EpochTimesId – Sekelompok tentara Venezuela di Kota Lima membuat pernyataan pada 16 Januari 2019. Mereka menegaskan bahwa mereka tidak lagi mengakui Presiden Nicolas Maduro sebagai pemimpin mereka. Para perwira itu menyerukan kepada sesama prajurit untuk mengikuti langkah mereka.

Pernyataan dari tentara tersebut datang hanya beberapa hari setelah Maduro dilantik pada 10 Januari di bawah longsoran kritik. Kepemimpinannya dinyatakan tidak sah setelah pemilihan 2018 dituding oleh kalangan dalam dan luar negeri sebagai ‘penipuan’ dan alat legitimasi kekuasaan otoriter ilegal.

Presiden Venezuela Nicolas Maduro setelah disumpah untuk masa jabatan keduanya, di Mahkamah Agung Kehakiman Venezuel (TSJ) di Caracas pada 10 Januari 2019. (Yuri Cortez/AFP/Getty Images/The Epoch Times)

Amerika Serikat dan banyak negara Amerika Latin mengatakan Maduro telah menjadi diktator yang gagal menjalankan kebijakan. Dia dinilai bertanggungjawab menjerumuskan Venezuela ke dalam krisis ekonomi terburuk yang pernah ada, tanpa ada upaya pemulihan. Akan tetapi, Maduro mengatakan bahwa ‘perang ekonomi’ yang dilancarkan AS berusaha untuk memaksanya turun dari kekuasaan.

Para prajurit mengatakan mereka kini mengakui pemimpin oposisi negara itu, Juan Guaido sebagai presiden Venezuela.

Venezuela ‘terhuyung-huyung’ karena krisis makanan dan tingkat inflasi yang diperkirakan akan mencapai 10 juta persen pada tahun 2019. Sekitar tiga juta rakyat Venezuela telah eksodus dan beremigrasi dalam beberapa tahun terakhir. (Reuters/The Epoch Times/waa)

Rakyat Venezuela mencari makanan di luar supermarket yang dijarah di lingkungan El Valle, di Caracas, pada 21 April 2017. Supermarket dijarah setelah demonstrasi menentang pemerintahan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. (Ronaldo Schemidt/AFP/Getty Images)

Video Pilihan :

Simak Juga :

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds