ANALISIS BERITA

Langkah berikutnya dalam kasus penangkapan eksekutif Huawei Meng Wanzhou adalah proses ekstradisi. Amerika Serikat ingin Meng diadili di pengadilan federal AS. Namun akankah pihak berwenang Kanada menyerahkannya?

Menjadi negara dengan aturan hukum, Kanada akan, tentu saja, harus memutuskan apakah akan mengekstradisi Meng, berdasarkan preseden hukum.

Namun ada tanda-tanda bahwa kasus tokoh papan atas Meng telah menarik perhatian khusus, dari kedua sisi Tiongkok dan Kanada.

Mengutip sumber anonim dalam penegakan hukum dan pemerintah Kanada, outlet berita Kanada Global News telah menulis dalam laporan 14 Desember bahwa badan intelijen utama Tiongkok, Kementerian Keamanan Negara (MSS), diyakini secara diam-diam memantau Meng, yang menjabat sebagai kepala eksekutif kauangan Huawei. Seorang mantan analis badan intelijen Kanada CSIS juga dikutip mengatakan bahwa, mengingat jaringan mata-mata Tiongkok yang luas, kemungkinan agen-agen MSS di Vancouver sedang memantau kasus Meng sekarang.

“Huawei bukanlah perusahaan normal dalam arti apa pun,” kata Stephanie Carvin, mantan analis tersebut, kepada Global News. “Ia terbungkus dalam kebangsaan Tiongkok dan mewakili kepentingan-kepentingan [pemimpin Tiongkok] Xi Jinping sebagai perusahaan juara nasional.”

Dia benar. Huawei, raksasa telekomunikasi, didanai oleh rezim Tiongkok dan dikontrak untuk mengembangkan dan menyediakan teknologi bagi pemerintah dan militer Tiongkok setempat. Perusahaan ini berada di garis depan dalam upaya Beijing untuk mengubah Tiongkok menjadi pemimpin untuk infrastruktur nirkabel 5G mutakhir, dan Meng adalah aset berharga bagi rezim Tiongkok. Media negara telah membela reputasinya sebagai tindakan patriotik.

MSS juga merupakan agen kuat yang dikenal melakukan spionase dan perekrutan untuk kepentingan rezim Tiongkok dari Prancis sampai Amerika Serikat.

Laporan tersebut lebih lanjut menyatakan bahwa staf pemerintahan British Columbia, provinsi tempat Meng ditangkap dan ditahan, dan di mana ia memiliki banyak properti, telah memberi perhatian khusus pada kasusnya setelah penangkapannya. Kepala staf pemerintahan tersebut dilaporkan telah membuat panggilan telepon ke kantor jaksa agung (departemen peradilan provinsi) British Columbia segera setelah penahanannya, “menyatakan keprihatinan bahwa mereka tidak bisa menahan Meng di sebuah fasilitas Canada Border Services … [dan] perlu memastikan dia diperlakukan dengan baik,” kata laporan tersebut.

Sebagai tanggapan atas laporan Global News tersebut, juru bicara kantor jaksa agung berkata: “Direktur komunikasi perdana menteri telah menghubungi kantor jaksa agung untuk sekadar mendapatkan kejelasan tentang apa yang dilaporkan dalam penyelidikan ini. Ini prosedur standar. Ini adalah permintaan untuk informasi saja, tidak ada permintaan untuk setiap perubahan keadaan.”

Seberapa penting kasus ini bagi rezim Tiongkok tidak kurang-kurang telah diwakili oleh bagaimana media yang dikelola negara telah menutupi kasusnya: secara resmi memperingatkan Kanada tentang “konsekuensi serius”; menulis editorial-editorial bernada tinggi yang menampar pemerintah Kanada dan AS sambil menyerukan boikot terhadap merek-merek Kanada; membagikan tulisan Meng yang diposting di media sosial, yang menulis pada malam dia dibebaskan dengan jaminan uang tunai $5 juta pada 11 Desember.

Dia telah memposting: “Saya bangga dengan Huawei. Saya bangga dengan ibu pertiwi!”

Pada saat yang sama, kasus ini merupakan masalah besar bagi Kanada, dimana telah terjadi di pertengahan. Tiongkok telah menahan dua warga Kanada yang bekerja di Tiongkok sebagai pembalasan atas penangkapan Meng. Ini telah menyebabkan memburuknya hubungan antara Tiongkok dengan Kanada pada saat ketika yang terakhir berusaha untuk mendapatkan kesepakatan perdagangan bebas dengan Tiongkok.

Otoritas Kanada telah membatalkan misi perdagangan dan menteri pariwisata negara tersebut telah memutuskan untuk menunda perjalanan yang dijadwalkan ke Tiongkok.

Pada akhirnya, apakah Meng akan diberikan ekstradisi akan diserahkan pada menteri kehakiman Kanada.

Namun, laporan Global News tentang permintaan otoritas British Columbia tersebut telah menimbulkan pertanyaan apakah ada kekuatan di antara pihak-pihak berwenang Kanada yang mungkin memiliki kepentingan khusus dalam kasus Meng.

Pada bulan Juni 2010, direktur-CSIS, Richard Fadden, secara blak-blakan mengatakan kepada siaran nasional CBC bahwa sejumlah pejabat pemerintah lokal, termasuk yang bertugas di British Columbia, telah dipengaruhi oleh agen asing, termasuk dari Tiongkok. Fadden menjelaskan bahwa Tiongkok adalah salah satu dari beberapa negara yang aktif menyusup ke panggung politik Kanada untuk merekrut pejabat-pejabat Kanada untuk berbagi informasi penting dengan Beijing.

Rumitnya masalah ini adalah negosiasi perdagangan yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dengan Tiongkok.

Pejabat AS dan Tiongkok telah menyatakan bahwa penangkapan tersebut tidak akan mempengaruhi pembicaraan yang sedang berlangsung. Namun dalam wawancara dengan Reuters pekan lalu, Presiden AS Donald Trump menggambarkan hubungan antara kasus Huawei dengan perselisihan perdagangannya dengan Tiongkok, mengatakan dia akan bersedia untuk campur tangan jika hal itu membantu menyelesaikan perselisihan tersebut atau akan melayani kepentingan-kepentingan keamanan nasional AS.

“Apa pun yang baik untuk negara ini, saya akan melakukannya,” kata Trump. (ran)

Share

Video Popular