Oleh: Li Jian

Erabaru.net. Di Tiongkok Kuno, Taizi (putra mahkota) disebut juga Chujun (raja dalam masa penantian). Membina penerus kerajaan yang baik adalah suatu tugas yang sangat penting, karena hal ini menyangkut kelangsungan sebuah dinasti dalam jangka panjang. Kaisar Taizong dari Dinasti Tang memandang hal ini dengan sangat serius karena ia memiliki putra mahkota bernama Li Zhi.

Li Zhi adalah seorang anak yang baik namun kurang berani dan kurang memiliki keteguhan hati. Taizong membuat rencana untuk melatih Li Zhi supaya dapat menjaga sifatnya yang baik dan memperbaiki kelemahannya. Taizong memilih seseorang yang sangat terpelajar yaitu Fu Zuo untuk menjadi gurunya. Kaisar juga mengorbankan kepentingan pribadinya demi mengajar putra mahkota.

Sang Kaisar memerintahkan putra mahkota untuk pindah ke tempat di sebelah istana kaisar sehingga ayah dan anak bisa bertemu, dan Taizong dapat membimbingnya setiap hari. Taizong juga menggunakan cara ortodoks untuk mengajar anaknya. Beliau meninggalkan cara mengajar dengan buku. Sebaliknya dia mencoba mengajar dengan berbagi pengalaman dan pikiran tentang hal ihwal sehari-hari.

Ketika dia melihat pangeran makan, Taizong berkata, “Hanya setelah kerja keras selama setahun dari petani, menuai, menjaga dan memanen, baru kita bisa ada bahan pangan. Ketika makan, kamu harus berpikir tentang kesulitan petani sewaktu menanam padi.”

“Makanan itu tidaklah datang dengan mudah. Buatlah hatimu bersimpati pada petani dan kurangi pengeluaranmu. Dengan ini Tuhan akan melihat bahwa kamu memiliki kebijakan untuk berterima kasih, dan akan memberkahi kamu dengan lebih banyak keberuntungan dan membuat kamu selalu memiliki makanan untuk dimakan.”

Ketika dia melihat pangeran naik kuda, Taizong berkata, “Walaupun kuda adalah binatang yang sudah dijinakkan, dia juga memiliki perasaan. Kamu harus menghargainya.  Ketika kamu menungganginya, kamu harus memikirkan usaha dan kerja keras kuda itu dan jagalah supaya kamu tidak memacunya terlalu cepat.”

“Kamu tidak boleh menguras tenaga si kuda.  Tuhan akan melihat bahwa kamu memiliki hati yang menyayangi makhluk lain, dan akan membuatmu kaya dan terhormat sehingga membuatmu selalu memiliki kuda untuk ditunggangi.”

Ketika kaisar melihat pangeran naik perahu, dia berkata, “Air dapat menghantarkan perahu, tapi dapat juga menenggelamkannya. Rakyat ibarat air, dan raja ibarat kapalnya. Bila raja memperlakukan orang biasa dengan kebaikan, rakyat akan mencintai kerajaan.  Jika raja bersifat tirani dan tidak menunjukan perhatian pada rakyat, orang-orang akan menganggapnya sebagai musuh dan akan mengkhianatinya. Seperti air, walau bisa mengantarkan perahu namun bisa juga menenggelamkannya. Kamu harus bertindak bijaksana.”

Ketika dia melihat pangeran berteduh di bawah pohon, Taizong berkata, “Sewaktu pohon tumbuh, seringkali dia tidak tumbuh lurus sempurna. Tukang kayu dapat menggunakan alatnya untuk membuatnya menjadi tiang yang kuat dan cukup panjang sebagai bahan bangunan istana.”

“Raja yang tinggal di istana tidak dapat mengetahui semua hal dan pasti dapat melakukan kesalahan. Hanya dengan rendah hati mendengarkan nasehat dari para menteri baru dia dapat memperbaiki dan meluruskan dirinya dan menjadi kaisar yang terhormat.”

Sudah jelas bahwa Kaisar Taizong tidak hanya seorang ayah, namun juga seorang guru yang tegas. Dia menggunakan hal-hal di dunia yang ditemui di kehidupan sehari-hari untuk mengajarkan filosofi yang mendalam pada putra mahkota agar suatu saat pangeran siap untuk memerintah negara. Ajarannya sangat nyata, mudah dimengerti dan mencapai efek yang besar.

Di bawah bimbingan Taizong, putra mahkota tidak mengecewakan ayahnya dan berhasil menjadi raja yang baik. Dia mengikuti ajaran ayahnya, menghormati kehendak rakyat, dan berkomitmen menjaga kesederhanaan di pemerintahannya. Dalam banyak bidang, politik, ekonomi, kebudayaan dan bidang lain, dia mencapai hasil yang bahkan lebih baik dari ayahnya.

Pencapaiannya menunjukkan bahwa Kaisar Taizong telah memilih dan mendidik penerus yang tepat.  Kaisar Taizong tidak hanya merupakan ahli politik tetapi juga ahli strategi yang handal. Dia juga seorang master besar dalam melatih, mengajar dan membimbing orang yang berbakat. (Sumber: http://www.zhengjian.org/asr)

VIDEO REKOMENDASI

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds