Seorang ahli hukum internasional telah mendesak langkah-langkah anti-pemalsuan yang lebih efektif untuk memastikan para pembuat anggur (wine) palsu di negara-negara seperti Tiongkok tidak terus-terusan merugikan industri anggur global triliunan dolar karena kehilangan bisnisnya.

Profesor Hukum Universitas Northumbria, Anqi Shen, percaya perkiraan industri pemalsuan anggur global akan bernilai AUS$ 4,3 triliun (US$3,1 triliun) pada tahun 2022.

Vitikultur Tiongkok, yang dilaporkan menghasilkan 14.000 botol anggur Penfolds palsu pada November tahun lalu, telah menjadi pasar konsumen anggur terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat, menurut Fairfax Media.

Menurut halaman acara salah satu seminar Shen dengan topik, “pastinya, industri anggur menguntungkan.”

“Pasar anggur Tiongkok yang sangat besar menarik minat para pemalsu lokal dan global yang secara agresif mengambil untung dari pembuatan dan penjualan anggur Australia dan Eropa tiruan.”

Shen, sebelumnya seorang perwira polisi di Tiongkok dan seorang pengacara di sebuah firma hukum Nanjing, memperingatkan bahwa tidak hanya masalah kekayaan intelektual yang terkait dengan anggur palsu tetapi juga risiko-risiko kesehatan.

Terkadang pembuat anggur palsu akan menggunakan pengganti yang murah untuk etanol, termasuk penghapus cat kuku, cairan pembersih kaca depan, metanol, dan isopropanol, yang digunakan dalam zat cairan untuk menurunkan titik beku (antibeku). Walaupun jenis-jenis alkohol ini dapat menghasilkan keadaan stimulasi yang serupa bagi konsumen, ia dapat, paling tidak, menyebabkan mual, muntah, sakit perut, kantuk, dan pusing. Dalam kasus yang lebih serius, konsumsi dapat menyebabkan masalah ginjal atau hati, atau bahkan membuat seseorang koma. Metanol dapat menyebabkan kebutaan permanen.

“[Ada] masalah kesehatan masyarakat sehubungan dengan barang palsu yang berbahaya seperti anggur palsu,” kata halaman acara tersebut.

Pemerintah Koalisi Australia telah mengumumkan akan membentuk platform digital merek dagang Smart Trade Mark yang baru di bawah badan federal kekayaan intelektual Australia untuk membantu bisnis-bisnis Australia melindungi barang-barang mereka dari produk-produk tiruan di pasar-pasar luar negeri.

Bekerja sama dengan perkebunan anggur Shaw Vineyard di Murrumbateman, New South Wales, proyek percontohan ini bertujuan untuk mendukung rantai pasokan mereka di Asia Tenggara dan memastikan pelanggan luar negeri membeli produk-produk buatan Australia yang berkualitas.

“Proyek-proyek seperti Smart Trade Mark adalah cara penting untuk menghentikan produk palsu yang mengikis integritas merek Australia,” Menteri Federal untuk Industri, Sains, dan Teknologi Karen Andrews mengatakan dalam siaran pers. “Dengan menerapkan Smart Trade Mark untuk produk-produk Australia, konsumen dan bisnis dapat secara langsung memeriksa bahwa produk telah terdaftar dalam merek dagang Australia dan memastikan itu tidak palsu.

“Akses untuk informasi ini di luar negeri saat ini terbatas, sehingga potensinya sangat menarik.”

Shen percaya menggunakan peraturan yang lebih ketat mengontrol industri pemalsuan dan mencegah para produsen anggur palsu dari perilaku ilegal juga akan membantu mengatasi masalah ini.

Industri budidaya anggur Australia menyambut baik peraturan baru tersebut yang memberikan perlindungan lebih besar kepada para eksportir anggur yang memiliki reputasi baik.

Menurut Wine Australia, otoritas hukum yang didanai pemerintah akan memiliki kekuatan untuk memblokir persetujuan pengiriman produk-produk Australia yang tidak dapat dijual secara legal di negara tujuan, terutama jika melanggar undang-undang yang terkait dengan kekayaan intelektual. Para eksportir juga akan kehilangan fleksibilitas untuk mengekspor atas nama perusahaan atau individu yang tidak memenuhi syarat untuk lisensi ekspor yang sah.

“Peraturan baru ini akan memperluas kekuatan Wine Australia untuk berbuat lebih banyak guna melindungi reputasi anggur Australia di luar negeri dengan memastikan bonafiditas para eksportir yang sudah ada dan potensial,” kata Chief Executive Officer Wine Australia Andreas Clark dalam siaran pers. “Sayangnya, adalah fakta kehidupan bahwa para peniru dan pemalsu dapat mengalihkan perhatian atau emosi seseorang ke hal-hal lain ketika mereka dapat memanfatkan reputasi baik orang lain untuk menghasilkan uang, telah meninggalkan kerusakan yang tidak dapat dicegah yang tumbuh tidak hanya untuk merek individu tetapi untuk reputasi bangsa yang ditargetkan dan merek-merek lainnya.” (ran)

Shen akan menyampaikan presentasi, Being Affluent One Drinks Wine, di kampus ANU Canberra mulai pukul 12:30 siang hingga 1:30 malam pada 5 Februari 2019. Untuk informasi lebih lanjut, kirim email ke regnet@anu.edu.au.

Video pilihan:

Alat Huawei Dikembangkan untuk Menindas Falun Gong yang Mencekam di Seluruh Tiongkok

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds