Erabaru.net. Banyak orang tidak memiliki kesan yang baik tentang pekerja asing dan PRT, ditambah lagi dengan kasus-kasus negatif di masyarakat terus terjadi, sehingga membuat masyarakat memandang rendah terhadap mereka.

Namun, tidak setiap pekerja asing seperti itu. Ada yang benar-benar baik dan sungguh-sungguh bekerja, membuat majikan tenang dan menganggap mereka seperti keluarga sendiri.

Menurut seorang netizen yang memosting artikelnya di komunitas jejaring sosial Taiwan, ia bertemu dengan seorang PRT/pengasuh dan majikannya di sebuah rumah sakit di Taipei City, Taiwan.

Percakapan mereka membuat orang mengerti bahwa selama ini mereka saling bersikap baik, dan tulus, dan meski melampaui kebangsaan atau status pekerjaan juga bisa saling peduli layaknya teman baik.

Majikan memberi pembantunya 5.000 NTD (sekitar Rp 2.2 juta) untuk membeli barang-barang/makanan kesukaan nenek ( ibunya sang majikan), sementara sisa uangnya nanti untuk si pembantu.

Sisa uang yang cukup banyak menurut pembantu itu pu membuatnya tertegun, kemudian buru-buru berkata pada majikannya : “Terlalu banyak nyonya …nenek makannya sedikit, stok makanan saya sendiri juga cukup banyak, jadi gak usah beli lagi”

Dia tidak seperti pembantu lainnya yang langsung mengantongi uang itu layaknya mendapat durian runtuh. tetapi dengan jujur dan polos mengatakan alasannya, dan menolak uang yang diberikan majikannya.

Namun, penolakannya tidak membuat sang majikan membatalkan maksudnya, sebaliknya justru memberikan uang 2.2 juta rupiah lagi untuknya.

“Kamu beli saja barang-barang untuk anak-anakmu di kampung, dan jangan kembali lagi kalau tidak membelanjakan uangnya! Saya pulang dulu bersama nenek, nanti kamu telepon dan saya akan jemput kalau sudah selesai belanja,” kata majikannya tegas.

Ucapan tegas majikannya membuat pembantu itu tertegun sekaligus tersentuh. “Terima kasih nyonya,”katanya sambil meneteskan air mata haru.

Selain netizens, seseorang yang juga kebetulan mendengar percakapan mereka merasa penasaran lalu bertanya pada si majikan : “Mengapa begitu baik padanya?”

Sang majikan menjawabnya dengan serius : “Dia pembantu yang baik, rajin dan telaten, kesehatan ibu saya menjadi semakin baik sejak diurus olehnya.”

“Uang yang mereka dapatkan sebenarnya sangat kecil, selain itu juga harus dipotong setiap bulan oleh agen penyalur PRT, dan sisanya semakin sedikit, jadi saya memberinya sedikit lebih banyak.”

Sebenarnya pekerja asing juga punya kesulitan hidup yang dihadapi, demi memberikan kehidupan yang lebih baik bagi keluarga mereka, sendirian meninggalkan kampung halaman untuk bekerja di kota atau negara yang sama sekali asing baginya.

Walaupun ada juga pekerja asing yang buruk, tapi jangan melupakan mereka yang baik dan benar-benar bekerja, mereka pantas mendapatkan perlakuan yang lebih baik, karena mereka mengurus keluarga kita dengan tulus dan sungguh-sungguh.

Perlakuan tulus si majikan terhadap pembantunya juga mendapatkan acungan jempol dan pujian dari para netizen:

“Sikap tulus dari hati, Anda adalah majikan yang baik.”

“Gaji yang mereka dapatkan sebulan sangat kecil, tidak boleh libur lagi, sungguh tidak mudah mencari sesuap nasi.”

“Majikan dan pembantu yang mengagumkan, dalam hati pasti akan merasakan jika semuanya dilakukan dengan niat tulus dan sungguh-sungguh.”

“Bagaikan keluarga ~ “

“Mengharukan, sikap keduanya sangat tulus.”

“Indahnya dunia jika semua orang bisa saling bersikap tulus seperti itu!” demikian ragam komentar netizen.(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular