Seorang mantan pejabat tinggi keamanan Tiongkok telah dijatuhi hukuman penjara seumur hidup sebagai bagian dari tindakan keras terhadap korupsi, di pengadilan di Provinsi Liaoning pada 27 Desember.

Ma Jian, mantan wakil menteri di Kementerian Keamanan Negara, kepala badan intelijen Tiongkok, dihukum karena menerima suap, perdagangan orang dalam (insider trading), dan membuat kesepakatan-kesepakatan bisnis “paksaan”, pengadilan di Dalian mengatakan dalam sebuah pengumuman di situs webnya.

Ma, 63 tahun, juga akan didenda lebih dari 50 juta yuan (US$7,28 juta) dan akan dilucuti dari aset-asetnya.

Pada tahun 2012, pemimpin Tiongkok Xi Jinping telah memprakarsai kampanye anti korupsi untuk membersihkan Partai Komunis Tiongkok (PKT) dari pejabat-pejabat yang berperilaku tidak baik, yang sering juga musuh politiknya. Ratusan ribu anggota PKT, dari anggota Politbiro paling kuat hingga kader berpangkat rendah, sejak itu telah dipecat.

Aparat keamanan Tiongkok terutama ditargetkan karena menjadi tempat persembunyian watak-watak seperti itu. Ma adalah salah satu pejabat keamanan paling senior yang dihukum sejak mantan kepala keamanan Zhou Yongkang dipecat kemudian dijatuhi hukuman penjara seumur hidup, pada Juni 2015.

Kementerian Keamanan Negara (MSS) sangat tertutup dan melakukan operasi mata-mata untuk tujuan-tujuan rejim Tiongkok, seperti mencuri kekayaan intelektual yang sangat berharga dari Barat.

Agansi tersebut baru-baru ini menjadi berita utama di Amerika Serikat karena menjadi dalang di balik serangan cyber terhadap perusahaan-perusahaan dan lembaga-lembaga pemerintah AS. Beberapa orang, termasuk seorang perwira MSS, telah didakwa atas tuntutan federal.

Pengadilan memutuskan bahwa Ma telah menerima suap lebih dari 100 juta yuan sebagai imbalan untuk membantu bisnis-bisnis.

Ma juga mendapatkan hampir 5 juta yuan dari perdagangan saham berdasarkan informasi orang dalam.

Pengadilan secara khusus telah menuding bahwa Ma telah membantu taipan bisnis di pengasingan, Guo Wengui, yang telah menjadi berita utama dengan klaimnya yang meledak-ledak tentang pejabat-pajabat tinggi PKT. Guo juga dicari oleh otoritas Tiongkok atas tuduhan suap, penipuan, pencucian uang, dan lainnya.

Untuk membantu perusahaan-perusahaan Guo, Ma mengancam individu-individu untuk mentransfer saham perusahaan, melepaskan hak beli prioritas, dan kegiatan-kegiatan bisnis lainnya, menurut pengadilan.

LATAR BELAKANG

Ma ditempatkan di bawah investigasi oleh badan anti korupsi PKT pada Januari 2015, sekitar waktu yang sama ketika Zhou dan rekan-rekannya juga sedang diselidiki. Zhou adalah anggota kunci dari faksi politik, dikenal sebagai “faksi Jiang” karena kesetiaannya kepada mantan pemimpin PKT Jiang Zemin, yang menentang kepemimpinan Xi.

Mengutip sumber-sumber anonim, Financial Times melaporkan pada saat itu bahwa kesalahan Ma telah melibatkan transaksi-transaksi bisnis Zhou yang korup di provinsi barat daya Yunnan.

Karena Ma menghabiskan sebagian besar karirnya yang panjang di aparat keamanan, tidak mengherankan bahwa dia akan memiliki hubungan dengan Zhou, yang memerintah polisi dan pengadilan Tiongkok selama masa jabatannya.

Media Hong Kong juga telah melaporkan bahwa Ma dipromosikan melalui pejabat berpangkat cukup tinggi, berterima kasih kepada Zeng Qinghong, mantan wakil ketua dan tangan kanan Jiang. Ketika Zeng menjadi kepala Departemen Organisasi, sebuah lembaga yang membuat penunjukan kepegawaian, pada 1999, ia telah mempromosikan puluhan pejabat, termasuk Ma, menurut laporan media tersebut.

The Epoch Times juga sebelumnya telah melaporkan bahwa Ma dan Guo bekerja bersama dengan kepala keamanan Provinsi Hebei untuk menekan bisnis-bisnis lokal agar terlibat melakukan penawaran mereka. (ran)

Ikuti Annie di Twitter: @annieeenyc

Rekomendasi video:

Kasus HIV AIDS Baru Melonjak di Tiongkok

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds