Erabaru.net. Wang Zufeng yang tinggal di Ankang, Shaanxi, Tiongkok, sekarang berusia 91 tahun. Di usianya yang sudah uzur sekarang seharusnya dikelilingi oleh cucu-cicitnya, menikmati kebahagiaan di masa senja, namun, sebuah kecelakaan yang terjadi 20 tahun silam menumbangkan semua itu.

Ia baru mendapatkan seorang anak laki-laki pada usia 46 tahun ketika itu, dan menggantungkan harapannya pada putranya ini.

Saat berusia 71 tahun, sebuah bencana yang tragis menyebabkan putranya yang baru berusia 25 tahun itu mengalami kebutaan pada sepasang matanya, kedua tangannya diamputasi, dan wajahnya juga rusak parah.

Nenek Wang harus menggandeng anaknya saat jalan, begitu juga pada saat makan, harus sesuap demi sesuap, bahkan untuk ke toilet saja harus dibantu oleh nenek Wang, ibunya.

Umumnya penduduk setempat yang telah menginjak usia tua 60 tahun, akan menyiapkan peti mati untuk diri masing-masing, begitu juga dengan Wang Zufeng.

“Sebenarnya di usia saya seperti ini seharusnya sudah tiada, tapi saya belum boleh mati dulu! Tunggu cucu saya sudah cukup besar, dan bisa merawat ayahnya, maka sayapun tidak akan risau lagi dan bisa pergi dengan tenang,” kata Wang Zufeng.

[Meski hewan sekalipun juga harus dirawat sampai besar]

Qian Yougen yang tinggal di kota Jiaxing, Zhejiang, Tiongkok, menderita syndrome polio, tidak bisa mengurus diri sendiri. Sementara itu, Qian Guanhua, sang ayah harus menyuapinya makan sesuap demi sesuap, dan ini sudah berlangsung selama 50 tahun.

Saat muda, ada temannya yang menyarankan sebaiknya buang saja putranya itu ke pintu sebuah panti asuhan, tapi Qian Guanhua menolaknya, dan dengan teguh mengatakan, “Meski hewan sekalipun juga tetap harus dirawat dan dibesarkan.”

Keteguhan hati sang ayah ternyata juga menggugah hati Qian Hong-zhen, putrinya. Hari itu Qian Hong-zhen menyewa mobil, untuk memudahkan ayahnya membawa kakak laki-lakinya itu ke rumah sakit rujukan.

Penyakit saudaranya itu sedikit banyak berpengaruh pada nasib Qian Hongzhen. Menjelang pernikahannya, ia putus dengan pacarnya yang telah terjalin selama lima tahun, sampai suatu ketika mencari seorang menantu laki-laki.

“Keluarga sebaik apapun, pasti ada kalanya marah, orang lain bisa pulang ke rumah keluarga sendiri kalau marah/bad mood, sementara saya entah mau kemana kalau kebetulan suasana hati lagi buruk, karena itu adalah rumah/keluarga saya,” kata Qian Hong-zhen.

Qian Guanhua yang telah menginjak usia uzur 80 tahun juga memiliki cacat fisik. Telapak tangan kirinya remuk oleh mesin giling beras, kemudian mata kanannya juga alami cedera hebat hingga buta.

Sementara mata kirinya mengalami katarak, dan kabur bila melihat sesuatu. “pilu hati saya saat melihat anak-anak tetangga yang lincah ,” katanya ketika mencuci seprai dan popok anaknya.

[Kakek-nenek yang rela bertindak sebagai kaki cucunya]

Di Zoucheng, provinsi Shandong, Wu Guang-jun dan istrinya Du Xue-qin memiliki tiga atau empat hektar tanah. Satu anak laki-laki dan satu anak perempuan kini telah tumbuh dewasa, meskipun tidak kaya, tapi sekeluarga sangat bahagia.

Namun, lahirnya cucu perempuan membuat pasangan senja ini tidak bisa tidur nyenyak. Cucunya menderita cerebral palsy dan epilepsi, tidak bisa mengurus diri sendiri untuk rutinitas sehari-hari.

Selama cuacanya cerah, Wu Guang-jun biasanya membawa cucunya jalan-jalan di sekitar desa.

“Selama saya masih hidup, saya akan menjadi kakinya cucu saya, membawanya pergi kemanapun ia suka,” katanya.

Agar anak dan menantunya bisa bekerja dengan tenang di luar, pasangan senja ini kemudian mengambil alih tugas mereka mengurus anaknya atau cucu dari pasutri senja ini.

Wu Yuan-fang, cucunya sekarang tidak lama lagi menginjak usia 12 tahun, dan hampir setinggi kakek-neneknya, namun, inteligensinya mandek di tingkat anak-anak usia dua tahun, harus digendong saat jalan, disuapi, dan untuk buang hajat juga perlu bantuan orang lain, tidak bisa berkomunikasi dengan bahasa umum sehari-hari.

Derita kedua pasangan senja ini hanya mereka sendiri yang tahu dan merasakannya.

Mungkin inilah lika-liku kehidupan yang harus dijalani setiap insan manusia di dunia. (jhoni/rp)

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds