Partai Komunis Tiongkok (PKT) telah menggunakan pengaruhnya di seluruh dunia melalui penargetan individu-individu, dan dibutuhkan kekuatan serta keberanian yang besar untuk menahan pengaruh tersebut, sebuah diskusi panel telah menyatakan.

Para ahli yang memiliki pengetahuan tentang kegiatan penyusupan (infiltrasi) PKT telah berdiskusi pada 10 Desember bagaimana PKT mampu memberikan pengaruh di masyarakat Australia dan bagaimana orang Australia dapat menahan infiltrasi tersebut. Diskusi panel, yang diselenggarakan oleh Australian Values Alliance, telah membuat penuh ruang di City Tattersalls Club di pusat kota Sydney.

Profesor etika Clive Hamilton, seorang intelektual publik dan penulis buku “Silent Invasion: China’s Influence in Australia” (Invasi Senyap: Pengaruh Tiongkok di Australia), mengatakan PKT menargetkan individu-individu, bukan kelompok-kelompok. Dalam bukunya yang diterbitkan pada Februari lalu, Hamilton mengidentifikasi beberapa individu di Australia yang dia duga keras adalah tunduk pada operasi-operasi pengaruh PKT.

“Operasi-operasi pengaruh tidak terjadi melalui institusi, mereka terjadi melalui individu,” kata Hamilton di panel. “Ini adalah orang-orang yang dijadikan target oleh PKT melalui kegiatan-kegiatan Front Persatuan mereka dan ada buku-buku petunjuknya, yang mana para kader diajarkan dari tentang bagaimana mendapatkan keuntungan atas seorang individu dan menjadikan dia sebagai teman Anda.”

panel diskusi campur tangan tiongkok di australia
Clive Hamilton berbicara di panel diskusi yang diselenggarakan oleh Aliansi Nilai-nilai Australia (Australian Values Alliance) di City Tattersalls Club di Sydney, Australia, pada 10 Desember 2018. (NTD)

“Dapat ditemukan bahwa orang-orang sangat rawan terkena pengaruh operasi-operasi ini,” tambah Hamilton. “Salah satu hal yang mengecewakan bagi saya … adalah betapa mudahnya untuk membeli orang.

“Sangat, sangat mudah untuk membeli orang apakah mereka politisi, akademisi, [atau] pebisnis. Anda sebenarnya tidak butuh banyak. Anda tidak perlu membeli mereka dengan uang, itu bisa berupa pujian.”

Profesor yang bergabung di China Studies Dr. Feng Chongyi di University of Technology, Sydney, mengatakan bahwa para pemimpin Australia seringkali meremehkan kemampuan mereka untuk menghadapi PKT dalam berbagai masalah.

“Para politisi Australia dan Selandia Baru, khususnya, cenderung mengecilkan kekuatan negara-negara mereka dan membesar-besarkan kekuatan rezim Tiongkok, [berpikir bahwa] ‘mereka sangat kuat, jika kita menghadapi mereka akan menghancurkan kita, kita tidak memiliki kekuatan untuk menghadapi mereka,’” katanya.

“Rejim PKT sangat bergantung pada sumber daya Australia untuk kelangsungan hidup dan pembangunan ekonomi. Mereka bergantung pada dukungan demokrasi di seluruh dunia untuk kelangsungan hidup mereka, bukan sebaliknya.”

Feng Chongyi dan Paul Monk di diskusi panel Sydney tengan campur tangan cina tiongkok di australia
Dr. Feng Chongyi dan Dr. Paul Monk pada diskusi panel yang diselenggarakan oleh Australian Values Alliance tentang pengaruh Tiongkok di Australia, di City Tattersalls Club di Sydney, Australia pada 10 Desember 2018. (NTD / Screenshot)

‘MEMBUNUH AYAM UNTUK MENAKUTI MONYET’

Pepatah Tiongkok “membunuh ayam untuk menakut-nakuti monyet,” yang berarti menghukum individu-individu dan menjadikannya contoh untuk orang lain, diskusi-diskusi yang telah mengingatkan di antara para panelis tentang bagaimana PKT mengalihkan sorotan perhatian yang tidak diinginkan menjadi topik-topik yang mengundang perdebatan tentang Tiongkok dengan menggunakan pendekatan yang sama.

Hamilton telah mencatat insiden pelecehan baru-baru ini yang menargetkan akademisi Selandia Baru Anne-Marie Brady, yang rumah dan kantornya telah dibobol. Banyak, termasuk Brady sendiri, percaya bahwa tindakan tersebut adalah bentuk pembalasan dari PKT karena penelitian kritisnya tentang politik-politik Tiongkok.

Hamilton telah menjelaskan bagaimana dia sendiri menjadi sasaran setelah penerbitan bukunya.

“Orang-orang keamanan yang handal yang tidak diundang mulai muncul di kantor saya dan [memberi saya] saran pengintaian balik, dan gedung saya di universitas telah menjadi seperti penjara di bawah kuncian, di mana masih ada orang-orang aneh masuk dan keluar,” katanya pada para hadirin. “Saya terhina … Beraninya [mereka] datang dan mencoba mengintimidasi saya untuk bungkam?”

Hamilton juga mencatat bagaimana PKT telah berulang kali menyebut dia sebagai anti-Tionghoa, xenofobia, dan “dengan sengaja merancukan antara PKT dengan Tiongkok dan orang-orang Tionghoa” sebagai cara untuk membungkam diskusi publik tentang pengaruh PKT di Australia.

“PKT, dengan caranya, harus melakukan itu karena itu satu-satunya cara mendapatkan legitimasi ia harus terus menegaskan kembali poin tersebut bahwa partainya mewakili rakyat,” katanya. “Tentu saja pengaruh Tiongkok di Australia disambut baik. Apa yang tidak diterima adalah pengaruh Partai Komunis Tiongkok di Australia.”

“Apa yang benar-benar mengganggu saya adalah cara dimana banyak komentator Australia menggemakan propaganda partai komunis … untuk secara esensial mengeksploitasi sejarah rasisme anti-Tionghoa di Australia, sebagai cara untuk mencoba membungkam orang-orang seperti saya, saya pikir benar-benar sangat berbahaya.

“Maksudnya adalah bahwa Anda tidak boleh berbicara tentang ancaman ini demi kedaulatan nasional kita dan ancaman ini demi sistem demokrasi kita karena, jika Anda melakukannya, maka Anda menjadi rasis. Dan, tentu saja, menuduh seseorang sebagai rasis adalah alat pembungkaman yang sangat kuat di negara-negara seperti Australia, Amerika Serikat, dan Kanada.”

Mantan kepala analisis Tiongkok untuk Organisasi Intelijen Pertahanan Australia, Dr Paul Monk, mengatakan bahwa PKT secara aktif tidak menganjurkan kritik terhadapnya di seluruh dunia.

“Jika kita berpikir ada sesuatu yang aneh atau tidak menyenangkan atau tidak menyenangkan terjadi dalam demokrasi Barat, kita membicarakannya, menulis tentang hal itu, tanpa hambatan,” katanya, memperingatkan bahwa hal yang sama tersebut tidak berlaku untuk rezim komunis seperti PKT. “Partai ini berniat tidak hanya mempertahankan tata pemerintahannya di Tiongkok tetapi dalam upaya untuk mencegah kecaman terhadapnya di luar Tiongkok.”

JADILAH “SEPERTI BAMBU” UNTUK MENENTANG TIONGKOK KOMUNIS

Mantan Miss World Canada dan advokat hak asasi manusia Anastasia Lin mengatakan pada panel tersebut bagaimana dia diberi label “persona non-grata” (orang yang tidak diterima) oleh PKT pada tahun 2015 karena dia telah berbicara tentang pelanggaran hak asasi manusia yang meluas. Dia juga telah menceritakan bagaimana, dalam banyak kesempatan, debat atau pembicaraan yang telah diatur baginya untuk hadir akan dibatalkan. Ini termasuk satu pembatalan terbaru untuk program langsung “The World” oleh Australian Broadcasting Corporation pada bulan Juni tahun ini.

Anastasia Lin berbicara di Panel di Sydney
Anastasia Lin berbicara di Sydney, Australia pada diskusi panel yang diselenggarakan oleh Australian Values Alliance tentang pengaruh Tiongkok di Australia di City Tattersalls Club di Sydney, Australia, pada 10 Desember 2018. (NTD)

Lin menggambarkan insiden tersebut sebagai hal yang mengecewakan.

“Pasti Konsulat Tiongkok telah menelepon mereka … Ini terjadi di Australia, yang saya sering merasa seperti negara Barat bagi orang-orang Tionghoa seharusnya aman, dan Anda seharusnya percaya pada demokrasi,” katanya. “Suara saya, kebebasan berbicara saya adalah satu-satunya cara saya melindungi keluarga saya di Tiongkok.”

Dalam melanjutkan pekerjaannya dalam advokasi hak asasi manusia, Lin mengatakan dia mengambil inspirasi dari para korban pelanggaran hak asasi manusia Tiongkok yang dia wawancarai untuk filmnya.

“Tidak peduli berapa banyak penyiksaan yang mereka alami, atau berapa banyak ancaman yang telah diterima keluarga mereka, mereka menjaga martabat dari apa yang saya lihat sebagai orang Tionghoa sejati, seperti bambu yang tidak akan goyah dalam badai. Ia sangat fleksibel sehingga tidak akan pernah bengkok atau rusak,” katanya. “Itulah yang membuat saya tetap bertahan.”

Monk mengatakan Australia telah banyak diuntungkan dari hubungannya dengan Tiongkok selama 20 tahun terakhir. Namun, orang-orang perlu waspada terhadap apa yang dia sebut sisi “berbahaya” dari operasi-operasi mempengaruhi yang dilakukan Tiongkok.

“Ada banyak orang yang menganggap ini adalah hubungan yang penting untuk Australia, memang benar. Anda dapat melihat jenis gelombang pasang seperti ini dan perahu-perahu milik orang yang benar-benar tidak baik hanya sejumlah kecil perahu di antara seluruh armada yang berlayar dengan cukup gembira. Itulah konteks yang kita operasikan. Sisi berbahaya tersebut sebagian besar tidak terlihat.”

“Kita sekarang berada dalam kondisi batas yang sulit dipahami ini di mana orang mulai merasa tidak nyaman karena semakin banyak yang telah terjadi dalam berita yang sebenarnya agak berbahaya mulai disaring agar tidak diketahui,” kata Monk. (ran)

Share

Video Popular