BEIJING — Tiongkok dan Amerika Serikat telah membuat rencana untuk perundingan tatap muka mengenai perdagangan pada bulan Januari, kata kementerian perdagangan Tiongkok pada 27 Desember, ketika dua negara ekonomi terbesar dunia tersebut berupaya untuk menyelesaikan perang dagang yang telah berlangsung berbulan-bulan.

Rundingan-rundingan melalui panggilan telepon “intensif” akan terus berlanjut selama menunggu waktu, Gao Feng, juru bicara kementerian perdagangan Tiongkok, mengatakan kepada wartawan, menambahkan bahwa pembicaraan telah terus bergerak maju meskipun liburan Natal di Amerika Serikat.

“Bahkan ketika pihak AS. berada di masa liburan Natal, tim ekonomi dan perdagangan Tiongkok dan AS telah berkomunikasi secara erat, dan konsultasi berlangsung dengan tertib sesuai jadwal,” kata Gao, ketika ditanya tentang kemajuan negosiasi.

Gao tidak berkomentar langsung ketika diminta untuk mengkonfirmasi laporan media tentang kunjungan delegasi perdagangan AS yang dijadwalkan untuk hari minggu 7 Januari.

Bloomberg, mengutip dua orang yang akrab dengan masalah ini, telah melaporkan pada 26 Desember bahwa tim perdagangan AS akan melakukan perjalanan ke Beijing pada 7 Januari untuk pembahasan. Menambahkan, delegasi AS tersebut akan dipimpin oleh wakil utusan Perwakilan Perdagangan AS Jeffrey Gerrish dan akan menyertakan David Malpass, wakil menteri keuangan untuk urusan internasional.

“Kedua belah pihak memang telah membuat pengaturan-pengaturan khusus untuk perundingan tatap muka pada Januari selain untuk melanjutkan rundingan-rundingan telepon secara intensif,” katanya, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Para pejabat AS dan Tiongkok telah berbicara melalui telepon dalam beberapa pekan terakhir, namun pertemuan bulan depan akan menjadi pembicaraan langsung yang pertama sejak Presiden AS Donald Trump bertemu dengan rekannya dari Tiongkok, Xi Jinping, di Buenos Aires pada 1 Desember, ketika kedua pemimpin setuju untuk berhenti menaikkan tarif-tarif pembalasan.

Para pemimpin juga sepakat untuk memulai pembicaraan baru sementara Amerika Serikat telah menunda kenaikan tarif yang telah direncanakan 1 Januari sampai bulan Maret.

Sebagai tanggapan, Tiongkok telah memulai kembali pembelian kedelai AS untuk pertama kalinya dalam enam bulan, meskipun tarif-tarif berat untuk kargo-kargo AS masih tetap ada.

PENANGGUHAN TARIF

Tiongkok juga mengatakan akan menangguhkan tarif tambahan untuk kendaraan dan suku cadang buatan AS selama tiga bulan mulai 1 Januari, menambahkan bahwa mereka berharap kedua pihak dapat mempercepat negosiasi untuk menghapus semua tarif tambahan untuk barang masing-masing.

Dalam tanda rekonsiliasi lainnya, Tiongkok telah mengeluarkan pada 25 Desember daftar yang disebut daftar negatif yang menentukan industri-industri di mana investor-investor, domestik atau asing, dibatasi atau dilarang.

Daftar terpadu tersebut dilihat sebagai upaya lain untuk mengatasi kekhawatiran di antara investor Barat tentang tidak ada lapangan bermain yang adil di Tiongkok. Namun, investasi di sektor-sektor utama Tiongkok masih dilarang.

TIONGKOK MELUNAK

Di tengah meningkatnya kecaman, berkurangnya investasi-investasi asing, dan tekanan perang dagang dari Amerika Serikat, Tiongkok baru-baru ini membuat beberapa konsesi terhadap tuntutan-tuntutan AS dengan berjanji untuk membuka pasar domestik lebih jauh kepada investor asing dan melindungi hak-hak mereka dengan lebih baik.

Kementerian perdagangan sedang bekerja untuk meningkatkan akses pasar untuk investor-investor asing di sektor telekomunikasi, pendidikan, medis, dan budaya, kata Gao, ketika ditanya tentang bidang-bidang yang dapat dikurangi pembatasannya.

Secara khusus, pembatasan ekuitas untuk investasi asing di sektor pendidikan dan medis akan lebih longgar, katanya, tanpa memberikan jadwal waktunya.

Pada 26 Desember, Tiongkok telah meluncurkan rancangan undang-undang investasi asing yang berisi larangan yang telah diusulkan tentang transfer teknologi paksa dan “campur tangan” pemerintah dalam operasi-operasi perusahaan asing, praktik-praktik yang menjadi sorotan selama perang perdagangan. Namun, para ahli tidak optimis bahwa peraturan tersebut akan secara efektif menghentikan usaha-usaha patungan Tiongkok dalam menekan perusahaan-perusahaan asing untuk mentransfer teknologi.

Draf tersebut kemungkinan akan melalui beberapa pembacaan interpretasi sebelum diserahkan ke legislatif stempel karet Tiongkok untuk persetujuan resmi, yang bisa memakan waktu satu tahun atau lebih.

Menumpuknya beberapa ketidakpastian yang menghambat pembicaraan perdagangan adalah penangkapan kepala keuangan Huawei baru-baru ini di Kanada atas permintaan Amerika Serikat.

Jaksa penuntut AS menuduh Meng Wanzhou menipu bank-bank multinasional mengenai transaksi-transaksi yang terkait dengan Iran, dalam tindakan yang melanggar sanksi-sanksi AS. (ran)

Rekomendasi video:

Krisis Kekurangan Pangan Mengancam Tiongkok

Share

Video Popular