Tiongkok baru-baru ini telah membeli teknologi yang dapat memantau tingkat konsentrasi belajar para siswa dalam skala massal.

Bando Fokus 1, yang dikembangkan oleh perusahaan perintis (startup) AS BrainCo, dimaksudkan untuk memantau konsentrasi belajar dengan membaca dan menerjemahkan sinyal-sinyal otak.

BrainCo telah menandatangani kesepakatan dengan distributor Tiongkok untuk menyediakan 20.000 perangkat.

Rencananya adalah melengkapi banyak siswa peralatan untuk “mengambil data dari 1,2 juta orang,” pendiri dan CEO BrainCo Bicheng Han mengatakan kepada surat kabar The Independent.

Menurut halaman LinkedIn Han, ia adalah lulusan Universitas Harvard dan merupakan bagian dari Asosiasi Pelajar dan Cendekia Tionghoa (Chinese Students and Scholars Association), sebuah kelompok pelajar untuk siswa-siswa Tionghoa internasional.

Perusahaan tersebut melakukan penelitian baru-baru ini di sekolah-sekolah Tiongkok di mana 10.000 siswa dari usia 10 hingga 17 tahun mengenakan perangkat tersebut, menurut New Scientist, sebuah majalah sains.

Bando ini dipasarkan sebagai produk inovatif yang akan membantu para guru mengidentifikasi siswa yang kemungkinan membutuhkan bantuan tambahan di kelas dengan menggunakan sensor electroencephalography (EEG) untuk mendeteksi aktivitas otak.

Lampu yang terpasang pada perangkat berkedip-kedip dengan warna yang berbeda, tergantung pada tingkat konsentrasi pemakai yang berbeda-beda. Sistem kode warna, pada gilirannya, akan mengingatkan guru tentang minat belajar siswa di kelas.

Para Ilmuwan saraf dan psikolog telah meragukan efektivitas teknologi ini.

Variabel-variabel seperti variasi alami di dalam aktivitas neurologis dengan porsi masing-masing manusia dapat menggiring asumsi-asumsi menyesatkan tentang bagaimana seseorang sedang menjalankan suatu fungsi, dan apa yang dia butuhkan, Sandra Loo, profesor psikiatri di University of California, Los Angeles, mengatakan kepada EdSurge, sebuah situs web berita pendidikan, dalam kisah Oktober 2017 tentang teknologi BrainCo.

Kembali pada tahun 2016 di Consumer Electronics Show yang diadakan di Las Vegas, ketika BrainCo memberikan demonstrasi publik pertama untuk bando Focus 1, perangkat tersebut jauh dari harapan. Bando-bando itu menerima gelombang otak meskipun tidak sedang dikenakan pada saat itu, mempertanyakan fungsi keseluruhannya.

“Saya belum melihat data yang menerangkan Anda dapat memisahkan [dalam pemindaian EEG] apakah seseorang memperhatikan guru atau ponsel mereka atau hanya pikiran-pikiran internal dan lamunan mereka sendiri,” kata Theodore Zanto, seorang profesor neurologi di Universitas California di San Francisco, pada EdSurge. Siswa yang memakai bando tersebut “mungkin sangat fokus, tetapi fokus pada hal yang salah, dan Anda bisa mendapatkan ukuran-ukuran EEG yang sama.”

Namun bahkan jika teknologi ini menyediakan pembacaan-pembacaan yang akurat, hal itu menimbulkan kekhawatiran berurusan dengan pertanyaan-pertanyaan hukum seputar perlindungan data dan privasi.

Selain itu, penggunaan teknologi seperti itu menantang batasan-batasan etis tentang sejauh mana sekolah harus bertugas “mendidik” anak-anak.

Hasil-hasil uji coba Tiongkok belum dipublikasikan dalam jurnal akademik.

Pemantauan terhadap siswa menjadi meluas dengan dukungan rezim Tiongkok dan mendorong pengembangan peralatan pengawasan teknologi tinggi. Pada bulan Desember 2018, netizen Tiongkok menjadi khawatir setelah muncul berita bahwa lebih dari 10 sekolah di Provinsi Guizhou akan diminta untuk mengenakan “seragam pintar” yang telah ditanamkan chip-chip elektronik yang dapat melacak pergerakan mereka.

Chip-chip tersebut dapat melacak lokasi yang tepat dari setiap siswa dan dapat mengaktifkan alarm ketika sensor mendeteksi bahwa seorang siswa tertidur di dalam kelas.

Berita itu telah menarik perhatian bahwa privasi para siswa sedang dilanggar.

Pada Mei 2018, sebuah sekolah menengah di Kota Hangzhou telah menggunakan kamera dengan teknologi pengenal wajah untuk melacak perhatian para siswa terhadap pelajaran di kelas. Kamera-kamera ini akan memindai wajah siswa setiap 30 detik untuk menganalisa ekspresi wajah mereka dan mendeteksi suasana hati mereka. Setiap siswa kemudian diberi skor berdasarkan seberapa baik dia tampak memperhatikan pelajaran di dalam kelas. (ran)

Video pilihan:

Indoktrinasi Komunis Tiongkok Menyasar Sekolah, Kegiatan Agama Dilarang

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds