Erabaru.net. Baru-baru ini, seorang netizen di Taiwan bernama He Qiqi melampiaskan kekesalannya di komunitas jejaring sosial Facebook Taiwan.

Netizen ini menuturkan, beberapa tahun lalu, kakak perempuannya bergabung dengan sebuah salon spa kecantikan yang direkomendasikan oleh temannya.

Beberapa rekannya di salon spa tersebut kemudian mulai mempromosikan beberapa produk dan kursus perawatan kulit kepadanya, bahkan menyuruhnya menginvestasikan uang, sehingga uangnya terkuras ratusan juta rupiah.

Namun, yang lebih memilukan, setelah kakaknya menderita kanker, rekannya bahkan dengan sembarangan mengatakan, bahwa kakaknya hanya mengalami sinusitis/radang hidung dan memintanya untuk menghentikan kemoterapi, hingga menyebabkan kematian pada kakak perempuannya.

Menurut He, kakak perempuannya adalah seorang guru taman kanak-kanak, kemudian bergabung dengan sebuah salon spa-solus per aqua (terapi air) yang direkomendasikan seorang teman dan menghabiskan banyak uang untuk membeli produk yang dipromosikan temannya.

Ketika dia didiagnosis menderita kanker, rekannya malah sembarangan mengatakan kepadanya, “Dokter hanya menakut-nakuti, itu hanya radang hidung biasa,”kata temannya meyakinkan.

Teman kakaknya itu mengatakan bahwa penyakitnya akan sembuh selama mengonsumsi makanan kesehatan dari produk perusahaannya.

Mendengar promosi temannya, kakaknya pun menghentikan kemoterapi tanpa sepengetahuan keluarga sampai sekujur badannya bengkak dan matanya menonjol, saat itulah keluarganya baru tahu, tetapi sudah terlambat.

Ketika kondisi kakak perempuannya memburuk dan dirawat di rumah sakit, semua “teman dan rekan-rekan gurunya” langsung raib entah kemana.

Setelah kakaknya meninggal juga tidak ada seorang pun yang datang untuk mendo’akannya. Hal itu membuat He Qiqi mengutuk bahan-bahan produk perawatan kesehatan yang tidak jelas komposisinya dan tidak ada keterangan apa pun pada kemasan yang dibeli kakaknya dengan uang yang cukup besar itu.

Sebulan setelah kakak perempuannya menghentikan kemoterapi yang berlangsung setiap 20 hari sekali itu, sel-sel kanker pun menyebar dengan cepat ke berbagai area di kepala, bahkan pangkal hidung juga patah, dan tumbuh tumor ganas sebesar 5 cm, sementara bagian mata dan hidung mengeluarkan cairan kental.

Hingga akhirnya, kakaknya tidak sanggup melawan momok penyakit yang menderanya dan meninggal. Kejadian itu sangat memukul batin segenap keluarganya.

Ketika mengantar kakaknya ke peristirahatan terakhir, neneknya yang berusia 80 tahun mengangkat tongkat dan mengetuk peti mati cucu perempuannya. Pemandangan yang memilukan itu membuat orang-orang yang hadir pun tidak mampu menahan linangan air mata.

“Apa pun itu tidak bisa lagi menghidupkan kembali kakakku yang telah tiada, dan hati yang hancur ini tidak bisa lagi disatukan,” kata He Qiqi terbata-bata dengan mata sembab.

 Saya harap teman-teman jangan sembarangan percaya apa pun yang dipromosikan sales penjualan langsung setelah melihat pengalaman kakak saya ini.

Penjualan langsung itu benar-benar menjengkelkan, demi target penjualan, menyesatkan orang lain sehingga menunda perawatan medis, dasar tidak punya hati !

Mudah-mudahan pihak terkait setempat dapat merevisi Undang-undang hukum untuk menjerat orang-orang yang tidak bermoral ini, jangan membiarkan mereka terus melakukan penipuan!(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular