Erabaru.net. Vic Kocula dulunya adalah seorang tunawisma ketika pertama kali bertemu dengan pujaan hatinya, Emmy Abrahamson yang pada saat itu adalah sorang aktris Swedia.

(Foto: The Sun)

Vic, 36, dibesarkan di Toronto, Kanada, oleh ayahnya yang bekerja sebagai pekerja bangunan dan ibunya yang bekerja sebagai tukang cuci. Vic menjadi tunawisma ketika dia mengembara ke Eropa dan menyadari bahwa dia tidak lagi punya uang dan memutuskan untuk tinggal di jalanan dan melakukan pekerjaan umum dengan upah langsung.

Akhirnya, Vic tenggelam dalam dunia obat-obatan dan minuman keras, membawa kantong tidur dan kaleng bir dalam kantong.

Vic, mengatakan: “Secara perlahan-lahan, tiba-tiba suatu hari aku menyadari, ‘Ya Tuhan, aku menjadi seorang gelandangan yang pemabuk.’

(Foto: Alamy)

Lain halnya dengan Emmy. Emmy, 41, berasal dari Swedia dan sering bepergian karena peran ayahnya sebagai jurnalis luar negeri.

Emmy berpendidikan tinggi dan mampu berbicara lima bahasa dan merupakan lulusan sekolah akting di London, sebelum bertemu Vic Kocula, seorang gelandangan dan juga seorang pemabuk.

(Foto: Chris Mcandrew)

Mereka menjadi berita utama karena kisah cinta mereka, Emmy berkata: “Saya jatuh cinta dengan seorang pria yang tinggal di hutan. Seorang pria yang tidak memiliki penghasilan, atau prospek karier – atau sepatu. “

Emmy memutuskan untuk berhenti dari profesinya sebagai aktris dan sekarang menjadi penulis buku anak-anak.

Kisah cinta luar biasa dari pasangan ini dimulai pada 12 tahun yang lalu ketika pasangan itu ditakdirkan untuk bertemu di sebuah taman di Amsterdam, Belanda, sementara Emmy sedang menunggu sutradara film.

(Foto: ITV)

Vic berkata: “Seorang wanita cantik duduk sendirian di sana dan dia terlihat sangat bersemangat, dengan senyum di wajahnya. Saya pergi dan berbicara dengannya. “

Vic, yang saat itu berusia 25 tahun, tidak memiliki penampilan yang menarik.

Dia berkata: “Ketika Anda seorang gelandangan, kaki Anda menjadi buruk. Anda tidak mencuci kaus kaki dan Anda tidur di taman dengan sepatu basah selalu di kaki Anda. “

(Foto: YouTube / Steve TV Show)

Namun, Vic memberanikan diri dan berbicara dengan Emmy. Dalam keajaiban, Vic berhasil memikat Emmy karena bagi Emmy, Vic memiliki “warna mata cokelat yang indah” dan mereka tertawa beberapa kali selama masa perkenalan singkat ini.

Ketika Vic meminta Emmy untuk bertemu dengannya enam hari kemudian, di kursi taman yang sama, dia setuju.

Emmy, yang baru saja melewati hubungan empat tahunnya, mengatakan: “Di satu sisi, saya tersingkir oleh penampilannya yang tidak ia disukai. Tetapi ada sesuatu tentang dirinya yang sangat menarik yang membuat saya ingin melihatnya lagi. “

Ketika Vic muncul – terlambat 20 menit dan mengendarai sepeda anak – Emmy masih tertarik padanya.

(Foto: The Sun)

Emmy, yang telah menulis novel berjudul “How To Fall In Love With A Man Who Lives In A Bush” berdasarkan kisah cinta mereka, berkata: “Saya benar-benar coba untuk melawannya tetapi saya sangat tertarik kepadanya.”

Selama enam jam mereka bertemu di Amsterdam, berjalan-jalan dan menikmati pemandangan, Emmy yakin dia telah jatuh cinta.

Dia berkata: “Sepanjang waktu bersama, saya menyadari Vic adalah orang yang paling lucu, paling bahagia dan paling optimis yang pernah saya temui. Dia memiliki impian untuk kehidupan yang menakjubkan dan luar biasa. “

Pasangan itu bertemu tiga kali sebelum Emmy kembali ke Wina, Austria. Perpisahan ini tampaknya membuat mereka tidak mungkin bertemu lagi.

(Foto: YouTube / Steve TV Show)

Emmy memberi Vic nomor teleponnya tetapi karena Vic tidak memiliki telepon sendiri, maka Emmy ragu bahwa Vic akan menghubunginya.

Tetapi tiga minggu kemudian – pada ulang tahun ke 30 Emmy sementara Vic menghabiskan akhir pekan di penjara karena mencuri seekor ayam – Vic telah meneleponnya.

Vic telah mendapatkan cukup uang dengan melakukan pekerjaan umum untuk membeli tiket kereta api ke Austria dan bertemu dengan Emmy. Dua tahun kemudian, mereka menikah di istana besar Belvedere di Wina. Sekarang, pasangan itu adalah orangtua dari anak kembar enam tahun, Desta dan Til.

Vic berhasil memperbaiki dirinya sendiri, meninggalkan minuman kerasnya dan kembali ke universitas selama lima tahun sementara Emmy mendukungnya. Vic sedang belajar bahasa Swedia dan sekarang menjadi insinyur mesin.

Meski pasangan ini memiliki romansa yang luar biasa, namun tidak semua orang merestuinya. Emmy berkata: “Saya kehilangan dua teman lama saya karena mereka tidak bisa menerimanya. Sangat menyakitkan hingga hari ini. “

(Foto: The Sun)

Sedangkan orangtua Emmy, mereka tidak tahu bahwa Vic pernah menjadi seorang tunawisma sampai mereka membaca novel Emmy.

Setelah bertemu Vic untuk pertama kalinya, orangtua Emmy memberkati hubungan mereka.

Vic tahu betapa beruntungnya dia diberi kesempatan pada gadis cantik yang dia temui. Jika mereka tidak bertemu di taman, Vic tidak tahu apa yang akan terjadi padanya.(yant)

Sumber: The Sun, Erabaru.com.my

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds