BRUSSEL— Uni Eropa mengenakan bea masuk mulai 19 Januari untuk sepeda listrik Tiongkok guna mengekang impor murah yang menurut produsen Eropa mendapat manfaat dari subsidi-subsidi yang tidak adil dan sedang membanjiri pasar.

E-sepeda (sepeda listrik) yang berasal dari Tiongkok akan dikenakan tarif antara 18,8 dan 79,3 persen, sebuah dokumen dalam jurnal resmi Uni Eropa mengatakan pada hari Jumat, sejalan dengan proposal Komisi Eropa di mana negara-negara Uni Eropa memberikan suara pada bulan Desember.

Bea masuk anti-dumping dan anti-subsidi adalah yang terbaru dari serangkaian langkah Uni Eropa terhadap ekspor Tiongkok mulai dari panel surya hingga baja, yang telah memicu kata-kata keras dari Beijing.

Komisi tersebut menemukan ekspor e-sepeda Tiongkok ke Uni Eropa naik tiga kali lipat dari tahun 2014 hingga September 2017. Pangsa pasar mereka naik menjadi 35 persen, sementara harga rata-rata turun 11 persen.

Ia juga mengatakan para produsen Tiongkok mendapat keuntungan dari harga-harga aluminium yang dikendalikan serta pembiayaan yang menguntungkan dan keringanan pajak serta persyaratan-persyaratan hak guna tanah.

Giant Taiwan, salah satu pembuat sepeda terbesar di dunia, yang memiliki pabrik di Tiongkok dan juga di Belanda, akan dikenakan bea masuk 24,8 persen.

Produser-produser Uni Eropa termasuk kelompok Belanda, Accell dan Gazelle, Eurosport DHS Rumania dan Derby Cycle Holding Jerman.

Asosiasi Produsen Sepeda Eropa (European Bicycle Manufacturers Association) mengatakan mereka memuji langkah tersebut yang katanya akan melindungi 800 perusahaan kecil dan menengah yang mempekerjakan 90.000 orang.

Bagaimanapun, ia telah memperingatkan bahwa perusahaan-perusahaan manufaktur e-sepeda Tiongkok telah membuat jalannya ke Eropa melalui negara-negara ketiga tempat sepeda-sepeda tersebut dikemas ulang. (ran)

Video pilihan:

Kuatnya Intervensi Tiongkok pada Dunia Bisnis, Membuat Jack Ma Ingin Pensiun

Share

Video Popular