dari Universitas Arizona, Dante Lauretta, di Twitter. “Ke Bennu dan kembali!”

Bennu berjarak sekitar 76 juta mil (122 juta kilometer) dari Bumi. Sehingga butuh waktu tujuh menit untuk mendapatkan data terbaru, yang dikirim dari pesawat ruang angkasa ke pengendali penerbangan di Lockheed Martin, Kota Littleton, Colorado. Perusahaan membangun pesawat ruang angkasa di sana.

Bennu diperkirakan akan didekati pada jarak lebih dari 1.600 kaki (500 meter). Para peneliti akan memberikan deskripsi yang lebih tepat pada pertemuan ilmiah, Senin (10/12/2018) depan di Washington.

Pesawat ruang angkasa NASA akan membayangi asteroid selama setahun untuk mengukur ukuran akurat asteroid itu. Rex juga akan meraup beberapa kerikil, untuk dibawa kembali ke Bumi pada 2023.

Para ilmuwan bersemangat untuk mempelajari materi dari asteroid kaya karbon seperti Bennu yang gelap. Material yang berpotensi mengandung bukti yang berasal dari awal tata surya kita, pada 4,5 miliar tahun yang lalu. Dengan demikian, ini adalah kapsul waktu astronomi.

Sebuah pesawat ruang angkasa Jepang, sementara itu, telah ‘nongkrong’ di asteroid dekat-Bumi lainnya sejak Juni, juga untuk mengumpulkan sampel. Ini adalah misi asteroid kedua Jepang. Batu terbaru ini diberi nama Ryugu, dengan besar sekitar dua kali lipat ukuran Bennu.

Sampel batu dari Ryugu seharusnya berada di Bumi pada Desember 2020. Akan tetapi rencana itu akan terlambat, dan diperkirakan tiba dibumi setelah kedatangan Osiris-Rex.

Osiris-Rex bertujuan mengumpulkan setidaknya 60 gram, atau 2 ons, debu dan kerikil. Pesawat ruang angkasa tidak akan mendarat, melainkan menggunakan lengan mekanik 10-kaki (3 meter) pada tahun 2020 untuk sesaat menyentuh dan menyedot partikel. Wadah sampel akan lepas dan menuju Bumi pada 2021.

Material yang dikumpulkan, akan terjun dan jatuh menuju Utah, AS. Itu akan mewakili jarak kosmik terbesar sejak astronot Apollo mengirimkan batu bulan ke Bumi pada akhir 1960-an dan awal 1970-an.

NASA telah membawa kembali debu komet dan partikel badai matahari sebelumnya. Akan tetapi tidak pernah berhasil membawa sampel asteroid. Jepang berhasil membawa pulang beberapa partikel kecil pada tahun 2010, dari misi asteroid pertamanya, di pesawat ruang angkasa bernama Hayabusa.

Bennu dan Ryugu dianggap berpotensi menjadi asteroid berbahaya. Itu berarti mereka bisa menabrak Bumi bertahun-tahun dari sekarang. Paling buruk, Bennu akan menabrak dan menimbulkan kawah raksasa di Bumi, paling cepat 150 tahun dari sekarang.

Kontak (robot Rex) dengan Bennu tidak akan mengubah orbitnya secara signifikan atau membuatnya lebih berbahaya bagi kami, Lauretta menekankan.

Para ilmuwan berpendapat bahwa semakin banyak mereka belajar tentang asteroid, Bumi akan lebih baik dalam mengantisipasi bencana yang mengancam akibat keberadaan Asteroid.

Misi Osiris-Rex senilai $ 800 juta dimulai dengan peluncuran pada 2016 dari Cape Canaveral, Florida. Odometernya membaca 1,2 miliar mil (2 miliar kilometer) pada hari Senin.

Nama pesawat ruang angkasa dan asteroid berasal dari mitologi Mesir. Osiris adalah dewa akhirat, sementara Bennu mewakili dewa bangau dan dewa kelahiran.

Osiris-Rex sebenarnya adalah singkatan NASA untuk asal-usul, interpretasi spektral, identifikasi sumber daya, penjelajah keamanan-regolith. (Marcia Dunn/AP/The Epoch Times)

Video Pilihan :

Simak Juga :

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds