- Erabaru - http://m.erabaru.net -

Ditemukan Sarkofagus Granit Seberat 100 Ton di Bawah Tanah, Arkeolog Tertegun Setelah Sarkofagus Raksasa Itu Dibuka

Erabaru.net. Sejak orang-orang mulai mempelajari prestasi dari peradaban Mesir kuno puluhan ribu tahun lampau, kita selalu berdecak kagum dengan setiap peradaban-peradaban yang luar biasa itu.

Sejumlah besar bukti mendorong kita harus percaya bahwa nenek moyang kita memiliki teknologi maju puluhan ribuan tahun yang lalu, dan itu adalah sesuatu yang kita harapkan sekarang.

[1]
Teknik seperti itu memungkinkan peradaban kuno menghasilkan karya hebat seperti misalnya teknologi Mesir kuno di atas yang dapat memotong, mengangkut, menata dan menempatkan batu-batu ukuran besar seberat 100 ton.

Sarjana mainstream mengatakan bahwa semua itu dikerjakan dengan menggunakan tongkat dan batu, namun, tempat-tempat seperti Serapeum (Peti mati batu raksasa) di Saqqara, justeru mengisahkan cerita yang sangat berbeda.

[2]

Sejak ditemukan pada tahun 1850, Serapeum di Saggara itu telah menjadi tempat yang penuh misteri, menakjubkan sekaligus membingungkan.

Labirin zaman kuno yang megah adalah tempat istirahat yang terbuat dari batu raksasa, sarkofagus-sarkogafus ini masing-masing berbobot antara 70 –100 ton.

Pada dasarnya, keberadaan batu-batu raksasa ini membuktikan, pembuatan sarkofagus-sarkofagus yang luar biasa ini bersumber dari ilmu pengetahuan dan geometri serta matematika, dengan adanya keterampilan yang mutlak diperlukan ini, baru bisa membentuk, memotong, mengangkut dan menempatkan batu-batu raksasa pada posisinya.

[3]

Ada yang percaya sarkofagus-sarkofagus itu untuk pemakaman. Sementara menurut Brien Foerster, seorang penulis dan petualang, bahwa fakta dibalik Serapeum itu sulit kita bayangkan, dan tidak ada hubungan sedikitpun dengan pandangan yang menyatakan bahwa itu adalah ruang pemakaman banteng.

Kita tahu sarkofagus-sarkofagus itu bukan tempat pemakaman banteng. Dan perlu dicatat, ketika Serapeum ditemukan, ada sebagian sarkofagus itu diledakkan dengan mesiu, dan di dalamnya ternyata kosong.

[4]

Para peneliti tidak tahu persis untuk apa benda-benda (sarkofagus) itu, dan bagaimana proses pembentukannya pada puluhan ribu tahun yang lalu.

Menariknya, sebagian besar sarkofagus terbuat dari Rose granite, itu adalah pelikan yang sangat keras, jarak antar pertambangan dengan Serapeum sekitar 800 kilometer jauhnya, lagipual beberapa sarkofagus menggunakan bahan yang lebih keras, seperti misalnya sarkofagus yang terbuat dari diorite, asal bahan-bahan bahkan lebih jauh dari Serapeum.

Hal ini tidak bisa tidak membuat anda bertanya-tanya, sebenarnya teknik apa yang digunakan orang-orang zaman kuno itu, teknik pemotongan batu raksasa yang akurat, pembentukan yang sempurna, pengangkutan dan cara menempatkan batu-batu raksasa yang beratnya mencapai 100 ton itu?

[5]
Untuk mengungkap fakta ini, kita harus melihat kembali Mesir sebelum masa pemerintahan Firaun.

[6]
Sebelum Firaun Menes Narmer berkuasa, ada sepotong periode Mesir kuno yang panjang, yaitu raja lain, dewi dan “orang-orang dari atas” (Those who came frome above) yang memerintah tanah Mesir sekarang.

[7]

Selama periode sebelum pemerintahan Firaun, sebagian besar sarjana dan ahli Mesir Kuno mempertahankan sejarah yang sangat misterius ini, terutama karena mereka tidak dapat menerima hal-hal yang dijelaskan dalam literatur, karena hal-hal tersebut tidak sesuai dengan keyakinan sebagian besar sejarawan, arkeolog dan ahli Mesir Kuno.

Masa sebelum 3000 SM, yaitu masa munculnya firaun resmi pertama di Mesir, sejarah tersebut merupakan sebuah misteri besar.

Kita tahu bahwa sarkofagus-sarkofagus granit besar tersebut tidak mungkin untuk dipindahkan atau diangkut. Ada yang telah mencoba dengan sebuah tim khusus dan alat berat, tapi sarkofagus granit yang sedikit lebih kecil dari yang lain, hanya berpindah sedikit dan sekarang berada di tengah koridor dan tetap ditinggalkan di sana karena tidak bisa diseret lebih jauh.

Dari sisi ukuran dan presisi serta halusnya sarkofagus granit ini, kita tahu bahwa sarkofagus tersebut adalah bukti dari sebuah teknologi yang luar biasa dan kita bertanya-tanya bagaimana mereka (sarkofagus) bisa dibawa ke dalam lorong bawah tanah yang sempit di mana crane tidak bisa kesana.

Beberapa ahli berpendapat bahwa ke 24 sarkofagus granit besar tersebut sejak awal memang telah berada disana, dan itu adalah peninggalan sebuah peradaban yang lebih tua dari peradaban Mesir kuno. (jhoni/rmat)

VIDEO REKOMENDASI