Erabaru.net. Pada 2005 silam, seorang bayi perempuan lahir ke dunia. Namun, disaat keluarga sedang merayakan kebahagiaan itu, tak disangka hal yang menyedihkan itu datang menimpanya.

Bayi perempuan itu diberi nama Xiao Yuhong, keluarga berharap dia bisa menjadi sesosok orang yang tangguh dan kuat seperti anak laki-laki. Namun, masa-masa indah itu tidak berlangsung lama.

Ibu Xiao Yuhong terserang penyakit dan meninggalkannya, sementara ayahnya yang pernah mengalami cedera pada kepalanya menjadi lebih parah karena kabar buruk istrinya, bahkan tidak mampu lagi untuk bekerja.

Sejak saat itu, beban keluarga pun jatuh ke pundak kakeknya yang hampir berusia delapan puluh tahun.

Ketika kerabat dan teman-temannya melihat kondisi kakek Yuhong, mereka membujuknya agar memberikan bayi (cucunya) perempuan itu kepada orang lain dengan kondisi ekonomi yang lebih baik, selain bisa meringankan beban keluarga, juga dapat memberi Xiao Yuhong lingkungan pertumbuhan yang baik.

Namun, si kakek tidak mau melepaskan Xiao Yuhong, cucu perempuannya. “Biar saya yang merawat dan membesarkannya, dia adalah cucu perempuan saya!”kata sang kakek.

Di saat bayi itu dalam masa menyusui, ibunya telah tiada, dan meninggalkan banyak utang untuk biaya pengobatan penyakitnya semasa hidup, sehingga sama sekali tidak mampu membeli susu bubuk untuk cucunya.

Dalam keadaan terpaksa, kakeknya memutuskan membeli seekor kambing untuk Xiao Yuhong sebagai “ibu susu” nya.

Sambil meneteskan air mata, kakek Yuhong ke rumah tetangga desa untuk membeli seekor kambing. Penduduk desa yang iba melihat nasib kakek itu, lalu memberinya seekor kambing.

Namun, kakek Yuhong merasa tidak bisa menerima sesuatu milik orang lain, ia menyelipkan secara paksa ratusan ribu rupiah pada tetangganya.

Namun, setelah pulang ke rumah, kakek Yuhong menemui masalah baru. Dia yang tidak pernah memerah susu jadi bingung dan panik ketika Yuhong menangis karena lapar.

Kebetulan pada saat itu, salah seorang kerabatnya memberinya ide, merebahkan induk kambing dan membiarkan anak itu menyusu sendiri. Anak itu seketika menjadi tenang begitu menyentuh puting susu kambing.

Tak lama kemudian dia pun kenyang, dan terlelap dengan mulut mungilnya yang masih menempel di puting susu induk kambing.

Bayi itu tampak bahagia dan tidur pulas, namun, pemandangan itu justru membuat sedih para tetangga yang melihatnya, mereka seakan merasakan betapa malangnya nasib anak itu.

Sejak itu, induk kambing menjadi ibu susu sepanjang waktu bagi Xiao Yuhong. Awalnya, keluarganya khawatir fisik Xiao Yuhong tidak akan tahan minum susu kambing mentah. Namun, setelah beberapa waktu, Xiao Yuhong bukan saja tidak sakit, sebaiknya justru sangat sehat dan perlahan-lahan mulai terbiasa.

Xiao Yuhong harus menyusu lima sampai enam kali sehari. Belakangan, induk kambing itu pun perlahan-lahan menjadi terbiasa dengan bocah unik yang disusuinya itu.

Setiap saat mendengar tangisan Xiao Yuhong, induk kambing itu akan langsung menghampiri anak itu dan berbaring memberinya minum susu.

Saat berusia satu tahun, Xiao Yuhong tidak lagi menyusu, dan induk kambing yang berperan sebagi ibu susu itu telah menyelesaikan tugas mulianya. Namun, induk kambing itu tampaknya sudah punya ikatan batin dengan anak itu.

Ketika Xiao Yuhong mulai belajar berjalan, ia akan berjalan sambil memegang punggung induk kambing.

Sementara induk kambing itu juga akan berjalan perlahan mengikuti langkah kaki Xiao Yuhong, seakan takut anak itu jatuh, tindakannya itu persis seperti ibu yang sedang menjaga anaknya.

Kakek Yuhong juga sangat bersyukur dan berterima kasih kepada induk kambing itu, dan dari lubuk hatinya, ia berjanji akan merawat dengan baik induk kambing yang telah memberi susu pada cucu perempuannya itu seumur hidup sampai ajal menjemput.(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds