Erabaru.net. Adalah sebuah biara, yang dipimpin oleh seorang kepala biara bernama Shichiri Kojun.

Pada suatu hari, seorang perampok masuk ke dalam biara, ketika bertemu dengan kepala biara, dia mengacungkan golok dan mengancamnya, “Serahkan semua uang yang ada di sini!”

Kredit: vignette.wikia.nocookie.net

Kepala biara dengan tenang menjawab, “Uang ada di laci paling atas di sana, ambil saja, sisakan sedikit untuk membeli beras!”

Perampok itu langsung membuka laci dan mengambil semua uang yang ada di sana. Setelah itu, dia segera bergegas meninggalkan biara tersebut.

Saat dia akan pergi, kepala biara berkata, “Hei tunggu!”

Perampok itu berhenti, tangannya sudah siap untuk mencabut golok.

Ternyata kepala biara hanya berkata, “Setelah menerima sesuatu, kamu harus mengucapkan terima kasih!”

Ilustrasi. Kredit: kisspng.com

“Oh, hahaha, baiklah, terima kasih ya.” Kata si perampok sambil pergi keluar.

Ketika perampok itu melompati tembok biara, beberapa petugas ronda melihatnya, mereka mengejar dan kemudian berhasil menangkapnya.

Diapun dibawa ke hadapan kepala biara, “Kepala biara, apakah orang ini telah merampok disini?”

Di luar dugaan, kepala biara justru berkata, “Tidak, dia tidak merampok, saya justru memberinya uang, dia bahkan mengucapkan terima kasih.”

Ilustrasi. Kredit: Pinterest

Si perampok sangat terkejut mendengar kata-kata kepala biara, dia langsung merasa menyesal telah merampok disini.

Pada akhirnya, setelah mendapat keterangan dari seluruh penghuni biara, perampok itu tetap dihukum dan dipenjara selama 3 tahun.

Setelah menjalani masa tahanannya, perampok itu kembali menemui Shichiri Kojun, dia ingin bertobat dan memohon untuk diterima sebagai muridnya.

Apa yang bisa membuat seorang tukang jagal, meletakkan goloknya dan berkultivasi menjadi Buddha? Belas kasih, cuma itu. (ss/jul)

Sumber: pencerahansejati.com

VIDEO REKOMENDASI

Era Baru

Share

Video Popular