Erabaru.net. Ketika seseorang memasuki usia paruh baya, boleh dikata mereka sudah dapat memahami segalanya (pengalaman hidup), tapi menjadi lebih pilih-pilih, dan mereka paham betul dengan pasangannya masing-masing. Jadi, secara umum mereka akan menghindari segala bentuk pembicaraan yang bertele-tele saat bersama dan langsung menuju ke pokok pembicaran.

Panduan pernikahan pasangan paruh baya berikut ini dapat membantu kalian sebagai kawula muda untuk memahami lebih lanjut ketika kalian memasuki usia paruh baya, bermanfaat dalam menjalin hubungan dan keharmonisan rumah tangga.

Hati-hati saat berbicara

Kamu harus tahu bagaimana menjaga perasaan lawan bicara saat berbicara dengannya, kata-kata yang tepat dapat meningkatkan hubungan yang lebih akrab dan mengurangi gesekan.

Bagi wanita, kata-kata manis adalah ungkapan cinta terhadap belahan jiwa lainnya. Banyak pasutri yang sudah menginjak paruh baya saling berbicara pada intinya tanpa sentuhan apa pun, asal tahu saja, ini bukan cara berhubungan yang paling cocok bagi pasutri paruh baya untuk membangun keharmonisan.

Perhatikan detailnya

Pasangan suami istri bisa sering-sering melakukan beberapa tindakan sebagai bentuk perhatian, seperti misalnya memberikan pelukan hangat dan mesra saat santai, atau memberikan senyum manis saat sedang sibuk, supaya dia merasa bahwa kamu selalu ada di hatinya, hal ini sangat bermanfaat, bagi pasangan terutama wanita.

Saling memberi dan menyemangati

Situasi semacam ini seringkali terjadi saat menjelang perayaan penting (seperti ulang tahun, hari valentine, momen yang spesial atau ulang tahun pernikahan). Dengan memberikan hadiah pada momen seperti itu bukan terletak pada nilai atau harga dari hadiah tersebut, tetapi makna dan kesan yang disampaikannya.

Ciptakan waktu untuk berduaan

Artinya luangkan sedikit waktu setiap hari atau secara berkala hanya untuk berdua tanpa gangguan anak-anak. Karena setelah memiliki anak, faktor keluarga akan membuat suami dan istri kehilangan banyak hal, jadi pastikan meluangkan waktu berduaan sejenak, kalian bisa mengobrol santai apa saja.

Ada seorang pria paruh baya telah menikah lebih dari 20 tahun. Setiap Selasa sore, kecuali ada hal tertentu, dia pasti membuat janji dengan istrinya untuk menonton film. Kebiasaannya ini telah berlangsung selama puluhan tahun sampai sekarang, dan telah menjadi obat pengawet dalam pernikahan mereka yang bahagia.

Kontak fisik tetap penting

Banyak orang berpikir, bahwa pasutri sudah tua, dan sudah hambar dengan yang namanya hubungan intim, atau kontak fisik, jadi untuk apa lagi memikirkan hal itu ? Meski pria berusia paruh baya, sedikit banyak akan mengalami masalah disfungsi seksual seperti impotensi. Namun, justru pada saat demikian, Anda harus menghadapinya secara tepat dan mengobatinya.

Jangan sampai meninggalkan kontak fisik, dan itu adalah kemenangan bagi Anda jika berhasil mengatasinya.

Karena panduan dari setiap pasangan suami istri paruh baya itu pasti tidak sama, seperti daun pohon, tidak ada yang sama di dunia, kita masing-masing memiliki karakter dan hobi yang berbeda. Karena itu, kamu harus menemukannya sendiri dengan sepenuh hati model yang paling cocok untukmu, dan itu bukan hal yang bisa diatasi dengan ketrampilan.(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular