Erabaru.net. Ada banyak hal dalam hidup yang di luar kendali kita. Ketika seseorang yang dekat dengan kita telah meninggalkan kita, kita ingin memberikan penghormatan terakhir dengan menghadiri pemakamannya. Tetapi bagaimana jika Anda harus memilih antara menghadiri pemakaman dan pekerjaan?

Ini adalah keputusan yang harus diambil oleh seorang mahasiswa dari College of New Jersey. Bekerja paruh waktu sebagai pelayan di Kafe 72, dia mengirim sms kepada manajernya untuk meminta cuti untuk menghadiri pemakaman teman dekatnya, Michael Sot.

Cafe 72 terletak di Ewing Township, New Jersey. (Foto: Google Maps)

Dalam tangkapan layar yang menunjukkan percakapan antara siswa dan bosnya bernama Katie, publik tidak bisa menahannya dan bereaksi negatif setelah mengetahui situasi yang mengejutkan itu.

Manajernya menuduh pekerja mahasiswa itu tidak menganggap serius pekerjaannya, Katie membuat banyak orang marah dengan kata-katanya yang kasar.

Ketika mahasiswa itu dengan sopan meminta cuti dan berusaha mencari tahu apakah ada yang bisa mengganti shiftnya sehingga dia tidak membiarkan bosnya menggantung, respons Katie terlalu banyak.

Dia dengan sopan bertanya sebelumnya apakah ada orang yang tersedia untuk menggantinya sehingga dia dapat menghadiri layanan pemakaman.

(Foto: Imgur)

“Jangan kembali. Aku menyukaimu, tetapi aku muak dengan semua staf yang tidak menganggap serius pekerjaan mereka dan hanya berharap aku bisa menutupi semua giliran kerjamu. Saya punya bisnis untuk dijalankan pada akhir hari. Dan sebuah keluarga, ”kata Katie dalam teks.

Katie menyarankan agar pelayan itu tidak datang untuk bekerja lagi jika dia memutuskan untuk menghadiri pemakaman.

(Foto: Imgur)

“Aku harus membiarkanmu pergi … Aku tidak merasa bersalah padamu”

(Foto: Imgur)

Ketika tangkapan layar itu menjadi viral, rekan pemilik Kafe 72, Ben (suami Katie) memposting permintaan maaf yang panjang ke Facebook restoran (yang sekarang dihapus) dan mengatakan itu adalah kesalahpahaman dan pekerja itu tidak dipecat. Dia juga menyebutkan bahwa mereka telah menyumbangkan 1000 dollar untuk penggalangan dana Sot.

Sot terbunuh setelah sopir yang buruk telah menabrak kendaraannya.

(Foto: GoFundMe)

Apa yang telah dilakukan tidak dapat diurungkan. Sejak percakapan itu dibagikan di Internet, pasangan pemilik kafe tersebut telah menerima serangan balik dan boikot yang meluas dari para pelanggan.(yant)

Sumber: goodtimes.com/

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Era Baru

Share

Video Popular