Erabaru.net. Liu Baoguo adalah orang desa, kakinya cacat  dan tidak memiliki anak, sehingga tidak ada yang dirisaukan. Jadi, dia pun ke kota dan menjadi pengemis.

Liu Baoguo adalah seorang veteran Nasionalis Taiwan, dia mengajukan diri untuk menjadi tentara saat perang saudara kala itu, tapi naas baginya, dia terluka dalam perang dan kakinya menjadi cacat.

Dan ketika pulang ke rumah melihat istrinya yang selalu menangis sepanjang hari, dia pun merasa gerah, dan karena jengkel lalu menceraikan isterinya.

Dan sejak itu dia tidak menikah lagi, bahkan tidak pernah menanyakan kabar tentang mantan istrinya, dia luntang-lantung sendirian di kota, mengumpulkan botol plastik bekas, kardus dan limbah daur ulang lainnya sebagai mata pencaharian untuk bertahan hidup.

Suatu hari, dua petugas polisi menemukannya dan berkata kepadanya: “Tunjangan negara untuk veteran sudah cair. Kalau sempat pergilah ke bank untuk mengurus rekening dan kartu ATM, nanti negara akan langsung menstransfer ke rekening bapak.”

Mendengar kabar itu, sepasang mata Liu Baoguo tampak berkaca-kaca, dia tak menyangka negara akan memberi tunjangan hidup untuknya. Dulu dia merasa tidak bisa menjadi prajurit garis depan bagi pasukannya, sekarang dia merasa membuang-buang sumber daya negara.

“Ayo kita pergi, negara akan menjamin masa pensinmu, kita bantu urus dulu rekeningmu sekarang, kalau tidak nanti tunggu dua tahun lagi, kaki bapak pun tidak sanggup berjalan lagi.”

Setelah Baoguo membuka rekening, dia terkejut rekeningnya bertambah lebih dari Rp 180 juta dalam 3 hari, ia merasa ada yang tidak beres, karena menurutnya negara tidak mungkin mentransfer uang sebanyak itu sekaligus, karena merasa ganjil, dia pun melapor ke polisi.

Setelah diselidiki, polisi setempat mengatakan kepadanya,: “Uang itu memang milik bapak.”

Tapi, dalam hati Liu Baoguo tetap saja merasa tidak tenang. Dan sudah berkali-kali ia ke kantor polisi menanyakan hal yang sama, hingga akhirnya polisi pun tidak tahan lagi, kemudian menceritakan yang sebenarnya. Ternyata uang itu dari putranya. namun, dia tercengang seketika dan berkata, “Dari mana saya punya anak?” katanya bingung.

“Saat kami selidiki, kami temukan sumber uang itu ditransfer seseorang bernama Liu Aijia. Dia bilang putra Anda.

Sebenanya, saat Anda mengusir istri Anda ketika itu, dia sedang hamil. Kemudian, dia melahirkan dan membesarkan anak itu, setelah lulus kuliah, dia kerja di luar negeri.

Uang sebesar Rp 180 juta itu dia transfer untuk bekal hidup Anda di masa tua,”kata polisi pada Liu Baoguo.

Setelah mendengar cerita polisi, Liu Baoguo duduk termangu di depan pintu kantor polisi. Ketika itu dia sengaja mengusir istrinya karena tak ingin menyusahkannya yang cacat kaki, tapi dia tak menyangka saat itu istrinya sedang hamil, dan sendirian membesarkan anaknya, Liu Baoguo merasa sangat menyesal dan mengutuk dirinya.

Dia merasa sangat bersalah pada istrinya, yang dipikirkannya saat itu hanya kepentingan negara, dia tidak sadar istrinya juga adalah keluarga dan negaranya.

Dia melahirkan seorang anak dan memberi nama Liu Aijia yang berarti cinta keluarga dan negara. Sampai di sini, Liu Baoguo jatuh terkulai lemas sambil meneteskan air mata.(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds