Perkembangan Penyakit: “Penyakit Qi” Muncul Lebih Dulu, “Penyakit Darah” Kemudian

Yang disebut “Qi (energi vital)” dalam PTT, mirip dengan “energi” dalam PBM. “Apabila seorang Tabib PTT mengatakan ginjalnya tidak baik”, yang dimaksud adalah Qi pada ginjal, yang didapati pada saat memeriksa denyut nadi si pasien yang berat dan lemah, berarti Qi pada ginjal tidak mencukupi, karena yang dibahas adalah Qi, sebuah bidang yang masih dalam tahap penelitian oleh dokter PBM.

“Apabila seorang dokter PBM mengatakan ginjalnya normal”, adalah hasil tes darah pengukuran kreatin masih dalam batasan yang normal. Jadi yang dikatakan PTT adalah Qi pada ginjal, sedangkan yang dikatakan PBM adalah fungsi darah pada ginjal, yang dibahas keduanya adalah bidang yang berbeda.

Menurut PTT, proses perkembangan penyakit adalah: Terlebih dulu terjadi “penyakit Qi”, lalu disusul “penyakit darah”.

 Dalam kitab kuno “Huang Di Nei Jing” disebutkan: “Penyakit yang bergerak” adalah penyakit karena Qi, energi pada organ mengalami perubahan; sedangkan “penyakit yang timbul” adalah darah dan organ telah mengalami masalah.

Penyakit Qi muncul lebih awal daripada penyakit darah, jadi diagnosa dengan PTT dapat lebih awal mendeteksi masalah pada Qi (energi), bisa segera disembuhkan dengan herbal PTT atau dengan metode akupunktur; sedangkan pemeriksaan darah pada PBM (Pengobatan Barat Modern) lebih lambat menemukan masalah, dan pada saat itu biasanya penyakit telah mencapai stadium menengah menjelang akhir.

Asal Muasal dan Karakteristik PTT dan PBM Tidak Sama

Dalam PTT (Pengobatan Tradisional Tiongkok) dibicarakan banyak unsur tak berbentuk, termasuk Qi (dibaca: ji = energy vital, 氣), Shen (jiwa primer, 神), Hun (dibaca: huen, roh yang bersifat Yang, 魂), Po (dibaca: bo, roh yang bersifat Yin, 魄), karena tidak berbentuk maka tidak bisa diteliti dengan metode ilmiah modern.

Mungkin ada yang bertanya, “Mengapa pada Kitab PTT ‘Huang Di Nei Jing’ yang telah berusia 5.000 tahun telah ditemukan adanya Qi, Shen, Hun dan Po, sedangkan ilmu kedokteran modern tidak bisa menelitinya?” Hal ini terkait dengan perbedaan antara asal muasal dan karakteristik antara PTT dengan PBM (Pengobatan Barat Modern).

Ilmu Kedokteran Barat modern berawal dari abad ke-17, yang memiliki karakteristik “ilmu medis empiris” (evidence-based medicine), setiap teori kedokteran harus memiliki bukti ilmiah (percobaan pada hewan maupun uji klinis), seperti tekanan darah tinggi sebanyak 90%-95% pasien termasuk dalam kategori “hipertensi primer” sedangkan 5%-10% lainnya termasuk dalam kategori “hipertensi sekunder”, maka harus dilakukan uji klinis untuk menopang teori kedokteran ini, disinilah letak spirit kedokteran Barat modern yang paling penting.

Dibandingkan dengan kedokteran Barat modern ini, ilmu kedokteran Barat klasik merupakan “ilmu kedokteran warisan Dewata”.

Hippocrates dijuluki sebagai “bapak kedokteran Barat”, dan merupakan seorang dokter Yunani kuno sekitar 2400 tahun silam. Dalam buku “Hippocrates Oath” tercatat bahwa Hippocrates bersumpah pada “Dewa Medis” yakni Apollo: “Dewa Medis Apollo, Asclepius dan para Dewa di langit dan di bumi menjadi saksi, aku Hippocrates bersumpah: aku bersedia menaati sumpah ini dengan segenap kemampuanku.”

5.000 tahun silam “Huang Di Nei Jing (The Inner Cannon of Yellow Emperor)” juga merupakan ‘ilmu medis warisan Dewata’. Dalam “Huang Di Nei Jing” disebutkan ‘Jalan Medis’: “Ini adalah rahasia sang Pencipta yang diwariskan oleh Guru Leluhur.”

Share

Video Popular