Erabaru.net- Calon Presiden Prabowo Subianto membeberkan janji-janjinya kepada masyarakat jika kelak terpilih sebagai presiden Bersama dengan Calon Wakil Presiden Sandiaga Salahuddin Uno.

Hal demikian disampaikan oleh Prabowo Subianto dalam Pidato Kebangsaan dengan visi-misi Indonesia Menang di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Senin (14/1/2019).

Prabowo menyatakan Reorientasi pembangunan dan pengelolaan Republik Indonesia diperlukan karena bangsa yang kokoh hanya bisa diwujudkan jika negara tersebut diwujudkan dengan 5 progam yang akan diusung.

Berikut 5 program Prabowo-Sandi, Pertama, Swasembada Pangan, Kedua Swasembada Energi, yaitu bahan bakar. Ketiga, Swasembada Air Bersih.

Program Keempat adalah memiliki lembaga-lembaga pemerintahan yang kuat, diantaranya sistim yudikatif, hakim-hakim yang unggul dan jujur, jaksa-jaksa yang unggul dan jujur, polisi-polisi yang unggul dan jujur, intelijen yang unggul dan setia kepada bangsa dan rakyat.

Prabowo menyampaikan visi dan misinya (Erabaru.net)

Program kelima adalah angkatan perang yang unggul. Tentara yang kuat, tentara rakyat yang setia kepada rakyat dan bangsa. Tentara yang tidak kalah dengan tentara-tentara terbaik di dunia.

Prabowo mengatakan Indonesia harus menang serta tak kalah dari meminta-meminta, mengutang dan membiarkan rakyatnya sendiri.

“Kita bukan jadi bangsa yang kalah. Bukan bangsa yang minta-minta. Bukan bangsa yang harus utang. Bukan jadi bangsa yang tidak membela rakyatnya sendiri,” tegas Prabowo.

Saat menyampaikan pidatonya, Prabowo mengkritik negara yang banyak rumah sakitnya menolak pasien BPJS karena belum mendapat bayaran sekian bulan hingga membuat rumah sakit tersebut terpaksa mengurangi mutu pelayanan kepada rakyat.

Prabowo turut mengkritik negara yang 1 dari 3 anak balita masih mengalami gagal tumbuh karena kurang protein dan gizi. Ini  dikarenakan ibu bayi tersebut mengalami kekurangan protein dan gizi selama masa mengandung.

“Apakah kita mau seperti ini bangsa yang kalah sebelum keluar dari kandungan ibu,” tambahnya.

Mantan Pangkostrad menyinggung negara yang terus menambah utang untuk bayar utang, dan menambah utang untuk membayar kebutuhan rutin pemerintahan yaitu membayar gaji pegawai negeri.

Pada kesempatan itu, Prabowo menyinggung tentang negara lain yang meminjam utang. Akan tetapi, negara-negara tersebut meminjam untuk memproduksi. Serta membiarkan BUMN-BUMN dalam keadaan mau bangkrut.

Prabowo mengungkapkan Garuda, pembawa bendera Indonesia, perusahaan yang lahir dalam perang kemerdekaan, rugi besar. Sama halnya, pertamina, perusahaan penopang pembangunan Republik Indonesia, sekarang dalam kesulitan. Demikian juga PLN, demikian Krakatau Steel. Jika pun ada BUMN yang untung, tapi untungnya tidak sesuai dengan modal yang dikeluarkan.

“Inilah kondisi kejanggalan besar, paradox Indonesia, negara kaya dan rakyat miskin, kalau kita tak bertindak dengan segera dan berani, situasi ini akan menuju yang lebih buruk lagi,” tegasnya. (asr)

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds