WASHINGTON — Pejabat Menteri Pertahanan AS Patrick Shanahan mengatakan kepada para pemimpin sipil militer AS pada 2 Januari untuk fokus pada “Tiongkok, Tiongkok, Tiongkok,” bahkan ketika Amerika memerangi gerilyawan di Suriah dan Afghanistan, kata seorang pejabat pertahanan AS.

Komentar-komentar itu muncul selama pertemuan pertama Shanahan dengan sekretaris-sekretaris cabang militer AS sejak mengambih alih tanggung jawab Jim Mattis, yang meninggalkan kantor pada 31 Desember setelah mengundurkan diri sebagai menteri pertahanan karena perbedaan kebijakan dengan Presiden Donald Trump.

Pejabat AS, yang berbicara dengan syarat anonim, tidak menguraikan pandangan Shanahan tentang Tiongkok atau apa panduan lain yang dia berikan selama pertemuan tersebut.

Pejabat-pejabat lain menggambarkan Shanahan sebagai pendukung sikap keras Pentagon terhadap Beijing. Dokumen Strategi Pertahanan Nasional 2018 mencap Tiongkok sebagai pesaing strategis.

Pentagon mengatakan dia memainkan peran penting dalam mengembangkan strategi, yang memilih Tiongkok dan Rusia sebagai ancaman utama, mengatakan mereka ingin “membentuk dunia yang konsisten dengan model otoriter mereka.”

Dokumen mengatakan: “Kompetisi strategis jangka panjang dengan Tiongkok dan Rusia adalah prioritas utama untuk Departemen, dan membutuhkan peningkatan dan investasi berkelanjutan.”

Pejabat pertahanan tersebut mengatakan Shanahan memberi tahu kepemimpinan Pentagon untuk mengikuti panduan di dalam dokumen tersebut, khususnya mengenai Tiongkok.

“Ketika kita fokus pada operasi yang sedang berlangsung, penjabat Sekretaris Shanahan mengatakan kepada tim untuk mengingat, ‘Tiongkok, Tiongkok, Tiongkok,'” kata pejabat.

Hubungan-hubungan antara dua ekonomi terbesar di dunia tersebut telah menguji kedalaman baru, dengan perang dagang dan ketidaksepakatan atas Taiwan dan Laut China Selatan.

Amerika Serikat adalah pemasok senjata utama untuk Taiwan, sesuatu yang telah lama menjengkelkan Tiongkok, yang mengklaim pulau yang diperintah sendiri tersebut sebagai miliknya.

Sebelumnya pada 2 Januari, pemimpin Tiongkok Xi Jingping memperingatkan bahwa Tiongkok memiliki hak untuk menggunakan kekuatan untuk membawa Taiwan di bawah kendalinya tetapi akan berusaha untuk mencapai “penyatuan kembali” secara damai.

Shanahan, mantan eksekutif Boeing, telah menjadi wakil Mattis dan tidak jelas berapa lama dia masih akan bertindak sebagai sekretaris.

Trump mengakui bahwa Shanahan dapat berada dalam pekerjaan tersebut untuk waktu yang lama. Pentagon tampaknya mengambil langkah-langkah untuk mempersiapkan masa jabatan yang panjang. Ini termasuk penunjukan David Norquist, pengawas keuangan Pentagon, untuk melakukan tugas wakil menteri pertahanan untuk sementara serta mempertahankan jabatannya saat ini.

Shanahan duduk di sebelah Trump selama pertemuan kabinet pada 2 Januari. Dalam sebuah pernyataan pada 1 Januari, tak lama setelah mengambil alih pekerjaan, Shanahan mengatakan dia benar-benar senang “bekerja sama dengan Presiden Trump untuk melaksanakan visinya.”

Shanahan, yang terkenal karena fokusnya pada reformasi internal Pentagon dan pengalaman sektor pribadinya, telah menghabiskan tiga dekade di Boeing dan menjadi manajer umum untuk jet penumpang 787 Dreamliner sebelum ia bergabung dengan Pentagon tahun lalu. (ran)

Tonton berikutnya:

Membasmi Spionase Tiongkok Komunis adalah Misi Utama

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds