Erabaru.net. Pernahkah Anda mendengar tentang Robinson Crusoe? Anda mungkin tahu dan jika belum, saya punya contoh dalam kehidupan nyatanya untuk Anda – Masafumi Nagasaki, mantan fotografer dan pekerja pabrik dari Osaka, yang telah tinggal di pulau yang benar-benar sepi selama sekitar dua puluh sembilan tahun, masa yang lebih lama daripada yang dihabiskan Crusoe sendirian di sebuah pulau. Tapi itu bukan perbedaan terbesar antara keduanya. Baca lebih lanjut untuk mencari tahu.

Crusoe terdampar, sedangkan Nagasaki memutuskan untuk tinggal di pulau itu dan melepaskan peradaban atas kemauannya sendiri. Meskipun dia lama tinggal di kota seperti Osaka, Masafumi tidak pernah merasa cocok dengan cara hidup modern. Dia sudah muak dengan peradaban dan ketika dia pindah ke pulau itu, dia hanya berencana untuk tinggal selama dua tahun tetapi setelah angin topan mengambil barang-barang terakhirnya, dia melepaskan gagasan untuk kembali.

Dia adalah satu-satunya manusia di pulau itu dan dia berkelana hampir sepenuhnya telanjang, kecuali seminggu sekali, ketika dia memakai pakaian dan pergi ke sebuah pulau berpenghuni di dekatnya untuk membeli kue beras, dengan uang yang diberikan adiknya. Anda mungkin mengatakan bahwa ia belum sepenuhnya meninggalkan peradaban, tetapi kita harus ingat hidup di pulau yang sepi sendiri bukanlah hal yang mudah.

Ketika ditanya apa satu hal yang dia inginkan dari dunia peradaban, katanya, itu lebih ringan. Masafumi percaya bahwa hal-hal seperti uang dan agama yang terorganisir membuat manusia menjadi egois dan lebih brutal setiap harinya. Dia memilih untuk menjalani kehidupan tertutup karena dia ingin jauh dari hal-hal ini, serta dari hal-hal rumit lain dari peradaban modern. Dia bahkan mengatakan bahwa dia tidak merasa kesepian karena hidup sendiri lebih baik daripada kehidupan yang dipenuhi dengan kebutuhan akan harta duniawi dan semacamnya.

Dia selalu membuat keinginannya untuk mati di pulau itu dengan sangat jelas, kematian yang disebabkan oleh topan adalah keinginannya yang soesifik, tapi sayangnya, dari apa yang terlihat, keinginannya mungkin tidak terwujud. Kesehatannya terlihat memburuk dan dia mulai terlihat lebih lemah daripada sebelumnya, itulah sebabnya pemerintah Jepang memerintahkannya untuk dibawa kembali ke kota, di mana dia bisa mendapatkan perawatan medis.

Masafumi adalah manusia yang baik hati, yang mencintai binatang dan alam, meskipun tidak dapat disangkal bahwa dia membutuhkan bantuan medis dan perawatan yang baik, semua orang berharap bahwa keinginan terakhirnya terpenuhi dan dia dapat melihat hari terakhirnya di dunia ini di tempat yang dikenalnya sebagai rumah selama hampir tiga dekade.

Kami tidak mendengar tentang orang-orang seperti Masafumi belakangan ini, jadi bahkan jika seseorang tidak setuju dengan pendiriannya tentang materialisme; ceritanya hidupnya ini tak dapat disangkal telah menjadi salah satu yang paling menarik yang mungkin kita temui.

Tonton dokumenter tentang kisahnya dalam video di atas. (rpg)

Sumber: truththeory

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular