Jenewa – Amerika Serikat menyerukan kepada Rusia untuk menghancurkan semua sistem rudal yang melanggar perjanjian Senjata Nuklir Jangka Menengah (INF). Amerika menuduh Moskow mengganggu stabilitas keamanan global, pada 21 Januari 2019.

Duta Besar AS untuk Konfrensi Pelucutan Senjata PBB, Robert Wood, mengatakan bahwa sistem rudal SSC-8 adalah ancaman kuat dan langsung ke Eropa dan Asia. Washington menuduh Moskow menyebarkan sistem alutsista yang melanggar perjanjian sejak pertengahan 2000-an.

“Sayangnya, Amerika Serikat semakin menemukan bahwa Rusia tidak dapat dipercaya untuk mematuhi kewajiban pengendalian senjata dan bahwa tindakan koersif dan memfitnahnya di seluruh dunia telah meningkatkan ketegangan,” kata perwakilan permanen AS untuk Konferensi Pelucutan Senjata PBB, pada Konferensi Pelucutan Senjata yang disponsori PBB.

“Rusia harus memusnahkan semua rudal, peluncur, dan peralatan terkait SSC-8 agar dapat kembali mematuhi Perjanjian INF,” sambung perwakilan khusus AS untuk Masalah Senjata Biologis dan Toxin (BWC) itu.

Delegasi Rusia di konferensi itu tidak segera mengeluarkan tanggapan. Presiden Vladimir Putin sebelumnya mengatakan bahwa Rusia akan membangun lebih banyak sistem rudal terlarang jika Amerika Serikat menarik diri dari perjanjian itu.

Permintaan oleh Wood adalah tanda bahwa upaya sekutu AS di Eropa untuk membujuk Rusia agar kembali kepada kepatuhan terhadap INF tidak membuahkan hasil. Pada 4 Desember 2018, Menlu AS, Mike Pompeo memberi Rusia waktu 60 hari untuk menghancurkan sistem rudal.

Pompeo menyiapkan panggung untuk melayani konfrontasi Moskow dengan pemberitahuan penarikan resmi pada awal Februari. Pompeo mengatakan pada saat itu bahwa sekutu-sekutu Eropa melobi untuk interval 60 hari guna melancarkan kampanye diplomatik, guna mencoba menyelesaikan kebuntuan dengan Kremlin.

Presiden Donald Trump mengumumkan niatnya untuk menarik diri dari perjanjian INF pada Oktober tahun lalu.

Di bawah perjanjian itu, yang ditandatangani pada tahun 1987, kedua negara sepakat untuk melarang produksi, kepemilikan, dan pengujian sistem rudal darat jarak pendek dan menengah serta peralatan terkait. Hanya Amerika Serikat dan Rusia yang terikat oleh perjanjian itu. Keduanya memiliki kekhawatiran tentang Tiongkok, yang telah mengembangkan gudang senjata sistem rudal jarak menengah yang tidak bisa dikerahkan oleh Moskow maupun Washington di bawah perjanjian INF.

Washington telah berulang kali menuduh Moskow melanggar perjanjian itu. Pejabat Rusia mengabaikan tuduhan selama bertahun-tahun hingga 2017 ketika Amerika Serikat mengungkapkan kode nama Rusia internal untuk sistem rudal: SSC-8/9M729. Moskow telah mengubah nadanya sejak saat itu, dengan mengatakan bahwa sistem tersebut sesuai dengan perjanjian dan bahwa Washington belum memberikan cukup bukti.

Pemberitahuan penarikan Washington, jika disampaikan pada bulan Februari, akan efektif dalam enam bulan sejak tanggal deklarasi. Wood juga mengecam Rusia karena mendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad dan memberi Iran persenjataan canggih seperti sistem pertahanan rudal S-300.

“Racun pelumpuh (agen) saraf yang digunakan dalam upaya untuk membunuh mantan mata-mata Rusia Sergei Skripal dan putrinya Yulia di Salisbury, Inggris, Maret lalu juga menunjukkan perilaku sembrono Rusia dan kegagalan untuk memenuhi kewajibannya di bawah perjanjian yang melarang penggunaan senjata kimia,” tutup Wood.

Inggris mengatakan agen intelijen militer Rusia, GRU, meracuni Skripal dengan Novichok. Moskow membantah terlibat dalam insiden keracunan, yang mana pasangan bapak-anak itu selamat dari maut. (IVAN PENTCHOUKOV dan Reuters/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds