Brussels — Pemerintah Belgia akan mengajukan banding terhadap perintah hakim yang memaksa mereka memulangkan dua wanita Belgia dari penjara Kurdi di Suriah. Mereka dihukum sebagai militan ISIS bersama enam anak mereka di Suriah. Demikian dirilis oleh Kementerian Migrasi Belgia, baru-baru ini.

Seorang hakim mengatakan pada hari Rabu pekan lalu bahwa Belgia harus membawa kembali Tatiana Wielandt, 26 tahun, dan Bouchra Abouallal, 25 tahun. Mereka dan anak-anaknya ditahan gerilyawan Kurdi, di kamp Al-Hol di bagian Suriah yang didominasi orang Kurdi.

Maggie De Block, menteri yang bertanggung jawab atas kebijakan migrasi, mengatakan kepada penyiar VTM bahwa harus dibuat perbedaan antara ibu dan anak-anak.

“Anak-anak tidak memilih untuk dilahirkan dalam keadaan seperti itu. Empat dari enam (anak) adalah anak-anak Belgia, mereka memiliki kakek-nenek di sini. Salah satu anak dilaporkan sakit parah. Kami bertanggung jawab untuk melihat apa yang bisa kami lakukan,” kata Maggie kepada VTM.

Dia tidak merinci apa yang mungkin dilakukan negara tentang dua anak lainnya.

“Para ibu, itu cerita yang berbeda. Mereka telah dihukum di sini. Mereka telah berkontribusi dalam perencanaan serangan teroris di sini. Saya pikir kita harus menilai risiko dan bukan hanya dengan rela menerimanya.”

Kedua wanita itu dinyatakan bersalah karena menjadi anggota ISIS. Masing-masing wanita itu dihukum lima tahun penjara oleh pengadilan Antwerp pada bulan Maret 2018.

Ratusan warga Eropa, banyak dari mereka bayi, ditahan oleh milisi Kurdi yang didukung Amerika Serikat di tiga kamp sejak ISIS diusir dari hampir semua wilayahnya tahun lalu, menurut sumber-sumber Kurdi.

Negara-negara Eropa telah bergulat dengan cara menangani tersangka militan dan keluarga mereka yang ingin kembali dari zona tempur di Irak dan Suriah.

Prancis bekerja untuk membawa kembali anak-anak yang ditahan oleh pasukan Kurdi Suriah. Akan tetapi, mereka akan meninggalkan ibu anak-anak itu, untuk dituntut oleh otoritas lokal karena menjadi anggota ISIS, menurut pejabat Perancis.

Paris khawatir jika anak-anak ini dibiarkan di Suriah, mereka pada akhir juga akan berpotensi menjadi militan.

Kurdi mengatakan itu bukan tugas mereka untuk menuntut atau menahan mereka tanpa batas waktu. Mereka membuat para perempuan dan anak-anak dalam kesulitan hukum.

Hakim mengatakan pada hari Rabu bahwa Belgia harus mengatur perjalanan dalam waktu 40 hari setelah diberitahu tentang keputusan tersebut. Jika tidak melakukan perintah pengadilan, pemerintah wajib membayar denda harian 5.000 euro ($ 5.718) untuk setiap anak, hingga maksimum 1 juta euro. (Reuters/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

Simak Juga :

Share

Video Popular