Erabaru.net. Mungkin ini adalah kabar gembira bagi wanita tidak subur yang mengidamkan anak !

Seorang wanita asal Brasil yang terlahir tanpa rahim telah melahirkan seorang bayi yang sehat, setelah menerima transplantasi rahim dari seorang wanita yang sudah meningga. Menjadi bayi pertama di dunia yang lahir dari transplantasi rahim wanita yang meninggal

(Foto: Facebook)

Dani Ejzenberg, seorang dokter dari Hospital das Clínicas di Fakultas Kedokteran Universitas São Paulo, Brazil, yang bertanggung jawab dalam transplantasi terkait mengatakan bahwa seorang wanita berusia 32 tahun dengan i sindrom Mayer Rokitansky Kuster Hauser – MRKH menerima transplantasi rahim yang dicangkokkan pada September 2016 lalu.

Pendonor uterus adalah seorang wanita berusia 45 tahun yang meninggal karena stroke.

(Foto: video screenshot)

Operasi transplantasi berlangsung selama 10 jam ketika itu, tim transplantasi berhasil menghubungkan vena, arteri, ligamen (penyangga uterus) dan saluran vagina penerima dengan rahim pendonor.

Pada akhir operasi, penerima perlu minum 5 jenis obat berbeda dan menjalani terapi antikoagulan untuk mencegah penolakan.

Untungnya, setelah 5 bulan operasi transplantasi, penerima donor bukan hanya tidak mengalami penolakan, menstruasinya juga teratur.

(Foto: Facebook)

Dan 7 bulan setelah operasi, tim peneliti menanamkan telur yang telah dibuahi yang sebelumnya dibekukan ke dalam rahim wanit tersebut. 10 hari kemudian, penerima membawa berita yang yang menggembirakan – Dia hamil.

Wanita itu melahirkan bayi perempuan yang sehat dengan berat 2,55 kg melalui operasi caesar pada sekitar 35 minggu usia kehamilannya. Sekarang bayi perempuan itu hampir berusia 1 tahun!

Tim dokter akan mengeluarkan rahim yang sebelumnya ditransplantasikan setelah wanita itu melahirkan, sehingga dia tidak perlu minum obat anti-penolakan untuk waktu yang lama.

(Foto: Facebook)

Dr. Dani menjelaskan bahwa ini merupakan kesuksesan pertama, bayi pertama di dunia yang lahir dari transplantasi rahim wanita yang meninggal. Sebab sebelumnya sudah ada 10 prosedur terkait dilakukan.

Namun semuanya berakhir dengan kegagalan. Saat ini, hanya ada 11 kasus yang berhasil di dunia setelah transplantasi rahim, tapi semua menggunakan uterus hidup, namun jumlah pendonor rahim yang hidup relatif kecil.

Ilustrasi. (Foto: Pexels)

Sekarang ini adalah contoh nyata pertama. Di masa depan, teknologi ini akan menjadi berkah bagi wanita yang tidak subur, sehingga mereka juga bisa mewujudkan impiannya menjadi ibu.

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds