oleh Xia Xiaoqiang

Pada 15 Januari, pendiri Huawei Ren Zhengfei mengadakan pertemuan media internasional di kota Shenzhen, Tiongkok. Ia ditanya oleh wartawan tentang bagaimana kondisi Huawei sekarang dan putrinya Meng Wanzhou yang akan diekstradisi ke Amerika Serikat pada 29 Januari mendatang.

Latar belakang lain Ren Zhengfei bersuara adalah setelah penangkapan Meng Wanzhou, Badan Intelijen Polandia menangkap eksekutip Huawei bernama Wang Weijing yang dicurigai melakukan spionase. Huawei telah dilarang oleh banyak negara dan wilayah di seluruh dunia, dan reaksi berantai mulai terjadi. Krisis Huawei sedang meningkat.

Hampir tidak pernah menyimpang, dalam masalah kegiatan spionase Huawei, ucapan-ucapan Ren Zhengfei dan Partai Komunis Tiongkok (PKT) selalu seirama.

Dia membantah tuduhan bahwa Huawei berusaha membantu PKT dengan melakukan kegiatan spionase. Ren Zhengfei mengatakan bahwa Huawei belum pernah menerima permintaan dari pemerintah untuk memberikan informasi yang tidak pantas kepada mereka. “Terhadap permintaan seperti itu, pasti akan kami tolak”, katanya.

Huawei tentu saja tidak akan menerima permintaan dari PKT karena Huawei sendiri adalah agen mata-mata yang dibentuk PKT dengan bertopeng perusahaan swasta.

Strategi keseluruhan dan tujuan mereka merupakan bagian dari tugas penetrasi dan ekspansi kekuasaan PKT ke dalam komunitas internasional. Huawei pada dasarnya adalah institusi dan alatnya PKT.

BACA JUGA : Mengungkap Hubungan Antara Huawei dan Politik Faksi Rezim Komunis Tiongkok

Ren Zhengfei juga berkata : “Saya mencintai Tiongkok dan mendukung Partai Komunis Tiongkok. Pada saat yang sama, saya belum pernah melakukan hal-hal yang membahayakan dunia. Apa hubungan antara kepercayaan politik saya dengan bisnis Huawei ? Saya tidak mengerti.”

Di negara normal mana pun dapat dipahami bahwa seseorang mendukung suatu partai politik adalah hak dan kebebasan individu. Itu tidak terbantahkan. Namun, di bawah pemerintahan PKT, kepentingan PKT dan pemerintah Tiongkok dengan kepentingan masyarakat Tiongkok benar-benar bertolak belakang. Mencintai Tiongkok dan mendukung PKT, sesungguhnya cintanya bukanlah diberikan kepada Tiongkok melainkan PKT.

Meng Wanzhou ditangkap dan dihadapkan pada ekstradisi. Produk-produk Huawei ditentang oleh masyarakat internasional.

Justru karena Huawei terlibat dalam kegiatan spionase dan mendukung rezim jahat seperti Iran dan Suriah, yang menimbulkan ancaman bagi keamanan dunia. Huawei telah membantu Komunis Tiongkok memantau masyarakat Tiongkok dan telah melakukan hal-hal yang membahayakan rakyat Tiongkok.

BACA JUGA : Menyibak Tirai Kode Umum ‘F7’ yang Diduga Kode Nama untuk Huawei

BACA JUGA : Ketika Perangkat Teknologi Huawei Dikembangkan untuk Penganiayaan Terhadap Falun Gong

Di saat krisis besar mengancam Huawei, Ren Zhengfei mulai “mengaku” lemah, tidak bermasa depan kepada Amerika Serikat dan memuji Presiden AS Donald Trump adalah “presiden yang hebat”. “Dibandingkan dengan sengketa perdagangan Tiongkok – AS, masalah Huawei adalah sebiji buah wijen, hampir tidak berarti.”

Ren Zhengfei memuji Trump sebagai presiden yang hebat, tetapi mengharapkan Trump dapat menggunakan negosiasi perdagangan Tiongkok – AS sebagai imbalan untuk tidak mengekstradisi Meng Wanzhou ke Amerika Serikat.

Upaya Ren Zhengfei merendahkan peran Huawei sebenarnya adalah sebuah angan-angan. Dilihat dari sikap Amerika Serikat dan dunia Barat terhadap Huawei, Huawei sengaja ditonjolkan oleh Ren Zhengfei sebagai sebutir biji wijen, tetapi sebenarnya adalah racun kuat yang dapat membahayakan keamanan global.

Ren Zhengfei akhirnya mengatakan : “Huawei bukan perusahaan milik negara. Kami juga tidak terlalu peduli dengan laporan laba rugi. Jika (Amerika Serikat) tidak ingin Huawei muncul di  wilayah (atau bidang) tertentu, kami dapat menyesuaikannya sepanjang kami masih bisa bertahan, karyawan bisa terus bekerja, selama kita masih memiliki masa depan.”

Ini adalah ratapan Ren kepada AS minta tetap dibukakan jalan agar tetap bisa hidup dan bermasa depan. Namun, Huawei sebagai alat PKT untuk memimpin dunia dalam teknologi tinggi, tetapi caranya yang menggunakan spionase untuk penetrasi dan menghancurkan esensi dunia tidak akan pernah berubah. Di balik krisis Huawei adalah krisis PKT.

Oleh karena itu, semakin banyak negara bergabung dalam barisan yang memboikot dan melarang penggunaan perangkat buatan Huawei, Huawei tidak memiliki masa depan persis sama seperti Partai Komunis Tiongkok yang tidak memiliki masa depan. (Sin/asr)

Video Rekomendasi : 

 

Share

Video Popular