- Erabaru - http://m.erabaru.net -

Bendera Merah Bintang Lima Komunis Tiongkok Dibakar Hingga Hangus Saat Aksi Bela Muslim Uighur

Erabaru.net. Bendera bintang lima Partai Komunis Tiongkok dibakar hingga hangus saat aksi bela Uighur di depan Kedutaan Besar RRT di Jalan Mega Kuningan Jakarta, Jumat (21/12/2018).

Aksi bakar bendera ini digelar pada pada dua lokasi yang berbeda di lokasi depan Kedubes Komunis Tiongkok.

Pembakaran yang pertama digelar di dekat mobil komando yang terletak di seberang kantor kedutaan. Aksi dimulai dengan orator yang membakar semangat massa untuk pembelaan penindasan dan genosida yang dialami oleh Muslim Uighur.

BACA JUGA : Serial Tujuan Terakhir Komunisme : Komunis Menaiki Panggung dan Membantai Kaum Elit [1]

“Bakar sampai habis semuanya,” kata orator.

Massa kemudian menginjak-nginjak bendera berideologi atheis ini hingga kemudian api membakar bintang lima ini.

[2]
Bendera merah bintang lima komunis Tiongkok dibakar massa

Massa pun berteriak keras yel-yel dengan pengusiran terhadap Komunis. “Usir-usir komunis sekarang juga,” teriak massa dengan semangat.

BACA JUGA : Serial Tujuan Terakhir Komunisme : Cara-cara Pembantaian Ala Partai Komunis [3]

Sementara di mobil komando, 0rator mengingatkan kepada massa agar tetap menjaga suasana aksi berlangsung dengan tertib. “Jaga ketertiban dan jangan terpancing,” ujar orator.

Bendera bintang lima yang dibakar selanjutnya terletak di atas kawat berduri membentengi Kedutaan Besar RRT. Asap pun mengepul hingga kemudian hanya menyisakan sisa-sisa abu dan bertebaran karena tertiup angin.

Sebelumnya, Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Yusuf Martak menyatakan pihaknya mengutuk keras terhadap pemerintahan komunis Tiongkok atas penindasan terhadap muslim Uighur di Xinjiang.

“Kami mengecam keras bahwa perbuatan yang dilakukan oleh rezim komunis Tiongkok tersebut adalah pelanggaran nyata atas hak asasi manusia dan hukum internasional,” tegasnya.

Menurut dia, kebebasan beragama merupakan hak bagi setiap manusia. Maka, kata dia, Muslim Uighur yang merupakan mayoritas penduduk di Provinsi Xinjiang harus memiliki dan diberikan kebebasan menjalankan agamanya.

Pantauan di lapangan Aksi ini digelar berlangsung dengan lancar dan tertib. Petugas kepolisian terlihat hanya berdiri berjaga-jaga di sekitar lokasi aksi. Massa pun sempat memunguti sampah-sampah dari sekitar lokasi Aksi Bela Muslim Uighur. (asr)