Washington DC – SpaceX mengatakan bahwa mereka akan membangun versi uji coba dari pesawat ruang angkasa Mars di Texas selatan. Mereka tidak jadi membangunnya di Port of Los Angeles.

Krisis ekonomi lokal dikatakan menjadi penyebabnya. Dimana perusahaan beberapa hari sebelumnya mengumumkan PHK besar-besaran.

“Keputusan itu dibuat untuk merampingkan operasi, perusahaan yang berbasis di Hawthorne, California,” ujar rilis SpaceX, pada 16 Januari 2019.

SpaceX memenangkan lelang untuk menyewa lahan 19 hektar di pelabuhan Terminal Island tahun lalu. Mereka berencana untuk membangun fasilitas baru guna melakukan pekerjaan pembuatan pesawat antariksa antarplanet, yang kini disebut proyek Starship. Kendaraan peluncurannya, Super Heavy, yang akan menjadi roket terbesar yang pernah dibuat oleh umat manusia.

Fasilitas pelabuhan akan memungkinkan kapal raksasa itu untuk berlayar atau dikirim ke lokasi peluncuran. Fasilitas baru awalnya diperkirakan bisa menambah sekitar 700 lowongan pekerjaan ke daerah tersebut.

SpaceX kini tidak akan melanjutkan opsi itu.

Pendiri SpaceX, Elon Musk, berkicau di Twitter bahwa pengembangan Starship akan berlanjut di Hawthorne tetapi prototipe akan dibangun di Texas selatan. Perusahaan ini memiliki fasilitas peluncuran di Boca Chica dekat Brownsville, di mana sebuah prototipe pesawat ruang angkasa telah dirakit.

“Kami sedang membangun prototipe Starship secara lokal di situs peluncuran kami di Texas, karena ukurannya membuat kapal akan sangat sulit untuk diangkut,” kata Musk.

SpaceX akan terus menggunakan fasilitas pelabuhan yang ada untuk ‘memulihkan’ dan memperbaiki roket Falcon dan pesawat ruang angkasa Dragon yang dapat digunakan kembali, yang tiba melalui kanal air.

Pejabat California Selatan telah berbicara tentang ‘memikat’ dan menarik investasi operasi teknologi tinggi untuk meningkatkan kawasan bisnis tepi laut dan menciptakan ‘Silicon Harbor’.

“Sementara kami kecewa bahwa SpaceX tidak akan memperluas operasi mereka di Port of Los Angeles, kami senang bahwa mereka akan melanjutkan operasi ‘pemulihan’ (perawatan dan perbaikan) mereka di sini,” kata juru bicara pelabuhan Phillip Sanfield.

“Pekerjaan berkelanjutan kami dengan SpaceX dan perusahaan teknologi maju lainnya adalah penting bagi upaya kami untuk memajukan pelabuhan melalui inovasi dan teknologi baru.”

Anggota Dewan Kota Los Angeles Joe Buscaino mengatakan dia merasa terharu dengan keputusan itu. “Akan tetapi Saya merasa yakin bahwa inovator lain akan melihat nilai besar yang mereka dapatkan di San Pedro.”

Pada 11 Januari 2019, SpaceX mengumumkan akan memberhentikan 10 persen dari sekitar 6.000 pekerjanya, kebanyakan dari mereka di kantor pusat Hawthorne. Perusahaan mengatakan perlu menjadi lebih ramping untuk menyelesaikan proyek-proyek ambisius dan mahal seperti Starship dan Starlink, yang akan menciptakan konstelasi satelit untuk menyediakan layanan internet broadband berbasis ruang angkasa.

Biaya pengembangan untuk kedua proyek tersebut masing-masing diperkirakan mencapai US$ 10 miliar atau sekitar 142 triliun rupiah. (AP/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

Simak Juga :

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds