Erabaru.net. Hasil yang Anda dapatkan dari pekerjaan jauh lebih besar daripada pengorbanan Anda untuknya. Jika Anda melihat pekerjaan itu sebagai pengalaman belajar yang positif, maka dalam setiap jenis pekerjaan itu memiliki banyak peluang untuk pertumbuhan pribadi Anda.

Kerja demi gaji, sekilas tampak memiliki tujuan yang jelas, tetapi seringkali dibutakan oleh kepentingan jangka pendek, yang membuat kita tidak dapat melihat dengan jelas arah perkembangan di masa depan.

Mereka yang tidak puas dengan gaji rendah dan bekerja asal-asalan tentu saja merupakan kerugian pada bos, tetapi jika terus begini dalam jangka panjang, itu sama saja dengan menyusutkan hidup mereka, menghancurkan harapan mereka.

Mereka hanya bisa menjadi orang yang biasa-biasa saja dan pecundang yang berjiwa kerdil dalam hidup mereka. Mereka mengubur talenta mereka dan memusnahkan kreativitas mereka.

Oleh karena itu, dalam menghadapi gaji yang rendah, Anda harus memahami bahwa kompensasi yang dibayarkan oleh majikan kepada Anda adalah uang, tetapi imbalan yang Anda dapatkan di tempat kerja adalah pengalaman berharga, pelatihan yang baik, manifestasi dari bakat atau ketrampilan kerja dan pembentukan karakter. Hal-hal ini jauh lebih bernilai dan berharga daripada uang.

Anak muda, dengan tulus saya ingatkan, ketika baru terjun ke dalam masyarakat, Anda tidak perlu terlalu memikirkan tentang gaji, tetapi Anda harus memperhatikan imbalan yang didapat dari pekerjaan itu sendiri kepada Anda.

Misalnya, mengembangkan keterampilan Anda, meningkatkan pengalaman sosial Anda, dan meningkatkan karisma pribadi Anda. Dibandingkan dengan keterampilan dan pengalaman yang Anda dapatkan di tempat kerja, upah yang sedikit jelas tidak terlalu penting.

Kompensasi yang dibayarkan oleh majikan kepada Anda adalah uang, tetapi imbalan yang Anda dapatkan di tempat kerja adalah ‘emas’ (pengalaman/ketrampilan kerja) yang bermafaat seumur hidup bagi Anda.

Kemampuan/keterampilan kerja jauh lebih penting daripada uang, karena tidak akan hilang atau dicuri. Jika sempat, Anda bisa mempelajari dari orang-orang sukses, Anda akan menemukan mereka tidak selalu berada di puncak karier mereka.

Dalam sepanjang hidup mereka, mereka pernah berada di puncak dan jatuh ke dasar jurang lagi. Meskipun mereka naik dan turun, tapi ada sesuatu yang selalu menyertai mereka selamanya, yaitu ketrampilan kerja.

Kemampuan atau ketrampilan kerja dari pengalaman dapat membantu mereka kembali ke puncak kejayaan dan melihat hidupnya dari atas.(berada di puncak kemakmuran hidup)

Kita mengagumi orang-orang yang memiliki kreativitas, kemampuan membuat keputusan, dan wawasan yang tajam, namun, mereka tidak memiliki bakat ini sejak awal, tapi pengalaman dan pembelajaran dalam pekerjaan jangka panjang.

Di tempat kerja mereka belajar memahami diri mereka, menemukan jati diri (bakat/kemampuan) mereka, dan mengembangkan potensi mereka sepenuhnya.

Kerja bukan demi gaji, karena hasil yang Anda dapatkan dari pekerjaan itu jauh lebih besar daripada pengorbanan Anda untuknya. Jika Anda terus bekerja keras dan terus membuat kemajuan, Anda akan memiliki catatan hidup yang baik, tidak bernoda, sehingga Anda memiliki reputasi yang baik di perusahaan dan bahkan seluruh industri, dan reputasi yang baik akan menyertai Anda sepanjang hayat.

Banyak orang selalu suka “mencuri waktu saat kerja”, dan kalau bukan datang terlambat pasti pulang lebih awal, atau ngobrol dengan orang-orang di kantor, atau jalan-jalan dengan alasan dinas luar dan sebagainya.

Orang-orang seperti ini mungkin tidak akan serta mera dipecat atau gaji mereka dipotong, tetapi mereka akan mendapatkan reputasi yang buruk dan kariernya sulit untuk meningkat. Jika mereka ingin pindah pekerjaan, tidak ada orang yang akan tertarik pada mereka.

Seseorang, jika selalu berkutat dengan berapa banyak seharusnya dia mendapatkan gaji, bagaimana dia bisa melihat peluang pertumbuhan yang mungkin diperoleh dari balik gajinya? Dan bagaimana dia bisa menyadari betapa keterampilan dan pengalaman yang didapat dari pekerjaannya itu akan berdampak besar pada masa depannya? Orang-orang seperti ini hanya akan membelenggu diri mereka sendiri dalam amplop gaji, dan tidak akan pernah tahu apa yang mereka butuhkan sesungguhnya.(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular