Erabaru.net. Pada suatu ketika di masa Dinasti Jin, hiduplah seorang pria bernama Wangzhi. Suatu hari, dia membawa kapaknya ke Gunung Shishi untuk mencari kayu bakar. Dalam perjalanan, dia bertemu dengan sekelompok anak laki-laki yang tampan namun agak aneh.

Beberapa dari mereka duduk di bawah pohon dan yang lainnya duduk di tepi sungai. Beberapa dari mereka sedang bermain catur dan yang lainnya sedang bernyanyi. Mereka semua terlihat sangat nyaman dan tenang.

Wangzhi langsung tertarik dan mendekati mereka. Dia berdiri dan mendengarkan nyanyian serta melihat mereka bermain go (catur ala Tiongkok). Setelah beberapa waktu, dia merasa sedikit lapar dan salah satu dari anak laki-laki itu memberinya makanan berbentuk seperti kurma.

Ilustrasi. (wikimedia.commons)

Wangzhi memakannya dan tidak lagi merasa lapar. Kemudian satu orang anak laki-laki melihatnya dan bertanya: “Kenapa kamu masih disini?” Tiba-tiba Wangzhi seolah tersadar dan dia juga menyadari bahwa gagang kayu di kapaknya telah membusuk!

Ilustrasi. Kredit: homedepot.com

Wangzhi kembali ke desanya dan menemukan bahwa seluruh desa telah berubah. Semua teman dan keluarganya telah tidak ada lagi disana, ternyata puluhan tahun telah berlalu. Kini, beberapa orang yakin bahwa kisah ini nyata dan bahwa Wangzhi telah pergi ke ruang waktu lain, dimana dia telah dibuat bingung oleh makhluk-makhluk langit.

Setelah orang-orang mendengar kisah ini, mereka memberi catur Tiongkok sebuah nama lain: Lan Ke, atau, Gagang Kapak yang Busuk. Maknanya adalah bahwa bermain itu menghabiskan waktu Anda.

Dalam hidup kita boleh saja, dan memang perlu untuk bermain, namun jangan sampai kita terlalu asyik bermain hingga sampai menghabiskan waktu. Ingatlah bahwa waktu yang sudah lewat, tidak akan pernah bisa dikembalikan lagi, walau dengan cara apapun juga. (an/jul)

Sumber: pencerahansejati.com

VIDEO REKOMENDASI

Era Baru

Share

Video Popular