Erabaru.net. Masa kecil setiap orang tidak sama, ada yang terlahir kaya, tidak kekurangan apa pun, sebaliknya ada yang terlahir miskin bahkan tidak memiliki keluarga yang utuh.

Di sebuah desa di Tiongkok tinggal tiga bersaudara miskin yang terdiri dari seorang kakak perempuan bernama Xiao Juan dan dua adik laki-laki kembar.

Awalnya ketiga bersaudara itu hidup dalam kebahagiaan. Ayah mereka adalah seorang pekerja kasar. Suatu hari, ayahnya meninggal ditabrak mobil saat berangkat kerja.

Sejak itu, tidak ada lagi yang menjadi pilar penyangga keluarga, sekeluarga pun hidup dalam kesulitan. Sang ibu menangis sedih sepanjang hari.

Xiao Juan, yang meski pun masih duduk di bangku sekolah menengah, tetapi ia cukup dewasa dalam pola pikir, sadar dengan kondisi itu, dia pun memutuskan untuk berhenti sekolah, karena tidak tega melihat kesedihan ibunya yang harus memikul beban berat sekeluarga sendirian.

Malam itu, Xiao Juan merenung cukup lama. Dia berencana untuk memberi tahu ibunya besok pagi, namun, keesokan paginya, ia tidak melihat ibunya di kamar, dia melihat lemari pakaian ibunya telah kosong, dan sepucuk surat di tempat tidur yang bertuliskan: “Anak-anakku, maafkan keegoisan ibu, ibu terpaksa pergi meninggalkan kalian …”

Setelah membaca catatan itu, Xiao Juan pun menangis sedih, ibunya takut hidup menderita, jadi dia meninggalkan semua anak-anaknya.

Ibu tega meninggalkan mereka, tapi Xiao Juan tidak bisa. Kedua adiknya baru berusia 6 tahun! Jadi Xiao Juan pun memutuskan berhenti sekolah. Karena masih belum cukup umur untuk bekerja, dia pun bekerja di ladang menanam sayuran…

Xiao Juan melakukan pekerjaan apa pun selama bisa menghasilkan uang dan tak pernah mengeluh. Awalnya dia pikir hidupnya akan lebih baik, tetapi terjadi kecelakaan yang tak terduga, dia ditabrak mobil saat ke pasar untuk menjual sayur yang ditanamnya.

Meskipun kecelakaan itu tidak merenggut nyawanya, namun, sebelah kakinya memnjadi cacat. Sejak itu, hidupnya semakin sulit.

Melihat kondisi kakaknya seperti itu, kedua adik kembarnya menjadi tidak semangat untuk sekolah. Mereka bilang akan berhenti sekolah, tetapi Xiao Juan tidak setuju dan berusaha membujuk kedua adiknya untuk tetap sekolah.

Kemudian, untuk membiayai sekolah kedua adiknya, Xiao Juan mencari uang dengan memulung.

Hari-hari yang dijalaninya semakin getir sejak dia menjadi cacat. Untungnya, kedua adik laki-lakinya tidak merepotkannya, mereka sering membantunya bekerja.

Mereka bertiga saling menopang dalam menjalani hari-hari yang keras, dan berkat kertegaran sang kakak, mereka bisa menjalani hidup yang keras itu meski dalam kesederhanaan.

Singkat cerita, sepuluh tahun pun berlalu, kedua adik laki-laki Xiao Juan telah duduk di bangku sekolah menengah atas, sementara dia tetap bekerja keras mencari uang dengan memulung untuk membiayai sekolah kedua adiknya.

Meskipun dia menjalani hari-harinya dalam kegetiran, tetapi ketiga bersaudara ini saling menyayangi, dan mereka merasa manis meski hidup memprihatinkan.

Siang itu, kedua adik laki-laki Xiao Juan pulang dari liburan sekolah, karena hanya bertemu sebulan sekali, jadi Xiao Juan membuat banyak masakan enak untuk makan siang bersama adik-adiknya, saat mereka sedang makan, sebuah mobil mewah tiba-tiba berhenti di depan rumah.

Seorang wanita bergaya modis berjalan menuju ke rumah, Xiao Juan dan kedua adiknya baru mengenal dengan pasti ketika wanita itu mendekat, ternyata wanita itu adalah ibu mereka yang pergi meninggalkan mereka sepuluh tahun yang lalu.

Ibu mereka meminta maaf pada mereka begitu masuk ke dalam, dan menceritakan tentang hidup yang dialaminya selama bertahun-tahun. Ternyata tidak lama setelah ibu mereka pergi, dia menikah lagi dengan seorang pria kaya.

Namun, suaminya itu adalah sosok pria selingkuh, tetapi sang ibu tidak peduli, sekarang 10 tahun telah berlalu, dia secara diam-diam menabung banyak uang, dan sekarang baru bercerai.

Sekarang dia pulang untuk mengajak kedua anak kembarnya tanpa mengajak Xiao Juan dan akan menyekolahkan mereka ke sekolah bergengsi untuk menebus kasih sayang ibu mereka yang hilang.

Meskipun dulu Xiao Juan membenci ibunya karena mencampakkan mereka ketika itu, namun, karena sudah sekian tahun berlalu, dia sudah tidak memendam kebenciannya lagi di hati, dan kedua adiknya juga akan memiliki masa depan yang baik jika ikut bersama ibunya.

Namun, tak disangka kedua adiknya tidak mau ikut ibunya, mereka seketika mengambil sapu dan memukul-mukul mobil mewah ibunya sambil bereriak. “Lebih baik kau pergi, kami tidak punya ibu sepertimu. Satu-satunya keluarga kami sekarang adalah kakak kami. Kami tidak butuh simpatimu, dan jangan ganggu kami lagi!”Kata adiknya lantang.

Melihat sikap kedua putranya yang emosi, dia pun terpaksa pergi. Setelah ibunya pergi, kedua adiknya memeluk Xiao Juan dan berkata bahwa mereka tidak akan pernah pergi meninggalkannya.

Xiao Juan sangat tersentuh, dia merasa apa yang dikorbankannya selama ini menjadi layak dan tidak sia-sia memiliki kedua adik yang tidak melupakannya !

Setiap orang memiliki perasaan, siapa yang baik kepadanya, siapa yang tidak, bisa dirasakan dalam lubuk hatinya, dan itu semua tidak dapat diganti dengan uang atau kemewahan.(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds