Erabaru.net. Bagi kita, adalah sesuatu yang menjengkelkan saat tidak sengaja menumpahkan kopi, kita harus membersihkan meja atau membersihkan tumpahan kopi pada pakaian.

Tetapi kopi yang tidak sengaja ditumpahkan Giulia Bernardelli ini justru menarik perhatian banyak orang.

Gadis Italia berusia 27 tahun itu lulus dari Akademi Seni Rupa Bologna yang bergengsi, dan dia mendapat gelar master, tetapi jalur seninya penuh dengan lika-liku..

Karyanya diejek oleh profesor, “Tidak memiliki nilai seni, dan tidak berbakat dalam bidang seni, sebaiknya jangan memilih jalur seni di masa depan.” Sindir sang profesor.

Diejek sedemikian rupa, tidak membuat Giulia tersinggung, justru dia menulis tentang kehidupan yang inspiratif, dia mematuhi nasihat profesornya dan menjadi anggota staf di museum setelah lulus.

Giulia berangkat kerja tepat waktu setiap hari, di jalan yang selalu dilalui dan kafe langganannya, dia menikmati sejenak teh senja sambil memandang kerumunan orang-orang yang berlalu-lalang, hidupnya tampak tenang seperti air yang mengalir.

Suatu hari, Giulia Bernardelli secara tidak sengaja menumpahkan secangkir kopi ketika sedang menikmati kopi di kafe, dan entah mengapa hal itu membuatnya sedih, sehingga dia pun menangis tertahan.

“Saya sedih bukan karena kopi yang tumpah itu, tetapi kasihan pada hidupku seperti secangkir kopi, sekilas tampak tenang dan harum semerbak sebelum tumpah, tetapi menjadi gelap dan berantakan setelah tumpah,”kata Giulia.

Percikan kopi yang tumpah seperti awan gelap selalu menari-nari dalam benaknya. Ketika pelayan datang menanyakan apakah membutuhkan bantuan, dia hanya menggelengkan kepala sebagai tanda menolak, dia ingin merenungi dengan tenang hidup yang dingin ini.

Sambil mencoret-coret sesukanya bekas tumpahan kopi itu, Giulia merenungi jalan seni yang telah dia jalani selama lebih dari satu dekade itu.

“Apa benar aku memang tidak berbakat seni, mungkinkah aku telah memilih jalur hidup yang keliru?”gumamnya.

Ketika membayar kopinya dan akan pergi, kebetulan pelayan melihat bekas tumpahan kopi di atas meja dan tanpa sadar memuji ukiran Giulia yang mengagumkan.

Saat itulah, Giulia baru menyadari sebuah lukisan yang dicoret-coret sekedarny di atas meja itu.

Kreasi Giulia Bernardelli pada dasarnya tercipta secara alami.

Penciptaan yang tidak disengaja itu seketika membuka pikirannya. Setiap sore waktu minum teh, di mana selama terlintas gambar atau ide di benaknya, dia akan membuat lukisan dengan kopinya.

“Aku tidak pernah berpikir membuat lukisan seperti itu. Pada dasarnya, semua itu tercipta secara alami, apa pun yang terlintas dalam benakku itulah yang tercipta dengan sendirinya, dan aku juga tidak akan memesan secangkir kopi hanya untuk melukis,”katanya.

Kopi dan teh merupakan minuman favorit banyak orang. Ditangan yang tepat, kopi dan teh tidak hanya bisa diminum, tetapi juga bisa di sulap menjadi mahakarya yang indah. Berikut hasil kreativitas Giulia yang tidak biasa

Menggambar tiga wajah dari cokelat dengan mimik yang tidak sama.

Hasil karya dari saus tomat

Hasil karya dari bubuk kopi

Sketsa wajah dari popcorn

Jika memang jalan seni tradisional tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya, jadi anggap saja itu sebagai kesenangan dari kehidupan yang menjemukan dan bermain dengan suasana santai. Namun, kesenangan itu tidak pernah berhenti, Giulia mengubah segalanya yang ada di sekitarnya menjadi karya kreatif.

Baik itu saus cokelat, tomat, bubuk kopi, popcorn, atau sayuran maupun buah-buahan, semuanya bisa disulapnya menjadi karya yang artistik. Bahkan sepotong biskuit, es krim, bisa disulapnya menjadi mahakarya yang unik.

Secangkir kopi yang pernah tidak sengaja ditumpahkannya itu, kini bukanlah simbol kehidupan yang buruk, tetapi justru telah mencurahkan banyak inspirasi dan warna kehidupan.

Apa pun yang diberikan kepadanya, dia bisa menyulapnya menjadi sebuah mahakarya, bahkan dia bisa menorehkan dengan hidup karya apa pun tanpa perlu sesuatu yang rumit.

Kini, perjalanan hidup Giulia benar-benar berubah drastis berkat secangkir kopi yang tumpah.

Dengan dorongan semangat dari para penggemarnya, dia mengundurkan diri dari museum dan membuka sebuah kedai kopi, mengubah kreasi yang menarik menjadi sesuatu yang lebih bermakna.

Staf yang dipekerjakan adalah semua wanita lanjut usia yang hidup dalam kemiskinan dan tidak memiliki jaminan pendapatan.

Gejolak kehidupan itu kejam, dan akan menjungkir-balikkan kopi Anda kapan saja, tetapi Anda bisa bermain dengan gagasan yang baru dan bahkan membantu orang-orang yang membutuhkan, maka kehidupan seperti itu pun sudah cukup semarak dan bermakna!(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular