Erabaru.net. Pernah melihat gadis kecil bernama Qian Hongyan ini?

Gadis dari Yunnan, Tiongkok itu mengalami kecelakaan saat kecil dan kakinya harus diamputasi.

Ia menggunakan bola basket untuk menggantikan badan bagian bawahnya.

Untuk berjalan ia mengandalkan lengannya untuk merangkak. Hal ini menarik perhatian orang-orang di seluruh dunia.

Setelah dia beranjak dewasa, dia menjalani bimbingan rehabilitasi, dan bergabung dengan tim renang.

Sekarang ia sudah menjadi seorang perenang yang sangat hebat!

Yuk, mari simak bersama bagaimana keadaannya sekarang!

Pada tahun 2000, Qian Hongyan mengalami kecelakaan tragis terseret hingga ke bawah bus pada saat baru berusia 4 tahun.

Demi menyelamatkan nyawanya ia harus diamputasi dari panggul ke bawah.

Kredit: coco.01.net

Sang kakek yang sangat menyayangi Hongyan lalu memotong bola basket, dan dijadikan sebagai penopang anggota tubuh bagian bawahnya.

Semua gerakan Hongyan ditopang oleh kedua alas kayu khusus di tangannya, sehingga ia pun dikenal dengan panggilan “gadis bola basket”.

Kredit: coco.01.net

Pada 2005, karena perhatian media, dia dikirim ke pusat rehabilitasi di Beijing. Semua orang ingin membantunya agar kembali memiliki kehidupan yang normal.

Kredit: coco.01.net

Saat selesai menjalani pemulihan di pusat rehabilitasi pada 2007, mereka memasangkan kaki palsu pada Hongyan, dan semua biaya ini tentu saja gratis.

Kredit: coco.01.net

Namun, karena Hongyan berasal dari keluarga tidak mampu, sehingga pengobatan lebih lanjut tidak dapat dilakukan.

Kamu pikir dia akan menyerah begitu saja?

Tidak, dia adalah gadis bola basket yang selalu optimis. Saat dalam pelatihan, dia mengikuti club “Yun Zhi Nan” (Awan Selatan) sebuah club renang para remaja, dan menjadi juara pertama!

Bagi sebagian orang, berenang bukan sesederhana yang dibayangkan, apalagi Qian Hongyan yang cacat secara fisik.

Pada 2011, ketika media mewawancarai dan menanyakan pengalaman renangnya, Hongyan mengatakan,  “Pada awalnya saya tidak yakin bisa berenang, selalu saja tersedak oleh air.”

Kredit: coco.01.net

Namun, cacat fisiknya tidak membuat Hongyan menyerah dalam meraih mimpi sebagai perenang.

Dengan latihan setiap hari selama 4 jam, ia berhasil mengatasi rintangannya sendiri. Sampai akhirnya ia mendapatkan juara pertama olahraga renang gaya dada 100 meter di ajang Olimpiade Paralimpik  2014.

Kredit: coco.01.net

Qian Hong-yan tampak bahagia ketika mereka memasangkan kaki palsu untuknya saat ia berusia 18 tahun.

Kredit: coco.01.net

Pelatihnya mengatakan, Qian Hongyan adalah sesosok pengaruh yang sangat penting. Banyak orang, pada umumnya berpersepsi negatif terhadap orang-orang cacat.

Orang akan merasa kasihan pada mereka, orang-orang yang tidak sempurna secara fisik, dan melihat mereka adalah korban yang hadir untuk mengemis.

Tetapi sekarang, ketika orang-orang melihat sosok Qian Hongyan seperti itu, mereka akan lebih memahami bagaimana orang-orang cacat itu berjuang dengan hidupnya setiap detik.

Kredit: coco.01.net

Kisahnya tidak hanya membuat Tiongkok terharu, tapi juga menyentuh hati dunia.

Kredit: coco.01.net

Jadi, apakah kamu pikir dia sangat kasihan?

Tidak, dia orang yang tegar, karena dia tidak menyerah dengan hidupnya!

Banyak orang yang sempurna secara fisik tidak bisa dibandingkan dengan ketegaran dan kesabarannya.

Kredit: coco.01.net

Demikianlah sang gadis bola basket ini, apa yang dia miliki itu jauh lebih banyak daripada kita terkait apa itu yang namanya kehidupan.Qian Hongyan sekarang berusia 19 tahun. Ia adalah seorang gadis yang langsing.

Ini mungkin bukan sebuah keajaiban, karena semua itu mengandalkan kekuatan masing-masing individu yang dihimpun dari tetesan keringat seperti perjalanan hidup sang juara olimpiade paralimpik ini, Qian Hongyan.

Mari kita teladani semangatnya yang pantang menyerah. (jhony/rp)

Sumber: Coco.01.net    

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular