Erabaru.net. Malang memang nasib Rosa, pengantin baru yang tak lama baru menikah itu mengalami kecelakaan fatal. Ketika dokter menyatakan lumpuh pada anggota badan bagian bawahnya, ibunya seketika menangis sedih tak sanggup menahan pukulan berat seperti itu.

Karena mahalnya biaya pengobatan ketika itu, suami Rosa dan ibunya mengurus Rosa secara bergantian sambil kerja.

Namun, siapa sangka, sejak itu terjadi serangkaian peristiwa yang tak terduga.

Pada bulan pertama mengurus Rosa, suaminya selalu datang sendiri ke rumah sakit, dan ketika itu dia tampak akrab dengan seorang suster rumah sakit.

Belakangan, keduanya berkencan dan terjadilah hal yang tak seharusnya terjadi, suster itu hamil.

Awalnya, Niko suami Rosa bermaksud membujuk suster bernama Nina itu untuk menggugurkan anak dalam kandungannya.

Namun, ketika dia melihat kondisi Rosa, istrinya yang diam tak bergerak karena lumpuh, dia pun merenung mungkin untuk hari-hari selanjutnya dia harus mengurus Rosa selamanya dalam kondisi seperti itu, biaya rumah sakit yang mencekik leher dan bahkan mustahil bisa memiliki sebuah keluarga yang utuh bahagia, gumamnya.

Perasaanya pun bergejolak tak menentu dan dia pun mulai goyah.

Niko mempertimbangkan kalau dia memilih Nina, mungkin segala sesuatuya akan berubah.

Di tengah kecamuk perasaannya, akhirnya Niko dengan tega mengajukan cerai pada Rosa..

Rosa pun menangis sedih ketika mengtahui Niko akan menceraikannya dan membangun keluarga baru.

Lain halnya dengan ibu Rosa, dia tampak tenang dan tidak terkejut dengan kepergian Niko menantunya.

Dia tahu kelumpuhan putrinya telah membuatnya serba salah. Namun, bagaimana pun Rosa adalah putri kandungnya, siapa pun boleh meninggalkannya, hanya dia, ibunya yang harus tetap selalu berada di sisinya.

Jadi ibu Rosa tidak mengajukan protes apa pun ketika Niko mengajukan cerai pada putrinya, justru sang ibu terus membujuk dan menenangkan emosi Rosa, putrinya.

Setelah Rosa dipaksa untuk bercerai, banyak orang menyatakan simpati, tetapi saat sejumlah orang menjenguknya di rumah sakit, mereka hanya mendesah sambil menggeleng-gelengkan kepala, pesimis melihat kondisi Rosa.

Mereka berpikir bahwa ibu tunggalnya sama sekali tidak sanggup mengurus putrinya. Bahkan cukup banyak yang menyarankan ibu Rosa sebaiknya pasrahkan saja putrinya.

Namun, ibu Rosa tidak pernah peduli dengan simpati dan bujukan siapa pun.

Dan bersikeras, putrinya tidak akan terus berbaring seumur hidup di tempat tidur, suatu hari nanti pasti akan sembuh !

Dengan keyakinannya, ibu Rosa terus mengurus putrinya selama 5 tahun berturut-turut dalam kondisi yang memprihatinkan.

Berkat perawatan sang ibu yang telaten dan bimbingan batin terhadap Rosa selama lima tahun, perlahan-lahan membakar semangat dan tekat Rosa untuk pulih seperti sediakala..

Akhirnya, pada tahun kelima yang dilalui dalam cobaan dan derita dari ibu dan putrinya itu, terjadilah keajaiban. Ya berkat campur tangan Tuhan, tiba-tiba saja Rosa pulih dari kelumpuhannya.

Kesembuhan Rosa yang tak terduga itu jelas membuat orang-orang sulit untuk percaya, dan mukjizat kesembuah Rosa pun diliput sejumlah media.

Rosa menceritakan masa-masa getir menjalani hidupnya di atas tempat tidur. Dia sangat sedih dan kecewa dengan sikap Niko, mantan suaminya yang memilih menceraikannya ketika itu, tetapi ibunya telah menebus semua penderitaanya dengan merawatnya secara telaten hingga terjadi mukjizat yang tak terduga.

Yang membuatnya menangis bukanlah siksaan dan penderitaan terbaring lemah di atas tempat tidur, melainkan ibunya yang selama lima tahun selalu dengan setia merawatnya sambil menanggung tekanan yang hanya bisa dirasakan sendiri oleh ibunya tercintanya yang hebat.(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Era Baru

Share

Video Popular