Paris – Sebuah bangkai kapal selam era Perang Dunia I milik Jerman muncul kembali setelah lebih dari 100 tahun kandas di pantai di Prancis. Puing kapal selam muncul kembali ke permukaan akibat terkena gelombang pasang, pasir yang bergeser, dan badai musim dingin.

Kapal selam U-61 seberat 600 ton itu sedang menuju ke ‘tambang ranjau’ ketika kandas di kawasan kabut tebal di dekat Calais, di mana kru menyelinap, pada Juli 1917.

Bangkai kapal itu kemudian tenggelam pada tahun 1932, dan kemudian menghilang dari pandangan. Kini, bangkai kapal U-boat 150 kaki itu muncul kembali sejak sekitar dua minggu lalu di pantai di Wissant, yang menghadap ke kanal selebar 20 mil ke pantai Inggris.

Kapal selam Jerman, yang dikenal sebagai U-boat, menenggelamkan ratusan kapal sekutu selama Perang Dunia I. Kecelakaan seperti yang terjadi di pantai Prancis ini, sangat jarang terjadi.

Puing-puing kapal selam Jerman yang kandas di lepas pantai kota Wissant pada Juli 1917 dan baru-baru ini muncul kembali karena pergerakan pasir, di dekat Calais, Prancis utara, pada 9 Januari 2019. (Denis Chalet/AFP/Getty Images/The Epoch Times)

Surat kabar lokal La Voix Nord menggambarkan kapal selam itu sebagai ‘hantu’ yang muncul hanya sebentar setiap beberapa tahun. Dia biasanya muncul ketika air pasang dan angin menggeser pasir.

Musim dingin ini, dua bongkahan puing muncul sekitar 500 kaki dari tepi pantai.

“Ini adalah salah satu dari 64 kapal selam (UC 16 ke UC 79) yang digunakan selama Perang Dunia II dan bertanggung jawab atas hilangnya 353 kapal,” kata Vincent Schmitt, seorang pemandu wisata lokal.

Vincent tertarik untuk mengamati dan mempelajari bangkai kapal itu. Foto yang dipajangnya di Facebook membangkitkan minat besar bagi wisatawan dan pecinta sejarah.

Sebelum kandas di dekat Calais, U-61 hanya menghabiskan waktu selama enam bulan di tengah laut. Kapal itu bertanggung jawab menenggelamkan 11 kapal sekutu, menurut Uboat.net

“Bangkai kapal itu terlihat sebentar setiap dua hingga tiga tahun, tergantung pada pasang surut dan angin yang mengarah ke pergerakan pasir, tetapi hembusan angin yang baik akan membuat bangkai kapal itu akan hilang lagi,” kata walikota setempat kepada BBC.

“Dalam beberapa hari terakhir, kami mengalami pasang tinggi dan angin barat daya, yang cenderung memindahkan pasir ke utara,” katanya.

Kisah dibalik peristiwa tenggelamnya kapal selam hingga kini masih tidak jelas. Beberapa laporan mengatakan bahwa kapal itu diledakkan oleh sekutu untuk membersihkan ranjau. Laporan lain menyatakan bahwa 26 awak kapal sengaja meledakkan kapal selam itu.

Namunm, sebagian besar pemberitaan menyatakan bahwa kapal itu ditenggelamkan oleh awak kapal. Mereka kemudian ditawan oleh resimen kavaleri Belgia.

Sebuah patroli angkatan laut melihat massa gelap dalam kabut tebal pada pukul 4 dinihari pada tanggal 26 Juli 1917, menurut La Voix Nord. Ketika kapal mereka mendekat, mereka melihat kapal selam setinggi 150 kaki di pantai, lambungnya sudah terkoyak oleh ledakan, ketika krunya mencoba membongkar dan memindahkan amunisi ke tengah laut.

Kapal kembali ke pantai, di mana para petugas memperingatkan resimen kavaleri Belgia, menurut La Voix yang mencegat awak ketika awak kapal selam meninggalkan kapal selam mereka.

Kapal selam itu memiliki berat 600 ton dan ditenagai oleh dua mesin diesel dan 2 mesin listrik, menurut Schmitt. Dia mengatakan bahwa kapal itu kandas ketika kapten berlayar terlalu dekat ke gundukan pasir, ketika mencoba menghindari jaring anti-kapal selam di lautan terbuka.

Kapal selam kelas UC II adalah ‘pelaut tepi pantai’, menurut U.boat.net. Kapal mampu mengangkut hingga 18 penyapu dan melakukan perjalanan dengan kecepatan 11,6 knot di permukaan, dan 7 knot ketika menyelam di air.

Mereka memiliki jangkauan 9.430 mil jika berlayar di permukaan air. Namun, kapal hanya dapat melakukan perjalanan 55 mil pada saat menyelam. Kapal sanggup menyelam hingga kedalaman sekitar 150 kaki. (SIMON VEAZEY/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

Simak Juga :

Share

Video Popular