Oleh: Ke xian

Erabaru.net. Sebagai seorang yang baru menyandang status sebagai ayah, mendokumentasikan film tahun pertama atas lahirnya buah hati jelas merupakan kado terindah untuk isteri tercinta. Apalagi jika bayi prematur hampir empat bulan, dengan berat badan kurang dari 700 gram, dan disertai dengan pendarahan otak, detak jantung yang tidak merata, harapan hidup yang sangat kecil, maka hadiah ini menjadi lebih istimewa.

Saat masa hamilnya memasuki 25 minggu (baru genap 6 bulan), Lyndsey Miller (31) asal Ohio ini sedang bekerja dan mulai mengalami kram perut. Miller mengira itu karena pengaruh dari latihan olahraganya. Namun, ternyata dia akan melahirkan bayi prematur. Dan setelah 4 jam di rumah sakit, Miller melahirkan Ward Miller, buah hatinya.

“Saya ingat setiap detailnya ketika itu, ekspresi wajah para perawat dan perasaan saya,” kata Benjamin Scot Miller saat diwawancara “Huffington Post.”

Benjamin Scot Miller, suami Miller adalah seorang fotografer dan produser film. Sang bayi sangat beruntung bisa bertahan.

“Dua hari lalu, kami masih sempat berlibur di kota kecil di Michigan. Entah apa jadinya jika terjadi hal seperti itu saat kami sedang berlibur,” kata Benjamin.

Dokter mengatakan bahwa resiko yang sering dialami bayi prematur adalah gangguan cerebral palsy, cacat intelektual, penyakit paru-paru kronis dan masalah pendengaran. Di samping itu, mungkin juga pendarahan paru, penyakit retina, kelainan motilitas gastrointestinal dan komplikasi lainnya.

Selama dua bulan pertamanya, Ward kecil menghabiskan waktunya di inkubator. 10 hari pasca lahir kemudian, dokter menemukan sisi kiri dan kanan otaknya mengalami pendarahan, masing-masing di level 2 dan 4 (tingkat paling parah).

“Kami sangat sedih,” kata Ben.

Pendarahan otak bayi mungkin dapat menyebabkan konsekuensi serius. Sementara kami bisa berbuat apapun. Para dokter juga tidak berdaya. Perasaan yang menakutkan.

“Yang bisa kami lakukan hanya berdo’a dan berdoa,” tambah Ben.

Ward kecil yang lahir prematur 15 minggu sebelum waktunya. (Video screenshot)

Malam itu, terjadi satu hal yang membingungkan. Ben menulis dalam log-nya.

Pukul 06:00 pagi. Saat perawatan ICU, kami memegang tangannya, menatapnya, berbicara dengannya. Masker CPAP nya itu dilepaskan beserta tabung oksigennya. Sementara kami sedang menonton, dia menoleh sedikit ke arah kami dan kemudian membuka matanya. Kita tahu dia tidak bisa melihat pada tahap ini, tetapi kenyataan bahwa ia membuka kedua matanya, terus menatap kami…menatap lama tak berkedip. Saya punya waktu yang cukup untuk memfoto wajah manis anak kami. Tak lama kemudian, ia menutup mata kecilnya dan menoleh kembali ke arah langit-langit. Saya tidak akan pernah melupakan momen itu. Dan saya merasa seolah-olah ia mengatakan kepada kami, “Aku baik-baik saja! Jangan campakkan aku!”

Video itu adalah kejutan untuk ulang tahun ke-32 tahun istriku, dan bertepatan dengan satu tahun ulang tahun hari kepulangan Ward dari rumah sakit.

Ward yang berusia satu tahun lebih tampak tersenyum ceria dalam gendongan ibunya. (Video screenshot)
Ward yang baru pulang ke rumah bersama ayah-ibunya setelah sekian lama tinggal di rumah sakit. (Video screenshot).

Ward kini berusia 16 bulan, mulai belajar merangkak, tetapi telah mengalami kemajuan berjalan selama berbulan-bulan, Ben mengatakan. Anaknya sudah dapat menyebut beberapa kata, misalnya menyebut nama hewan piaraan seperti “anjing dan “Mc” (nama salah satu anjing keluarga). Sekarang Ward yang hampir berusia 5 tahun ini juga mendapatkan seorang adik laki-laki bernama Jude.

Video ini seketika menarik perhatian dari netizen seluruh dunia setelah diupload ke Youtube dan Vimeo, hingga sekarang masing-masing saluran berbagi video ini telah dikunjungi lebih dari 20 juta orang.

Menurut statistic transnasional 2012 dari Organisasi Kesehatan Dunia dan berbagai organisasi amal, terdapat sekitar 15 juta anak premature di dunia setiap tahun, dan sekitar 1,1 juta-nya meninggal.

Namun seiring berkembangnya ilmu medis, kini makin banyak bayi prematur yang dapat hidup selamat. Tidak hanya itu berkat layanan medis yang modern para bayi prematur juga bisa tumbuh besar tanpa ada gangguan kecacatan.

Di negara-negara maju sekarang, tingkat kelangsungan hidup “bayi super prematur” dalam usia kehamilan 23-24 minggu meningkat menjadi 60%. Sementara bayi prematur yang berusia antara 25 – 26 minggu sekitar 75%.

Sedangkan tingkat kelangsungan hidup bayi prematur dengan bobot 501 – 750 gram di pusat pelatihan medis untuk bayi premature di Taiwan sekitar 60% – 70%, dan 85% – 90% untuk bayi prematur dengan bobot 751-1,000 gram. (Epochtimes/jhoni/rp)

VIDEO REKOMENDASI

Share
Tag: Kategori: BAYI PARENTING

Video Popular