Tiongkok dengan cepat memodernisasi militernya, dan mungkin sedang mempersiapkan operasi militer pertamanya selama dalam 40 tahun di Taiwan, menurut sebuah laporan baru, yang diterbitkan pada 15 Januari, oleh Defense Intelligence Agency (DIA).

Laporan tersebut merinci tujuan-tujuan Tiongkok dalam waktu dekat untuk memodernisasi sampai tingkat militer-militer terkenal lainnya, termasuk militer AS, untuk tujuan menyerang Taiwan.

Militer Tiongkok, yang dikenal sebagai Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), “kemungkinan akan tumbuh lebih maju secara teknologi, dengan peralatan yang sebanding dengan militer modern lainnya,” kata laporan tersebut.

Lebih jauh lagi, “Minat lama Beijing untuk akhirnya memaksa penyatuan kembali Taiwan dengan daratan dan menghalangi apa pun upaya Taiwan untuk mendeklarasikan kemerdekaan telah menjadi pendorong utama modernisasi militer Tiongkok tersebut,” kata laporan.

Rezim Tiongkok menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya yang akan dipersatukan dengan daratan suatu hari nanti, walaupun faktanya Taiwan adalah negara yang merdeka secara de facto, dengan memiliki konstitusi sendiri, pemerintah, mata uang, dan militer yang dipilih secara demokratis.

TARGET: TAIWAN

Laporan DIA mengutip laporan resmi Tiongkok dari tahun 2015, berjudul “Strategi Militer Tiongkok” (PDF), di mana rezim Tiongkok menjelaskan bahwa ketika perang dunia tidak mungkin, ia bermaksud untuk mempersiapkan kemungkinan perang lokal.

Militer Tiongkok telah secara khusus merancang peralatan militer untuk pertempuran dengan Taiwan, menurut laporan tersebut, mengantisipasi bahwa Taiwan akan didukung oleh negara-negara lain jika terjadi konflik. Ini termasuk berbagai macam rudal dan sistem-sistem pendaratan di lapangan, termasuk kendaraan yang meluncurkan rudal balistik yang khusus melawan kapal-kapal induk.

“Antisipasi Beijing bahwa pasukan asing akan melakukan intervensi dalam skenario Taiwan membuat PLA mengembangkan berbagai sistem untuk mencegah dan menolak proyeksi pasukan regional asing,” kata laporan tersebut.

Selain itu juga menjelaskan bahwa kemajuan Tiongkok dalam beberapa teknologi akan segera menjadi salah satu yang terdepan di dunia. “Kemajuan teknologi Tiongkok dalam desain angkatan laut telah mulai mendekati tingkat yang sepadan dengan, dan dalam beberapa kasus melebihi, angkatan laut modern lainnya.”

Jenis baru kapal perusak angkatan laut yang dikembangkan di dalam negeri oleh Tiongkok, yang disebut kelas Tipe 055 Renhai, “akan menjadi salah satu kapal paling canggih dan kuat di dunia.”

Namun, belanja pertahanan Tiongkok tetap rendah jika dibandingkan dengan negara lain. Laporan itu mengatakan bahwa Tiongkok mendapat manfaat dari “keuntungan peserta belakangan,” di mana ia membeli, memodifikasi, atau mencuri teknologi yang dikembangkan oleh negara-negara lain.

ESKALASI ANCAMAN

Dalam pidato 2 Januari, pada perayaan tahunan pernyataan kebijakan Partai Komunis Tiongkok tentang hubungan lintas selat, Xi mengatakan “Tiongkok harus dan akan disatukan” dengan Taiwan.

Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen, membantah keras klaim-klaim aturan yang dilakukan Beijing, dan kemudian menyerukan dukungan dari komunitas internasional.

“Ketika negara seperti kita menghadapi kesulitan dan ancaman, kita berharap bahwa masyarakat internasional menanggapinya dengan serius dan dapat menyuarakan dukungan dan membantu kita,” katanya.

Beberapa hari kemudian, Xi berbicara pada pertemuan politik untuk petinggi-petinggi Partai, menyerukan angkatan bersenjata Tiongkok untuk “mempersiapkan pertempuran militer yang komprehensif dari langkah pertama yang baru,” menurut media pemerintah Tiongkok Xinhua pada 4 Januari.

“Persiapan untuk perang dan pertempuran harus diperdalam untuk memastikan tindakan yang efisien di saat darurat,” katanya.

Rick Fisher, pakar PLA dan rekan senior dari International Assessment and Strategy Center, mengatakan pernyataan-pernyataan Xi merupakan peningkatan ancaman terhadap Taiwan.

“Ketika Xi Jinping dan kepemimpinan PKT menjadi lebih percaya diri dalam kemampuan mengumpulkan PLA untuk menyerang Taiwan, kita dapat memperkirakan ancaman mereka menjadi lebih keras,” kata Fisher.

“Pada tahun 2019 kita bisa menduga Xi Jinping mengulangi ancaman-ancamannya untuk Taiwan, yang akan digemakan oleh alat-alat propaganda Tiongkok dan diperkuat oleh latihan-latihan intimidasi angkatan udara dan laut PLA di sekitar Taiwan.” (ran)

Video pilihan:

Tiongkok Dituding Menyalahgunakan Teknologi AS untuk Menindas Rakyatnya, terutama Uighur

Share

Video Popular